Dosen UMMAT Ikuti Pelatihan Analisis Data dengan JASP dan AI

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:47 WIB
Pelatihan dosen UMMAT.
Pelatihan dosen UMMAT.

 

LombokPost-Sebanyak 21 dosen Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) mengikuti pelatihan analisis data penelitian kuantitatif. Kegiatan berlangsung di Ruang Micro Teaching FKIP UMMAT, Senin (10/8/2026).

Pelatihan mengangkat tema “Smart Analysis Data untuk Penelitian Kuantitatif Menggunakan JASP, DeepSeek, dan ChatGPT”. Kegiatan diarahkan untuk memperkuat kompetensi dosen dalam melakukan analisis data penelitian.

Pelatihan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah di lingkungan UMMAT. Peserta berasal dari sejumlah fakultas.

Mereka berasal dari Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Fakultas Agama Islam (FAI), serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Baca Juga: Mursyidan Gufron Terpilih Ikuti Program Internasional di Taipei Medical University

Pelatihan menghadirkan Dr. Syaharuddin, S.Pd., M.Pd., M.Si. Ia merupakan Pembina SPEKTRA sekaligus Koordinator Rumah Jurnal FKIP UMMAT.

Materi pelatihan mencakup visualisasi data menggunakan Microsoft Excel. Peserta juga mempelajari analisis korelasi dan regresi linier menggunakan JASP.

Selain itu, peserta mendapatkan materi teknik interpretasi hasil penelitian. Proses interpretasi memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) melalui DeepSeek dan ChatGPT.

Syaharuddin mengajak para dosen menjadikan capaian UMMAT sebagai motivasi untuk meningkatkan produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah. Menurutnya, prestasi institusi perlu diikuti konsistensi dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.

Baca Juga: Pilihan Calon Hakim Agung KY Disorot, Lebih Pilih Politisi Golkar Ketimbang eks Anggota Dewa KPK

Perhatian khusus diarahkan pada bidang penelitian dan publikasi ilmiah.

“Prestasi tidak cukup hanya dirayakan melalui like, comment, dan share di media sosial. Sebagai warga UMMAT, kita harus terus bergerak menjaga ritme pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, terutama penelitian dan publikasi ilmiah,” ujarnya.

Menurut Syaharuddin, konsistensi itu penting untuk menjaga peningkatan skor SINTA. Langkah yang sama juga diperlukan untuk memperkuat posisi UMMAT dalam berbagai basis data pemeringkatan perguruan tinggi tingkat internasional.

Ia menjelaskan, penguatan kapasitas dosen diperlukan untuk menyamakan persepsi dalam analisis data kuantitatif. Terutama pada analisis korelasi dan regresi linier berganda. Jenis analisis itu banyak digunakan mahasiswa program sarjana dalam penelitian mereka.

Baca Juga: Mahasiswa PBSI UMMAT Raih Juara II Film Pendek Tingkat Nasional

“Dengan persepsi yang sama, para dosen diharapkan memiliki standar yang seragam ketika membimbing mahasiswa dalam menyusun skripsi, sehingga kualitas penelitian mahasiswa juga semakin baik,” katanya.

Wakil Dekan I FKIP UMMAT Dr. Intan Dwi Hastuti turut mengapresiasi pelaksanaan pelatihan. Menurutnya, budaya riset dan publikasi ilmiah membutuhkan proses berkelanjutan.

Proses itu perlu dimulai dari kemauan dosen untuk terus belajar. Kolaborasi antardosen juga perlu terus dibangun.

“Fakultas mendukung penuh kegiatan-kegiatan akademik seperti ini. Kami akan terus memberikan ruang, dukungan, dan fasilitas agar dosen dapat meningkatkan kompetensi penelitian serta menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas,” ungkapnya.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Sesi praktik menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian.

Baca Juga: Teknologi Tepat Guna KKN UMMAT Permudah Pemupukan Lahan Pertanian Petani di Lendang Nangka Utara

Peserta mempraktikkan visualisasi data menggunakan Microsoft Excel. Mereka juga melakukan analisis data menggunakan JASP.

Selain itu, peserta mempelajari interpretasi output statistik dengan bantuan DeepSeek dan ChatGPT.

Diskusi juga membahas pemanfaatan teknologi AI dalam mendukung proses penelitian. Penggunaannya tetap diarahkan dengan memperhatikan prinsip-prinsip etika akademik.

Sebagai bagian dari evaluasi, panitia menyebarkan angket kepada seluruh peserta. Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan pelaksanaan kegiatan.

Hasil evaluasi akan menjadi bahan penyempurnaan pada pelatihan berikutnya. Kegiatan lanjutan dijadwalkan pada 18 Agustus 2026. Pelatihan berikutnya mengangkat tema “Analisis Data Multivariat Menggunakan SPSS.”

uBaca Juga: Konferensi Internasional UMMAT Libatkan Peneliti dari Pakistan dan Australia

Melalui kegiatan ini, UMMAT berharap budaya belajar dan kolaborasi riset terus berkembang. Peningkatan kompetensi dosen juga diharapkan berlangsung secara berkelanjutan.

Langkah itu menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas tridarma perguruan tinggi. Upaya yang sama juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing UMMAT di tingkat nasional maupun internasional.

Editor : Akbar Sirinawa
publikasi ilmiah analisis data JASP ummat artificial intelligence