LombokPost- Era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara belajar, bekerja, hingga berkomunikasi. Ditengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, kemampuan menggunakan AI secara bijak menjadi kebutuhan penting, terutama bagi mahasiswa dan tenaga pendidik.
Peluang sekaligus tantangan itu dijawab PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) dengan menghadirkan AI Ready ASEAN di NTB. AMMAN menggandeng ASEAN Foundation dan Google.org untuk membawa program literasi AI bertaraf regional tersebut ke Universitas Mataram (Unram).
Pelatihan AI Ready ASEAN di Unram berlangsung 18-19 Agustus. Kegiatan ini menyasar mahasiswa dan dosen sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi AI di NTB sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang lebih adaptif menghadapi era digital.
Baca Juga: HUT ke-81 RI, Unram Dorong Kampus Jadi Penggerak Inovasi
Bagi NTB, masuknya AI Ready ASEAN menjadi momentum penting. Sebab, program literasi AI regional ini sebelumnya belum menjangkau Bumi Gora.
AI Ready ASEAN merupakan inisiatif literasi kecerdasan buatan yang digagas ASEAN Foundation dan difasilitasi Google.org. Program yang dimulai sejak Oktober 2024 itu berjalan selama 2,5 tahun dengan target membekali 5,5 juta warga di 10 negara ASEAN.
Di Indonesia, AI Ready ASEAN dilaksanakan Kaizen Collaborative Impact sebagai mitra pelaksana. Kolaborasi AMMAN dengan ASEAN Foundation kemudian membuka akses program tersebut ke NTB. Unram menjadi pintu masuk AI Ready ASEAN di NTB. Tidak hanya memberikan pelatihan kepada civitas akademika, program ini juga dirancang agar pengetahuan tentang AI dapat disebarkan lebih luas ke masyarakat.
Baca Juga: Kasek SD-SMP di Mataram Segera Diisi, Nama Calon Tunggu Verifikasi BKN
Pelatihan literasi AI di Unram tidak sekadar mengajarkan cara menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai risiko, etika, keamanan digital, dan batasan dalam penggunaan AI.Materi pertama adalah Fundamental AI. Peserta diperkenalkan dengan konsep dasar, cara kerja, manfaat, serta keterbatasan AI.
Materi kedua, AI Usage and Implementation, membekali peserta dengan keterampilan memanfaatkan AI secara efektif. Termasuk teknik prompting untuk membantu meningkatkan produktivitas.
Materi berikutnya adalah Scam Ready ASEAN dan Digital Safety. Peserta diajak mengenali penipuan digital, menyaring informasi, menangkal hoaks, serta menjaga keamanan data pribadi. Sementara materi Ethics and Privacy in AI Use mengajarkan pentingnya etika, privasi, dan persoalan hak cipta dalam penggunaan AI.
Baca Juga: Unram Festival Tutup PKKMB 2026, Rian D’Masiv dan Virgoun Bikin Meriah
Senior Manager Social Impact AMMAN Aji Suryanto mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat posisi Unram sebagai pusat pengetahuan dan literasi AI di NTB.
Menurutnya, AI Ready ASEAN tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis civitas akademika. Program tersebut juga membentuk pemahaman mengenai pemanfaatan AI secara etis dan bertanggung jawab.
“Unram diperkuat sebagai pusat pengetahuan yang tidak hanya mentransfer literasi AI dan meningkatkan kapabilitas serta kapasitas civitas akademika di era digital, tetapi juga diharapkan dapat menularkannya ke komunitas di luar kampus,” ujarnya.
Baca Juga: MEF 2026 Perluas Peserta se-Pulau Lombok, Hadirkan Lomba Video Animasi
Pelatihan bertaraf internasional tersebut diharapkan membuka peluang kerja, mendorong inovasi, serta meningkatkan keterampilan abad ke-21 bagi SDM NTB. Program AI Ready ASEAN di NTB juga melibatkan Himpunan Pelajar Mahasiswa Sumbawa Barat (HIPMASBAR). Keterlibatan HIPMASBAR dinilai strategis. Sebab, mahasiswa dan pelajar asal Sumbawa Barat merupakan bagian dari generasi muda yang memiliki hubungan kuat dengan daerah yang menjadi lokasi pusat operasional AMMAN.
Melalui keterlibatan tersebut, manfaat literasi AI diharapkan tidak berhenti di lingkungan kampus. Pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi generasi muda Sumbawa Barat untuk kembali maupun berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Kolaborasi AMMAN, ASEAN Foundation, Google.org, dan Unram juga ditandai dengan serah terima modul pembelajaran serta pelaksanaan training of trainers (ToT) bagi dosen Unram. Sebanyak delapan master trainer bersertifikat dari ASEAN Foundation turut mengawal pelaksanaan AI Ready ASEAN.
Baca Juga: HUT RI ke-81 di SMAN 3 Mataram, Lomba Jadi Ajang Tanamkan Gotong Royong
Program ini juga menjadi bagian dari upaya membentengi masyarakat dari misinformasi dan kejahatan digital. Materi Scam Ready ASEAN secara khusus mengasah kemampuan peserta mengenali modus penipuan siber dan berpikir kritis ketika menerima informasi digital.
Tak hanya menjadi lokasi pelaksanaan AI Ready ASEAN, NTB juga mendapat kesempatan memperkenalkan Scam Ready ASEAN.
Senior Project Officer Kaizen Collaborative Impact Rizki Ayu Febriana mengatakan, NTB menjadi wilayah pertama di Asia Tenggara yang memperkenalkan program tersebut. Berbeda dengan AI Ready ASEAN yang berfokus pada pemahaman dan pemanfaatan kecerdasan buatan, Scam Ready ASEAN diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi penipuan online.
Baca Juga: 1.800 Pemilih Tentukan Presiden Prismada MAN 2 Mataram, Dikemas Layaknya Pemilu
Uji coba atau pre-release Scam Ready ASEAN dipusatkan di NTB sebelum diluncurkan secara lebih luas di tingkat nasional maupun regional ASEAN.
Rizki mengatakan, AI Ready ASEAN sebenarnya telah berjalan di Indonesia sejak 2025. Namun, program tersebut belum menjangkau NTB hingga akhirnya dibawa ke Lombok melalui kolaborasi bersama AMMAN. Sebagai program lanjutan, Scam Ready ASEAN diperkenalkan kepada tiga universitas besar serta kalangan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di NTB.
“Fokus pelatihan ini murni melatih cara berpikir kritis publik dalam memanfaatkan berbagai macam alat digital yang tersedia secara aman,” katanya.
Baca Juga: PLN UIP Nusra dan YBM Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai
Program Scam Ready ASEAN dijadwalkan meluncur secara resmi pada akhir Agustus. Peluncuran tersebut dirangkaikan dengan proses rekrutmen Training of Trainers.
Platform digital bernama BCAM Ready juga disiapkan untuk mempercepat edukasi literasi digital di NTB secara masif dan berkelanjutan.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unram Dr Sitti Latifah mengatakan, penguatan literasi AI sejalan dengan agenda transformasi akademik di kampus. Unram tidak memilih menutup diri terhadap perkembangan AI. Sebaliknya, teknologi tersebut didorong untuk dimanfaatkan guna meningkatkan efektivitas dan produktivitas mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan.
Baca Juga: Nanik Dorong Optimalisasi Pariwisata NTB, Minta Kemasan Produk UMKM Dipercantik
Meski demikian, penggunaan AI tetap memiliki batas. Unram telah menuangkan rambu-rambu pemanfaatan AI dalam pedoman akademik, termasuk ketentuan penggunaan teknologi tersebut dalam karya ilmiah.
“Unram tidak menutup mata atau melarang penggunaan AI, melainkan mendorong pemanfaatannya agar kinerja mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan menjadi jauh lebih efektif dan produktif,” tegasnya.
Transformasi akademik tersebut juga diarahkan untuk memperkecil kesenjangan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Salah satu caranya melalui penguatan keterampilan abad ke-21. Kemampuan digital dipadukan dengan pemahaman lintas disiplin, mulai sosiologi, teknik informatika, hingga ilmu komunikasi.Kolaborasi dengan industri seperti AMMAN menjadi bagian penting dalam strategi tersebut. Kebutuhan dunia kerja diharapkan dapat menjadi masukan dalam pengembangan kurikulum di perguruan tinggi.
Baca Juga: Kunjungan Wisatawan ke Mataram Semester I Anjlok
“Melalui kemitraan ini, Unram membalik paradigma lama, kini industri memberikan masukan terlebih dahulu mengenai kebutuhan riil mereka, untuk kemudian dikembangkan menjadi kurikulum pembelajaran di universitas,” katanya.
Unram bersama mitra berencana memperluas diseminasi pengetahuan hingga sekolah-sekolah menengah. Langkah tersebut menjadi bagian dari peran perguruan tinggi dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi. Kampus diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembelajaran, tetapi juga pusat pengetahuan yang memberikan dampak lebih luas kepada masyarakat.
Masuknya AI Ready ASEAN ke NTB membuka peluang baru bagi dunia pendidikan daerah. Selain meningkatkan keterampilan AI bertaraf internasional, program tersebut juga membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi di NTB dengan organisasi internasional.
Dengan penguatan literasi AI, civitas akademika NTB diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara produktif tanpa mengabaikan etika, privasi, keamanan data, dan integritas akademik. AI Ready ASEAN di Unram bukan sekadar pelatihan teknologi. Program ini menjadi langkah untuk membangun SDM NTB yang mampu menggunakan AI secara aman, kritis, etis, dan bertanggung jawab sekaligus siap menghadapi persaingan di era digital.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post