LombokPost- Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Mataram menggelar Renungan dan Malam Ulang Janji memperingati HUT Gerakan Pramuka ke-65, pekan lalu.
Kegiatan itu diikuti jajaran Andalan Kwarcab Kota Mataram, Dewan Kerja Cabang (DKC) Kota Mataram, para ketua Kwarran beserta jajaran se-Kota Mataram, serta Pramuka Penegak se-Kota Mataram.
Bagi keluarga besar Gerakan Pramuka Kota Mataram, Malam Ulang Janji bukan sekadar agenda rutin menjelang HUT Pramuka. Momentum ini menjadi ruang untuk berhenti sejenak, mengenang jasa para pendahulu, sekaligus melakukan refleksi terhadap perjalanan pengabdian selama satu tahun terakhir.
Baca Juga: SMKPPN Mataram Siapkan Siswa Kerja ke Korea, Bahasa Jadi Bekal Utama
Ketua Kwarcab Kota Mataram Didi Sumardi mengatakan, Malam Ulang Janji Pramuka harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat kembali semangat pengabdian. Setiap anggota Pramuka diajak melihat kembali apa yang telah dilakukan dan mengevaluasi langkah ke depan.
“Perjalanan waktu kita satu tahun sebelumnya hendaknya menjadi catatan bagi kita semua sebagai bagian dari kita melakukan refleksi akan apa yang telah kita lakukan,” kata Didi.
Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi salah satu kekuatan penting dalam perjalanan Gerakan Pramuka. Karena itu, seluruh keluarga besar Pramuka Kota Mataram diminta konsisten memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Baca Juga: Siswi SMAN 1 Labuapi Raih Juara II FLS3N Cipta Puisi, Benda Mati Jadi Inspirasi Puisi
Didi menegaskan, pengabdian Pramuka harus terus tumbuh di setiap satuan. Mulai dari Gugus Depan, Kwartir Ranting, Dewan Kerja, hingga satuan pembinaan lainnya.
Setiap kegiatan Pramuka, lanjut dia, diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi harus menghasilkan kemajuan yang dapat dirasakan dan diukur dari waktu ke waktu.
“Artinya, setiap kegiatan yang kita lakukan harus memberikan kemajuan dan manfaat yang bisa dirasakan,” ujarnya.
Baca Juga: Kepala SD-SMP Mataram Segera Diisi, Nama Calon Kasek Sudah Disiapkan
Didi berharap semangat Malam Ulang Janji dapat diterjemahkan melalui tindakan nyata di lingkungan pengabdian masing-masing. Terutama dengan menghadirkan kebaikan dan manfaat bagi masyarakat.
“Marilah kita terus memberikan satu kebaikan, terus memberikan satu hal yang dibutuhkan, sebagai bagian kita menjawab berbagai masalah-masalah yang kita hadapi di tempat pengabdian kita masing-masing,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post