LombokPost- SMKPPN Mataram menjalin kerja sama dengan SMKN 1 Tarano, Kabupaten Sumbawa, untuk memperkuat pendidikan vokasi agribisnis di NTB. Kolaborasi itu mencakup pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL), pelatihan guru dan siswa, pengembangan kompetensi, hingga perluasan jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri.
Kepala SMKPPN Mataram Sugiarta mengatakan, kemitraan itu dibangun karena kedua sekolah memiliki kesamaan kompetensi keahlian. Terutama di bidang agribisnis, peternakan, perikanan, dan pengolahan hasil pertanian.
“SMKN 1 Tarano nanti akan bergabung bersama kami dalam pelaksanaan PKL karena memiliki core agribisnis yang sama. Kami akan membangun jejaring agar dapat saling mengimbaskan program dan pengalaman,” ujarnya.
Baca Juga: MTsN 3 Mataram Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Budaya Religius dan Sasak
Ia menjelaskan, siswa SMKN 1 Tarano berpeluang menjalani PKL di SMKPPN Mataram. Selanjutnya, mereka akan ditempatkan di berbagai perusahaan dan industri yang telah menjadi mitra sekolah. Pola itu diharapkan mampu meningkatkan pengalaman belajar sekaligus memperluas wawasan siswa terhadap dunia kerja.
“Kalau ada inovasi-inovasi di bidang pertanian, kita bisa saling berbagi dan membangun interkoneksi antarsekolah,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Tarano Andi Fauzih menyambut positif kolaborasi itu. Menurutnya, kerja sama antarsekolah menjadi langkah penting dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi agribisnis. Terutama karena sektor pertanian saat ini menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.
Baca Juga: Cegah Perundungan, SMPN 15 Mataram Perkuat Budaya Positif Siswa
“Saya kira ini merupakan hal yang luar biasa. SMKPPN Mataram memang sudah maju di bidang pertanian, sedangkan kami juga memiliki kompetensi dibidang agro. Dengan kesamaan ini, berbagai program dapat dikembangkan secara bersama-sama,” ujarnya.
Andi mencontohkan pengembangan komoditas cabai sebagai salah satu program pemerintah yang dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di sekolah vokasi. Menurutnya, peserta didik perlu dibekali pengalaman nyata agar siap menghadapi kebutuhan sektor pertanian modern. Saat ini, SMKN 1 Tarano memiliki sekitar 450 siswa. Sebanyak 100 siswa berada pada program keahlian agribisnis.
Selain itu, sekolah juga membuka kompetensi keahlian di bidang perikanan dan peternakan. Kompetensi tersebut mendukung pengembangan sektor pangan di Kabupaten Sumbawa.
Baca Juga: Berburu Sunrise-Sunset Bukan Sekadar Tren, Ada Misi Ekologis
“Kita harus menyiapkan SDM pertanian yang berkualitas. NTB memiliki potensi lahan pertanian yang sangat besar, khususnya di Sumbawa yang memiliki kawasan lahan kering. Potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa kerja sama dan koordinasi yang kuat,” jelasnya.
Andi juga mengapresiasi dukungan Dinas Pertanian NTB yang terus mendorong penguatan pendidikan vokasi berbasis pertanian. Menurutnya, dukungan itu menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah vokasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Kehadiran Kepala Dinas Pertanian menjadi daya dorong yang luar biasa bagi SMK di NTB. Yang kita bangun bukan hanya kerja sama antara Lombok dan Sumbawa, tetapi bagaimana NTB menjadi satu kesatuan dalam memajukan sektor pertanian melalui pendidikan vokasi,” tutupnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post