6.665 Mahasiswa Baru Unram Turun ke Masyarakat, Bawa Bibit hingga Edukasi Sampah

Jay • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32 WIB
TURUN KE MASYARAKAT: Mahasiswa baru Unram berikan bibit cabai dan edukasi warga tentang pengelolaan sampah dan ketahanan pangan, Rabu (12/8).
TURUN KE MASYARAKAT: Mahasiswa baru Unram berikan bibit cabai dan edukasi warga tentang pengelolaan sampah dan ketahanan pangan, Rabu (12/8).

 

LombokPost- Sebanyak 6.665 mahasiswa baru Universitas Mataram (Unram) langsung diajak mengenal persoalan masyarakat sejak awal masa perkuliahan. Melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unram 2026, mahasiswa turun ke lingkungan warga membawa bibit tanaman sekaligus memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah dan ketahanan pangan, Rabu (12/8).

Kegiatan mahasiswa baru Unram turun ke masyarakat tersebut dipusatkan dari Lapangan Rektorat Unram. Sebelum berangkat ke wilayah penugasan, mahasiswa dibekali bibit tanaman dan materi edukasi yang akan disampaikan kepada masyarakat.

Bukan sekadar kegiatan pengenalan kampus, program ini dirancang agar mahasiswa baru memahami persoalan sosial dan lingkungan secara langsung. Mereka juga diajak menghubungkan ilmu yang diperoleh di kampus dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: 1.800 Pemilih Tentukan Presiden Prismada MAN 2 Mataram, Dikemas Layaknya Pemilu

Sebanyak 6.665 mahasiswa baru Unram dibagi menjadi 222 kelompok. Setiap kelompok ditempatkan di satu wilayah RT dan didampingi seorang kakak pendamping. Dengan pembagian tersebut, mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Setiap kelompok juga menjalankan tugas edukasi sesuai tema yang telah ditentukan.

Rektor Unram Prof Sukardi mengatakan kegiatan tersebut merupakan gerakan sederhana dengan pesan besar mengenai kehidupan dan harapan. Bibit yang dibawa mahasiswa, kata dia, bukan sekadar tanaman, melainkan simbol kontribusi kepada masyarakat.

"Dalam benih itu ada kehidupan, dalam tanaman itu ada harapan. Gerakan ini adalah memberikan harapan kepada masyarakat, keluarga, dan bahkan bangsa," ujar Prof Sukardi.

Baca Juga: PKKMB Unram 2026 Dimulai, Mahasiswa Baru Didorong Tak Sekadar Kejar Nilai

Ia berpesan agar mahasiswa baru Unram tidak berhenti pada aktivitas membagikan bibit. Mahasiswa juga diminta membagikan pengetahuan, semangat, dan inspirasi kepada masyarakat.

"Ketika nanti turun ke lapangan, jangan hanya bagikan bibit, tapi bagikanlah pengetahuan, bagikanlah semangat, bagikanlah inspirasi. Belajarlah dari persoalan di masyarakat, kenali persoalan di masyarakat," pesannya.

Salah seorang mahasiswa baru, Sawira Saputri dari Program Studi Teknik Pertanian mendapat penugasan di Karang Pule. Bersama kelompoknya, Sawira membawa sejumlah tanaman untuk dibagikan kepada masyarakat, di antaranya cabai, jeruk purut, dan terong.

Baca Juga: K3S Selaparang Bedah Rapor Pendidikan, Dorong Sekolah Susun Program Berbasis Data

Bagi Sawira, kegiatan PKKMB Unram 2026 tersebut menjadi pengalaman pertama berinteraksi langsung dengan masyarakat sebagai mahasiswa.

"Campur aduk sih, capek, senang, tapi belum siap untuk tugas-tugas kuliah nanti. Tapi santai saja, pasti bisa," ungkapnya.

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Alfatir Maulana Zen mendapat penugasan di Kekalik Indah RT 11. Kelompoknya membawa materi edukasi pengelolaan sampah, khususnya mengenai eco-enzyme.

Baca Juga: Yezyan, Siswi SMPN 15 Mataram Lolos OSN IPS NTB, Bidik Tiket Nasional

Menurut Alfatir, persiapan kegiatan sempat menghadapi kendala koordinasi dan keterbatasan waktu. Namun, kondisi tersebut justru menjadi pengalaman bagi mahasiswa sebelum benar-benar terjun menghadapi masyarakat.

"Harapannya koordinasi antara RT dengan kami berjalan lancar dan sukses, dan kalau bisa solidaritasnya terbentuk," katanya.

Melalui kegiatan mahasiswa baru Unram turun ke masyarakat, pengenalan kehidupan kampus tidak hanya berlangsung di lingkungan akademik. Mahasiswa sejak awal juga dikenalkan dengan persoalan sosial dan lingkungan yang ada di sekitar mereka.

Baca Juga: Tim PKM UMMAT Olah Limbah Tempe Jadi Pakan Probiotik

Program pengelolaan sampah dan ketahanan pangan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus berbagi pengetahuan. Edukasi sampah diarahkan untuk mendorong kepedulian terhadap lingkungan, sedangkan pembagian bibit menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan di tingkat masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi Unram terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program tersebut berkaitan dengan SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui edukasi pengelolaan sampah.

Dengan demikian, PKKMB Unram 2026 tidak hanya menjadi pintu masuk mahasiswa mengenal kehidupan kampus. Lebih jauh, mahasiswa baru Unram langsung diajak menjadi bagian dari masyarakat, belajar dari persoalan lingkungan, sekaligus memberikan kontribusi melalui edukasi pengelolaan sampah dan ketahanan pangan.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
PKKMB Unram 2026 mahasiswa baru Unram mahasiswa baru Unram turun ke masyarakat PKKMB Unram pengelolaan sampah