LombokPost- Upaya meningkatkan mutu sekolah di Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, terus diperkuat melalui perencanaan berbasis data (PBD). Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Selaparang menggelar workshop analisis rapor pendidikan di SDN 68 Mataram, pekan lalu.
Kegiatan itu diikuti seluruh kepala SD negeri dan swasta se-Kecamatan Selaparang. Masing-masing sekolah juga mengirimkan satu guru yang ditunjuk sebagai Tim Pengembang Kurikulum (TPK). Melalui workshop ini, peserta dibekali kemampuan membaca dan menganalisis rapor pendidikan sebagai dasar menyusun program peningkatan mutu sekolah.
Ketua K3S Kecamatan Selaparang Mustaqim mengatakan, data dalam rapor pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan arah pembenahan sekolah. Karena itu, kepala sekolah bersama tim pengembang kurikulum harus mampu memanfaatkan data secara optimal.
Baca Juga: Yezyan, Siswi SMPN 15 Mataram Lolos OSN IPS NTB, Bidik Tiket Nasional
Menurutnya, rapor pendidikan tidak seharusnya hanya dipandang sebagai laporan administratif. Data yang tersedia harus menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui persoalan sekaligus menentukan program perbaikan yang benar-benar dibutuhkan sekolah.
Pengawas Pembina Kecamatan Selaparang Baiq Ummiyati membedah indikator rapor pendidikan secara komprehensif. Mulai dari kemampuan literasi, numerasi, karakter peserta didik, hingga kondisi iklim keamanan dan kebinekaan di satuan pendidikan.
“Analisis rapor pendidikan bukanlah sekadar angka atau laporan administratif semata, melainkan cermin refleksi bagi satuan pendidikan untuk merumuskan langkah perbaikan yang tepat sasaran melalui perencanaan berbasis data,” ujarnya.
Baca Juga: Tim PKM UMMAT Olah Limbah Tempe Jadi Pakan Probiotik
Dalam sesi utama, kepala sekolah dan guru peserta workshop tidak hanya menerima materi. Mereka diajak mempraktikkan langsung tahapan analisis rapor pendidikan.
Peserta belajar mengidentifikasi masalah berdasarkan data, mencari akar persoalan, melakukan refleksi, kemudian menyusun langkah pembenahan melalui program kerja sekolah.
Proses itu kemudian diarahkan hingga tahap pengintegrasian program ke dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Dengan begitu, perencanaan berbasis data tidak berhenti pada tahap membaca rapor, tetapi diterjemahkan menjadi program nyata yang memiliki target dan anggaran jelas.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post