Unram Festival Tutup PKKMB 2026, Rian D’Masiv dan Virgoun Bikin Meriah

Jay • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 10:42 WIB
UNRAM FESTIVAL: Rektor Unram Prof Sukardi (atas panggung) bersama Rian D’Masiv pada penutupan PKKMB 2026 di Lapangan Rektorat Unram, Senin (17/8).
UNRAM FESTIVAL: Rektor Unram Prof Sukardi (atas panggung) bersama Rian D’Masiv pada penutupan PKKMB 2026 di Lapangan Rektorat Unram, Senin (17/8).

 

LombokPost- Suasana Lapangan Rektorat Universitas Mataram (Unram) mendadak semarak. Universitas Mataram (Unram) Festival menjadi penutup rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026, Senin (17/8). Kehadiran Rian D’Masiv dan Virgoun membuat malam kebersamaan mahasiswa baru semakin meriah.

Unram Festival 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan setelah mahasiswa baru mengikuti rangkaian PKKMB. Kegiatan tersebut juga dikemas sebagai ruang inspirasi untuk mengenalkan mahasiswa pada dunia seni, kreativitas, dan industri musik.

Dua musisi yang hadir sebagai bintang tamu, Rian D’Masiv dan Virgoun turut menghibur mahasiswa. Selain tampil di hadapan mahasiswa baru, Rian juga berbagi pengalaman dalam sesi Talkshow Inspiratif bertema “Kiat Bertahan di Industri Musik Selama 2 Dekade hingga Menembus Pasar Internasional.”

Baca Juga: Dimas Rizky Andrean Lolos OSN IPA NTB, SMPN 15 Mataram Bidik Nasional

Dalam talkshow tersebut, Rian D’Masiv menceritakan perjalanan panjangnya di industri musik. Menurut dia, konsistensi menjadi salah satu kunci penting untuk bertahan di tengah perubahan zaman.

Musisi harus mencintai bidang yang dijalani, fokus, disiplin, sekaligus memiliki kemauan untuk terus belajar. Perkembangan industri musik yang cepat juga menuntut pelaku industri kreatif untuk terus beradaptasi.

“Kuncinya kita harus mencintai apa yang kita kerjakan, fokus, disiplin, dan selalu berusaha mengeksplor musik. Kita juga tidak pernah malu untuk belajar dengan yang lebih muda,” ujarnya.

Baca Juga: MEF 2026 Perluas Peserta se-Pulau Lombok, Hadirkan Lomba Video Animasi

Menurut Rian, perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah cara musisi memperkenalkan karya. Namun, popularitas di media sosial maupun angka-angka yang muncul didalamnya bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan.

Bagi Rian, kualitas karya tetap menjadi hal utama. Musisi harus membuat karya dengan sungguh-sungguh dan percaya terhadap hasil kreativitasnya.

“Ketika kita membuat karya, kita benar-benar bikin karya itu dengan hati kita. Yang penting kita suka dulu sama karya kita sendiri,” katanya.

Baca Juga: HUT RI ke-81 di SMAN 3 Mataram, Lomba Jadi Ajang Tanamkan Gotong Royong

Pesan itu juga ditujukan kepada mahasiswa Unram yang tertarik menekuni industri kreatif. Rian meminta generasi muda tidak takut memiliki mimpi, tetapi harus mengimbanginya dengan disiplin dan kesungguhan dalam menjalani proses.

“Jangan pernah takut bermimpi. Mimpi itu gratis,” tuturnya.

Rian juga mengingatkan mahasiswa agar menghargai kesempatan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Unram. Menurut dia, keberhasilan tidak hanya ditentukan bakat. Kedisiplinan, kemauan untuk terus belajar, dukungan, serta doa orang tua juga menjadi bagian penting dalam perjalanan seseorang meraih cita-cita.

Baca Juga: SMPN 23 Mataram Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Lomba Edukatif

Hal senada disampaikan Rektor Unram Prof Sukardi. Dia menegaskan, kampus memiliki tanggung jawab membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai potensi, termasuk di bidang seni dan industri kreatif.

“Kampus itu tidak menentukan masa depan saudara, tetapi kampus hanya membuka jalan kepada saudara tentang masa depan saudara,” ujar Prof Sukardi.

Karena itu, mahasiswa didorong melihat seni dan industri kreatif secara lebih luas. Bidang tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai aktivitas pengisi waktu luang atau sekadar hobi.

Baca Juga: Unram Ajarkan Budaya Bersih di SDN 02 Paremas

“Seni dan industri kreatif harus diubah paradigmanya. Jangan hanya sekadar sebagai sebuah hobi, tetapi adalah ruang untuk masa depan,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam Unram Festival 2026. Ditengah hiburan dan kemeriahan penutupan PKKMB, mahasiswa baru juga mendapatkan gambaran mengenai peluang yang dapat dikembangkan dari minat dan bakat mereka.

Kehadiran Rian D’Masiv dan Virgoun pun memberi warna tersendiri dalam Unram Festival. Mahasiswa baru tidak hanya menikmati pertunjukan musik, tetapi juga memperoleh motivasi untuk berani berkarya dan mengembangkan potensi.

Baca Juga: Pengurus PGRI Gugus IV Selaparang Dilantik, Siap Perkuat Solidaritas Guru

Melalui Unram Festival 2026, Unram menunjukkan bahwa masa awal mahasiswa di kampus dapat menjadi ruang untuk membangun keberanian, kreativitas, dan mimpi. Kampus pun didorong terus membuka jalan agar mahasiswa mampu melihat seni dan industri kreatif sebagai bagian dari masa depan.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
PKKMB Unram 2026 Unram Festival 2026 Unram Festival penutupan PKKMB 2026 Universitas Mataram