LombokPost-Bagi peternak, menjaga kambing tetap sehat dan produktif bukan sekadar persoalan pemeliharaan. Ketersediaan pakan, kesehatan ternak, hingga kemampuan memasarkan hasil usaha menjadi bagian yang menentukan keberlanjutan usaha peternakan.
Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan, bersama Kelompok Tani Ternak Kadung Molah, Dusun Penjor, Desa Genggelang, Lombok Utara, belum lama ini.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram) Ine Karni menegaskan, kegiatan yang dilaksanakan oleh timnya bertajuk Pendampingan Budidaya Kambing Perah Berbasis Good Dairy Farming Practices Melalui Penerapan Green Concentrate Berbasis Bahan Lokal.
“Kami melakukan pengabdian kepada masyarakat, dengan mendampingi peternak untuk memperkuat praktik budidaya sekaligus mengembangkan pengelolaan usaha kambing perah,” jelasnya.
Baca Juga: Unram Bantu Peternak Kerta Bangkit Atasi Kekurangan Pakan Lewat Teknologi Fermentasi
Program tersebut didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) melalui Program BIMA, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Unram.
Kegiatan melibatkan Kelompok Tani Ternak Kadung Molah sebagai mitra dan mahasiswa MBKM Fakultas Peternakan Unram. Tim pengabdian ini beranggotakan Isra Dewi Kuntary Ibrahim, dan Rezki Amalyadi.
Pendampingan dimulai dengan melihat secara langsung kondisi pemeliharaan kambing perah di tingkat peternak. “Dari pengamatan tersebut, tim menemukan sejumlah aspek yang masih dapat diperbaiki, terutama dalam manajemen pemeliharaan, pengelolaan pakan, kesehatan dan reproduksi ternak, serta pemasaran hasil usaha,” kata dia.
Sementara itu, pada sesi awal, peternak mendapatkan pelatihan mengenai manajemen pemeliharaan kambing Peranakan Etawa (PE) berbasis Good Dairy Farming Practice.
Ine Karni menegaskan kegiatannya di mulai dari pengelolaan kandang dan pakan, reproduksi, teknik pemerahan, kesehatan ternak, kesejahteraan ternak hingga pengolahan hasil peternakan.
“Kegiatan dilanjutkan dengan praktik penanganan kesehatan ternak melalui penyuntikan yang melibatkan penyuluh peternakan setempat dengan memperhatikan kondisi ternak dan prosedur penanganan yang tepat,” jelasnya.
Baca Juga: Program Agribisnis Peternakan Sapi di Sumbawa Barat Capai Progres 62,32 Persen
Selain aspek teknis budidaya, pengembangan usaha dan pemasaran juga menjadi perhatian. Pelatihan dipandu Isra Dewi Kuntary Ibrahim.
Ia menjelaskan peternak diperkenalkan dengan strategi pemasaran melalui sistem Open Pre-Order (PO) serta pemanfaatan media digital seperti WhatsApp, Facebook Marketplace, Instagram, dan TikTok.
“Peternak juga didampingi untuk membuat akun Facebook Marketplace dan menyusun materi promosi,” terangnya.
Pemanfaatan media digital ini diharapkan membuka peluang pemasaran yang lebih luas sehingga komunikasi antara peternak dan calon konsumen tidak hanya bergantung pada pasar di sekitar lokasi peternakan.
Di sisi lain, persoalan ketersediaan pakan menjadi salah satu perhatian utama. Tim pengabdian mendorong pemanfaatan sumber daya yang tersedia di sekitar peternak melalui pengolahan bahan pakan lokal dan hasil samping pertanian.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kelompok Tani Ternak Kadung Molah menerima bantuan peralatan pengolahan pakan berupa mesin pelet, mesin pencacah, dan mesin pengering.
Peralatan tersebut dapat digunakan untuk mengolah bahan pakan lokal agar lebih mudah dimanfaatkan, dalam sistem pemberian pakan kambing perah.
Baca Juga: Peternakan Jadi Tumpuan Tekan Kemiskinan, Pemkab Loteng Gelontorkan Bantuan Peternakan 2026
Pemanfaatan peralatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan green concentrate. Rezki Amalyadi selaku pemateri menegaskan peternak diperkenalkan pada proses pemilihan bahan, pengolahan, pencampuran, hingga pembuatan konsentrat berbasis bahan lokal yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan nutrisi kambing perah.
“Konsep green concentrate dalam kegiatan ini diarahkan untuk mendorong peternak melihat bahan yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai sumber daya yang dapat diolah dan memiliki nilai guna bagi usaha peternakan,” jelasnya.
Pemanfaatan hijauan lokal dan hasil samping pertanian juga diharapkan membantu menjaga ketersediaan pakan, terutama ketika menghadapi periode musim kemarau.
Rangkaian kegiatan tersebut, memperlihatkan pengembangan kambing perah membutuhkan pendekatan yang menyeluruh.
Ternak yang sehat membutuhkan manajemen pemeliharaan yang baik dan pakan yang memadai, sementara peningkatan produksi perlu diikuti kemampuan mengelola usaha dan memasarkan hasilnya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bersama antara perguruan tinggi dan masyarakat. Keterlibatan mahasiswa MBKM Fakultas Peternakan Unram memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari kondisi peternakan masyarakat sekaligus berkontribusi dalam proses pendampingan di lapangan.
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Program BIMA Tahun Pendanaan 2026, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Kelompok Tani Ternak Kadung Molah.
Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara mandiri oleh peternak, sementara peralatan pengolahan pakan dapat terus dimanfaatkan kelompok untuk mendukung ketersediaan pakan.
Baca Juga: Jawa Tengah Makin Dilirik Investor, Peternakan Sapi Perah Senilai Rp1,2 Triliun Mulai Dibangun
Karenanya, pendampingan ini diarahkan untuk membantu peternak, bersama Mahyudi selaku Ketua Kelompok Tani Ternak Kadung Molah, membangun usaha kambing perah yang lebih sehat, produktif, efisien, dan mampu berkembang dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia.
Tim pengabdian menyampaikan terima kasih kepada DPPM melalui Program BIMA, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Universitas Mataram, Kelompok Tani Ternak Kadung Molah, serta mahasiswa MBKM atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Mahyudi selaku ketua Kelompok Tani Ternak Kadung Molah menegaskan, pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kemampuan anggota kelompok dalam mengelola ternak dan mengembangkan usaha secara lebih terarah.
Kehadiran tim pengabdian juga memberikan kesempatan kepada peternak untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan pemeliharaan sehari-hari.
“Temuan lapangan tersebut kemudian menjadi dasar untuk menyusun pendampingan yang tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mengajak peternak mempraktikkan langsung berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam pengelolaan kambing perah,” jelasnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan