UMMAT Hadirkan Zakat Food Hub Lombok, Dorong Pemberdayaan Petani dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:07 WIB
Tim PKM UMMAT menyerahkan bantuan teknologi dan sarana pendukung yang menjadi bagian dari program, kepada Kelompok Tani Tumpang Sari, di Desa Malaka, Lombok Utara, Selasa (18/8). (IST/LOMBOK POST)
Tim PKM UMMAT menyerahkan bantuan teknologi dan sarana pendukung yang menjadi bagian dari program, kepada Kelompok Tani Tumpang Sari, di Desa Malaka, Lombok Utara, Selasa (18/8). (IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.

PKM UMMAT mengusung pendekatan lintas bidang dalam kegiatannya. Mukhlishin selaku ketua tim. Berikutnya, anggota tim Nurhayati bertugas untuk memperkuat produksi, konservasi sumber daya alam, dan ketahanan pangan desa. Sementara Sahman Z memberikan penguatan pada aspek kelembagaan, tata kelola usaha, dan literasi ekonomi keluarga.

Kegiatan ini ditujukan kepada Kelompok Tani Tumpang Sari yang menjadi mitra program beranggotakan 12 orang, dan bergerak pada sektor pertanian, dengan Nurudin selaku ketua kelompok, berfokus permasalahan pada aspek produksi dan pemasaran. 

“Program Zakat Food Hub Lombok memang dilaksanakan untuk menjawab sejumlah persoalan yang dihadapi petani,” tegas Mukhlishin.

Baca Juga: Tim PKM UMMAT Olah Limbah Tempe Jadi Pakan Probiotik

Khususnya keterbatasan modal, penggunaan teknologi produksi yang masih sederhana, lemahnya manajemen usaha, serta ketergantungan pemasaran kepada tengkulak. Model yang dikembangkan mengintegrasikan zakat produktif dengan penguatan produksi, pascapanen, kelembagaan usaha, pengolahan produk dan pemasaran.

Dalam kegiatan yang telah dilaksanakan Selasa (18/8), tim PKM UMMAT menyerahkan bantuan teknologi dan sarana pendukung yang menjadi bagian dari program. Dukungan tersebut meliputi benih unggul ubi dan hortikultura, mesin traktor pembajak kebun, pupuk organik dan pestisida hayati, alat pengering dan timbangan digital, serta bahan pendukung pengemasan dan branding produk pangan.

Penyerahan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pemberdayaan petani yang lebih mandiri. “Teknologi tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak disertai peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tata kelola usaha, penguatan produksi, dan akses pasar,” jelasnya.

Sementara itu, Nurhayati menjelaskan melalui konsep Food Hub, hasil pertanian diharapkan tidak berhenti sebagai komoditas mentah. Produk dapat dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah dengan sistem distribusi yang lebih terorganisasi. “Kelompok tani juga diarahkan memiliki unit usaha yang mampu mengelola hasil produksi secara kolektif,” katanya.

Baca Juga: HMTA UMMAT Raih Juara 1 Permata Mining & Explore 2026

Anggota tim, Sahman turut menegaskan, program ini juga sekaligus menempatkan zakat produktif, sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi. “Zakat lebih diarahkan menjadi sumber penguatan modal dan kapasitas produktif masyarakat sehingga penerima manfaat memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi,” bebernya.

Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian dari program. Mahasiswa mendukung pendampingan teknis lapangan, dokumentasi, monitoring, pengumpulan data, serta evaluasi kegiatan.

Dengan demikian, pengabdian masyarakat sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa, untuk berinteraksi langsung dengan persoalan dan potensi masyarakat.

Dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi turut menopang pelaksanaan kegiatan PKM tersebut melalui Hibah Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

Tim PKM juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor UMMAT dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMMAT atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian dosen.

Baca Juga: Diktilitbang PP Muhammadiyah dan UMMAT Perkuat Riset Dosen

Ketua Kelompok Tani Tumpang Sari Nurudin berharap semangat yang ingin dibangun melalui Zakat Food Hub Lombok, adalah menjadikan zakat sebagai kekuatan pemberdayaan, teknologi sebagai instrumen peningkatan produktivitas, dan kelompok tani sebagai aktor utama pembangunan ekonomi desa.

“Dari Desa Malaka gagasan tersebut diharapkan tumbuh menjadi model sederhana namun berdampak dalam bentu petani yang kuat dan berdaya dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan, mengolah, memasarkan, dan membangun kemandirian ekonominya sendiri,” jelasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
ummat Pengabdian kepada masyarakat kelompok tani teknologi