SMKPPN Mataram Siapkan Siswa Kerja ke Korea, Bahasa Jadi Bekal Utama

Jay • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:14 WIB
AUDIENSI: Direktur Penempatan Pemerintah di Direktorat Penempatan KemenP2MI Dyah Rejeningrum (kiri/depan) saat audiensi penjajakan supply tenaga kerja program G 2 G Korea sektor pertanian di Aula SMKPPN Mataram, Rabu (19/8).
AUDIENSI: Direktur Penempatan Pemerintah di Direktorat Penempatan KemenP2MI Dyah Rejeningrum (kiri/depan) saat audiensi penjajakan supply tenaga kerja program G 2 G Korea sektor pertanian di Aula SMKPPN Mataram, Rabu (19/8).

 

LombokPost- Peluang kerja ke Korea semakin terbuka bagi masyarakat NTB. Tak hanya sektor manufaktur dan perikanan, pemerintah kini mulai menjajaki peluang kerja di sektor pertanian, termasuk peternakan.

Peluang kerja ke Korea itu menjadi magnet tersendiri bagi pencari kerja NTB. Sebab, pekerja yang berhasil ditempatkan melalui skema Government to Government (G2G) berpotensi memperoleh penghasilan sekitar Rp 26 juta per bulan. Angka itu jauh di atas rata-rata upah minimum regional yang berada di kisaran Rp 3,3 juta.

Direktur Penempatan Pemerintah di Direktorat Penempatan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) Dyah Rejeningrum mengatakan, persyaratan pendidikan untuk mengikuti program itu relatif terbuka. Calon pekerja minimal merupakan lulusan SMP. Namun, dalam perkembangannya sekitar 80 persen pendaftar justru berasal dari lulusan SMA.

Baca Juga: Siswi SMAN 1 Labuapi Raih Juara II FLS3N Cipta Puisi, Benda Mati Jadi Inspirasi Puisi

“Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara transparan melalui sistem Sisco P2MI, yang meliputi seleksi dokumen, ujian bahasa, hingga tes fisik dan wawancara,” ujar Dyah saat audiensi penjajakan supply tenaga kerja program G2G Korea sektor pertanian di Aula SMKPPN Mataram, Rabu (19/8).

Selain pendidikan, calon PMI ke Korea harus memiliki kemampuan bahasa Korea, kondisi fisik prima, tidak buta warna, serta bebas dari penyakit TBC. Kemampuan bahasa menjadi salah satu tahapan penting karena calon pekerja wajib mengikuti ujian EPS-TOPIK (Employment Permit System - Test of Proficiency in Korea).

Setelah dinyatakan lulus seluruh tahapan seleksi, calon pekerja masuk dalam daftar tunggu atau roster. Selanjutnya, pekerja dipilih pengguna jasa di Korea melalui penerbitan Standard Labor Contract (SLC). Karena program kerja ke Korea melalui skema G2G dibuka setiap tahun, peluang itu dinilai dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat NTB untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

Baca Juga: AMMAN Bawa AI Ready ASEAN ke Unram, Literasi AI NTB Naik Kelas

Besarnya peluang kerja ke Korea juga mendorong munculnya gagasan agar pembelajaran bahasa Korea diperkenalkan lebih dini di sekolah vokasi. Muatan lokal bahasa Korea dinilai dapat membantu siswa mempersiapkan diri sebelum masuk ke pasar kerja internasional.

Dyah mengatakan, pihak Korea sangat menekankan kesiapan peserta dalam mengikuti EPS-TOPIK. Selama ini, tidak sedikit calon pekerja yang baru belajar bahasa Korea setelah lulus sekolah melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) maupun Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).

Dengan pembekalan bahasa Korea sejak sekolah, calon pekerja diharapkan tidak perlu memulai persiapan dari nol setelah lulus. Terlebih bagi siswa SMK yang memang sejak awal memiliki target kerja ke Korea.

Baca Juga: Siswi SRMP 18 Lobar Tampil di Istana Negara saat HUT RI

Peluang itu langsung direspons SMKPPN Mataram. Sekolah mulai memperkuat pembekalan bahasa asing sebagai bagian dari persiapan lulusan menembus pasar kerja global.

Kepala SMKPPN Mataram Sugiarta mengatakan, sekolah telah merintis peluang kerja internasional sejak empat tahun lalu. Salah satunya melalui program magang ke Jepang yang diperoleh saat sekolah berstatus sebagai SMK Unggulan.

Kini, pembekalan bahasa tidak hanya berfokus pada bahasa Inggris. SMKPPN Mataram mulai menambah bahasa Jepang dan bahasa Korea sebagai bekal bagi siswa yang ingin bekerja di luar negeri. Pembelajaran bahasa Inggris diberikan mulai kelas X hingga kelas XII. Sementara itu, bahasa Jepang dan bahasa Korea lebih difokuskan kepada siswa kelas XI dan XII.

Baca Juga: HUT ke-81 RI, Unram Dorong Kampus Jadi Penggerak Inovasi

“Rencananya kami akan berkoordinasi untuk menyelenggarakan kelas bahasa Jepang online bekerja sama dengan salah satu LPK,” terang Sugiarta.

Model pembelajaran hybrid dipilih karena siswa kelas XII saat ini menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama enam bulan di berbagai wilayah. Pembelajaran tatap muka akan kembali diintensifkan setelah siswa menyelesaikan PKL. Khusus bahasa Korea, SMKPPN Mataram mulai merintis klub bahasa Korea untuk siswa kelas XI. Kegiatan itu dibimbing guru yang menguasai bahasa Korea dan pernah tinggal di Negeri Ginseng.

“Peluang kerja di sektor perikanan Korea kini sudah terbuka lebar melalui program G2G,” ujar Sugiarta.

Baca Juga: Kasek SD-SMP di Mataram Segera Diisi, Nama Calon Tunggu Verifikasi BKN

Menurutnya, tidak semua siswa memiliki keinginan bekerja ke luar negeri. Sebagian memilih melanjutkan pendidikan tinggi atau membangun usaha sendiri. Namun, bagi siswa yang memiliki tekad bekerja di luar negeri, sekolah akan memberikan pendampingan sesuai kebutuhan.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
kerja ke Korea peluang kerja ke Korea kerja ke Korea dari NTB peluang kerja Korea NTB SMKPPN Mataram