Siswi MAN 2 Mataram Bawa Rimpu Bima ke Panggung Dunia

Jay • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 15:34 WIB
Indonesia ke Mesir dalam ajang GYC 2026 foto bersama kepala madrasah dan wakamad kesiswaan di sekolah setempat, Senin (10/8).
Indonesia ke Mesir dalam ajang GYC 2026 foto bersama kepala madrasah dan wakamad kesiswaan di sekolah setempat, Senin (10/8).

 

LombokPost- Kearifan lokal Bima bakal tampil di panggung dunia. Kautsar Ratu Bilqis, siswi kelas XI Sainkes III MAN 2 Mataram terpilih menjadi satu-satunya delegasi Indonesia ke Mesir dalam ajang Global Youth Conference (GYC) 2026.

Tak sekadar membawa nama Indonesia, Ratu juga akan memperkenalkan Rimpu Bima kepada peserta konferensi kepemudaan dari berbagai negara. Busana tradisional khas Bima itu akan dikenakannya saat mempresentasikan karya ilmiah di Kairo, Mesir.

Ajang internasional tersebut digelar Capai Cita bekerja sama dengan Indonesian Diaspora Network. Global Youth Conference 2026 dijadwalkan berlangsung di Kairo pada 6-10 September mendatang.

Baca Juga: Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Fondasi Madrasah, Kemenag Mataram: Guru Harus Mengajar dengan Ketelada

Bagi Ratu, kesempatan menjadi delegasi Indonesia ke Mesir merupakan hasil dari proses seleksi yang cukup panjang. Dia harus bersaing dengan pemuda dari sejumlah negara, diantaranya Kanada, Brunei, Malaysia, hingga Palestina.

"Proses seleksinya mulai dari mengirimkan karya tulis ilmiah, kemudian menunggu pengumuman kelolosan untuk lanjut ke tahap wawancara," ujar Ratu, Senin (10/8).

Setelah melewati wawancara, Ratu akhirnya mendapat pemberitahuan resmi melalui surat elektronik bahwa dirinya dinyatakan lolos. Karya ilmiah yang mengantarkan Ratu ke GYC 2026 membahas keunikan tradisi Rimpu Bima.

Baca Juga: SMKPPN Mataram dan SMKN 1 Tarano Kolaborasi Perkuat Vokasi Agribisnis NTB

Rimpu merupakan tradisi berbusana masyarakat Bima dengan menggunakan sarung tenun khas untuk menutup bagian tubuh dan wajah perempuan. Dalam tradisi tersebut, cara pemakaian Rimpu juga memiliki perbedaan sesuai status perempuan yang mengenakannya.

Ketertarikan Ratu terhadap budaya Bima semakin kuat setelah sebelumnya meraih medali perak dalam lomba poster tingkat internasional. Pengalaman tersebut kemudian memberinya ide untuk tidak hanya menjelaskan Rimpu Bima melalui karya ilmiah. Dia ingin membawa langsung busana tradisional tersebut ke hadapan peserta konferensi internasional di Mesir.

"Saya terinspirasi dari peraih medali emas yang membawa objek langsung ke hadapan juri. Karena itu, saat presentasi di Mesir nanti, saya memutuskan untuk mengenakan langsung busana Rimpu Bima ini saat mempresentasikan karya ilmiah saya," jelasnya.

Baca Juga: Dua Siswa MTsN 2 Lombok Barat Lolos Jamnas Pramuka 2026, Siap Harumkan Nama NTB

Keputusan tersebut diharapkan membuat presentasi Ratu lebih kuat. Selain menyampaikan gagasan secara akademis, ia sekaligus memperkenalkan budaya Bima kepada masyarakat internasional.

Menjelang keberangkatan ke Mesir, berbagai persiapan terus dilakukan Ratu. Selain melengkapi dokumen administrasi dan kebutuhan perjalanan, ia juga fokus meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris. Kemampuan tersebut menjadi salah satu modal penting. Sebab, Ratu akan berhadapan dengan peserta dari berbagai negara dalam forum GYC 2026.

Sebagai satu-satunya delegasi Indonesia ke Mesir, Ratu ingin memberikan penampilan terbaik. Ia menargetkan prestasi maksimal, termasuk medali emas untuk kategori presentasi maupun penghargaan poster terfavorit. Namun, perjalanan menuju Kairo juga membutuhkan dukungan. Program yang diikuti Ratu merupakan program kemitraan bersponsor. Karena itu, Ratu masih berupaya mendapatkan dukungan dana dan sponsor dari berbagai pihak agar seluruh rangkaian keberangkatannya dapat berjalan lancar.

Baca Juga: Unram Siapkan Timbanuh Jadi Desa Agro Eduwisata, Alternatif Baru Wisata Kaki Rinjani

Kepala MAN 2 Mataram Sumber Hadi mengaku bangga atas pencapaian yang diraih Ratu. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat internasional. Terlebih, Ratu tidak hanya membawa nama sekolah dan Indonesia, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya daerah.

Apa yang dilakukan Ratu dinilai sejalan dengan semangat MAN 2 Mataram, Menginspirasi dan Mendunia. Keberangkatan Ratu sebagai delegasi Indonesia ke Mesir sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki ruang di panggung internasional.

Melalui karya ilmiah dan busana Rimpu Bima, Ratu ingin menunjukkan bahwa kearifan lokal Nusantara bukan sekadar warisan budaya. Ditangan generasi muda, budaya lokal dapat menjadi sumber gagasan akademis sekaligus sarana memperkenalkan identitas Indonesia kepada dunia.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Kautsar Ratu Bilqis delegasi Indonesia ke Mesir Rimpu Bima MAN 2 Mataram Siswi MAN 2 Mataram