Cegah Perundungan, SMPN 15 Mataram Perkuat Budaya Positif Siswa

Jay • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 15:41 WIB
SALING MENGHARGAI: Sejumlah siswa SMPN 15 Mataram asyik mengobrol di halaman sekolah, baru-baru ini.
SALING MENGHARGAI: Sejumlah siswa SMPN 15 Mataram asyik mengobrol di halaman sekolah, baru-baru ini.

 

LombokPost- SMPN 15 Mataram terus memperkuat komitmen mencegah perundungan melalui pembiasaan budaya positif setiap hari. Caranya dengan membangun karakter siswa secara menyeluruh melalui pendekatan disiplin, spiritual, dan penguatan nilai kebangsaan.

Program pencegahan perundungan di SMPN 15 Mataram bukan kebijakan baru. Sejak dua tahun terakhir, sekolah telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK).

Kepala SMPN 15 Mataram Sri Wahyu Indriani mengatakan, penguatan karakter dimulai sejak siswa memasuki gerbang sekolah. “Setiap pagi, para guru sudah bersiap didepan gerbang untuk menyambut siswa dengan program 5S, yaitu Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun,” ujarnya.

Baca Juga: Berburu Sunrise-Sunset Bukan Sekadar Tren, Ada Misi Ekologis

Salah satu program yang menjadi ciri khas SMPN 15 Mataram adalah pembiasaan literasi kitab suci. Sebelum pelajaran dimulai, seluruh siswa membaca kitab suci sesuai agama masing-masing dengan pendampingan guru agama.

Menurut Sri, pembiasaan itu bertujuan membangun energi positif sebelum siswa mengikuti kegiatan belajar. “Pembiasaan ini sengaja dilakukan untuk memasukkan energi positif kedalam diri siswa sebelum mulai belajar,” katanya.

Melalui pendekatan spiritual itu, siswa didorong memiliki pengendalian diri yang lebih baik. Dengan demikian, siswa diharapkan terhindar dari perilaku negatif seperti mengejek, merundung, maupun melakukan kekerasan terhadap teman.

Baca Juga: MA Koreksi Kerugian Negara di Perkara Korupsi PT Timah, dari Rp 300 Triliun ke Rp 28 Triliun

Budaya positif juga terus dilanjutkan hingga akhir kegiatan belajar. Sebelum pulang, siswa kembali mengikuti pembiasaan ibadah sesuai agama masing-masing.

“Upaya spiritual ini dinilai sangat efektif mendukung agenda pencegahan kekerasan di sekolah,” jelas Sri.

Selain pembiasaan harian, penguatan karakter siswa dilakukan melalui pendampingan wali kelas. Setiap wali kelas secara berkala memberikan pembinaan mengenai kedisiplinan, etika pergaulan, tanggung jawab, serta penyelesaian konflik secara damai.

Baca Juga: Tim Hukum Yaqut: Pembagian Kuota Haji Tak Otomatis Jadi Dasar Kerugian Negara

Sri menjelaskan, seluruh program itu diselaraskan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengenai penguatan Karakter Anak Indonesia Hebat.

Siswa dibiasakan menerapkan tujuh kebiasaan positif. Di antaranya beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati orang tua dan guru, hidup rukun dengan teman, disiplin, bertanggung jawab, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
pencegahan perundungan budaya positif sekolah pencegahan kekerasan di sekolah Cegah Perundungan SMPN 15 Mataram