LombokPost- Limbah kulit pisang yang selama ini menjadi sisa dari aktivitas produksi kini mendapat sentuhan inovasi. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Universitas Mataram bersama KUBE Waroh Maju Bersama di Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, mengembangkan pemanfaatan kulit pisang menjadi produk kosmetik fungsional bernama Banaskin Scrub.
Inovasi tersebut diwujudkan melalui program “Pendampingan Pengolahan Limbah Kulit Pisang Menjadi Produk Kosmetik Fungsional pada KUBE Waroh Maju Bersama di Desa Sesaot Lombok Barat”, dalam Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat - Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Program ini diketuai Nurmi Hasbi, M.Si., bersama anggota pengusul apt. Nisa Isnaeni Hanifa, S.Farm.,M.Sc. dan apt. Eskarani Tri Pratiwi, S.Farm., M.S.Farm., serta melibatkan Baiq Haura Audina Ananta Putri, Lale Annisa Darajati, Baiq Finka Aidila Ananta, Ni Made Nindya Putri Apriantini, Baiq Wida Hardiana Putri, Syahrani Febriyanti dan Muthiah Ramadhani.
“Bagi kami, pengabdian bukan sekadar memberikan pelatihan, tetapi mendorong masyarakat melihat potensi dari sesuatu yang selama ini dianggap limbah. Melalui inovasi scrub berbahan kulit pisang, potensi lokal tersebut kami olah dengan pengetahuan dan teknologi menjadi produk bernilai tambah. Harapannya, keterampilan yang diperoleh KUBE Waroh Maju Bersama tidak berhenti pada pembuatan produk, tetapi dapat berkembang menjadi peluang usaha dan mendorong kemandirian masyarakat,” ujar Nurmi Hasbi, Ketua Program, Nurmi Hasbi.
Selama ini, KUBE Waroh Maju Bersama mengolah pisang menjadi berbagai produk pangan, seperti sale dan keripik pisang. Dari proses tersebut, sekitar 85 kilogram kulit pisang dihasilkan setiap minggu. Potensi bahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal itu kemudian diarahkan menjadi produk bernilai tambah.
Kulit pisang diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif, antara lain flavonoid, tanin, dan senyawa fenolik, yang menjadi dasar pengembangan pemanfaatannya dalam program ini.
Pengembangan Banaskin Scrub dilakukan melalui rangkaian proses yang terarah, mulai dari pengolahan dan pengeringan bahan menjadi simplisia, penghalusan dan pengayakan, formulasi, hingga penerapan standar operasional prosedur (SOP) produksi.
Dengan demikian, pemanfaatan limbah tidak berhenti pada menghasilkan produk, tetapi juga disertai peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam proses pengolahan.
Untuk memperkuat kesiapan produk, tim juga memberikan pendampingan pada aspek pengemasan, pelabelan, dan branding. Mitra mendapatkan pelatihan desain kemasan menggunakan Canva, sehingga dapat menyusun identitas visual serta informasi produk secara lebih menarik dan komunikatif.
Aspek keamanan dan regulasi juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Mitra akan mendapatkan edukasi dan pendampingan terkait standar keamanan kosmetik serta pengenalan ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Pendampingan tersebut diharapkan membantu mitra memahami berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan produk kosmetik secara lebih baik dan bertanggung jawab.
Melalui Banaskin Scrub, program ini mempertemukan pemanfaatan bahan alam, pengurangan limbah, inovasi produk, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kulit pisang yang sebelumnya menjadi sisa produksi kini memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari diversifikasi usaha KUBE Waroh Maju Bersama sekaligus mengangkat potensi lokal Desa Sesaot.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Universitas Mataram dalam mendorong masyarakat agar tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki pengetahuan mengenai proses produksi, keamanan, kemasan, branding, dan pemasaran sehingga inovasi dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Program ini merupakan bagian dari pendanaan hibah BIMA Tahun 2026 melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, dan didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. (*)
Editor : Galih Mega Putra SSumber : Lombok Post