“BESTIE” Hadir di Kebon Ayu, Dorong Perempuan Peduli Deteksi Dini Kanker Serviks

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:06 WIB
PENGABDIAN: Tim pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Mataram bersama peserta dan kader penyuluh IVA dalam kegiatan program BESTIE di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. 
PENGABDIAN: Tim pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Mataram bersama peserta dan kader penyuluh IVA dalam kegiatan program BESTIE di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. 

 

LombokPost – Upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pencegahan kanker serviks terus digencarkan melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satunya melalui program BESTIE (Bersama Edukasi Kanker Serviks, Tumbuhkan Imun, Evaluasi Rutin) yang digelar di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan dosen Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram, Intan Gumilang Pratiwi, M.Keb bersama tim, Syajarattudur Faiqah, M.Kes dan Fitra Arsy Nur Cory’ah, M.Keb.

"Kegiatan ini hadir sebagai respons terhadap masih perlunya peningkatan pengetahuan dan kesadaran perempuan mengenai kanker serviks. Terutama terkait pentingnya pencegahan serta deteksi dini secara rutin," jelas dosen Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram, Intan Gumilang Pratiwi, M.Keb mewakili tim.

Edukasi menghadirkan narasumber dari Puskesmas Gerung, Kepala Puskesmas Gerung Zulhana, SKM, MM dan Ni Nyoman Sri Sukartini, S.Keb.Bd. Kegiatan dibuka Kepala Desa Kebon Ayu, Kasim.

Baca Juga: Cegah Stunting, Tim Pengabdian Poltekkes Kemenkes Mataram Kenalkan Kukis IKATA di Merembu

Sebanyak 35 perempuan usia subur mengikuti kegiatan tersebut. Sejumlah kader penyuluh IVA juga turut hadir. Kader tersebut sebelumnya telah dibentuk melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada 2025.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai kanker serviks. Mulai dari pengertian, faktor risiko, tanda dan gejala, langkah pencegahan, hingga pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA).

Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan partisipatif. Peserta diberi kesempatan berdiskusi, menyampaikan pengalaman, sekaligus mengklarifikasi berbagai informasi yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.

"Melalui program BESTIE, perempuan juga diajak memahami pentingnya menjaga imunitas dan menerapkan perilaku hidup sehat. Di antaranya dengan mengonsumsi makanan bergizi, rutin melakukan aktivitas fisik, menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi, serta menghindari berbagai faktor risiko," paparnya.

Tidak hanya berfokus pada peserta, program ini juga menempatkan kader sebagai bagian penting dalam keberlanjutan edukasi.

Kader dipersiapkan menjadi mitra masyarakat sehingga informasi mengenai pencegahan kanker serviks dapat terus disampaikan setelah program pengabdian berakhir.

Tim pengabdi juga berupaya mengurangi kekhawatiran dan stigma yang masih menjadi hambatan perempuan dalam melakukan pemeriksaan IVA.

Baca Juga: Poltekkes Mataram Latih Kader Pantau Bayi BBLR

Dengan pemahaman yang lebih baik, perempuan usia subur diharapkan semakin proaktif memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk deteksi dini.

Pelaksanaan BESTIE menjadi salah satu bentuk pendekatan yang memadukan edukasi, pemberdayaan kader dan dorongan deteksi dini. Masyarakat tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk mengambil langkah nyata dalam menjaga kesehatan reproduksi.

Tim pengabdi berharap Desa Kebon Ayu dapat menjadi contoh desa yang memiliki kepedulian dan peran aktif dalam pencegahan kanker serviks.

Sebab, pencegahan kanker serviks bukan semata tanggung jawab tenaga kesehatan. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan perempuan, keluarga, kader, masyarakat serta fasilitas pelayanan kesehatan secara bersama-sama. 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
kanker serviks pengabdian Kesehatan Poltekkes Kemenkes Mataram Kebon Ayu