UMMAT Perkuat Internasionalisasi Kampus, Empat Mahasiswa Sudan Bergabung

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:45 WIB
Empat mahasiswa asal Sudan yang berkuliah di UMMAT.
Empat mahasiswa asal Sudan yang berkuliah di UMMAT.

 

LombokPost-Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menerima empat mahasiswa internasional baru asal Sudan. Mereka akan menempuh pendidikan pada Tahun Akademik 2026/2027.

Kehadiran empat mahasiswa itu menambah jumlah mahasiswa internasional UMMAT menjadi 20 orang. Penambahan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya universitas memperluas jejaring internasional dan membangun atmosfer akademik multikultural.

Empat mahasiswa asal Sudan akan menempuh pendidikan pada sejumlah program studi. Mohamed Ali Elzain Mohamed dan Ali Ibrahim Ali Elhaj memilih Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam (FAI).

Abualgassim Khaled Elias Omar akan menempuh pendidikan pada Program Studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL). Sementara Omnia Ibrahim Adam Musa memilih Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK).

Kehadiran mereka menunjukkan semakin terbukanya UMMAT sebagai salah satu tujuan pendidikan tinggi bagi mahasiswa internasional. Langkah itu juga memperkuat proses internasionalisasi yang terus dikembangkan universitas.

Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) UMMAT Asbah, M.Hum., mengatakan keberadaan mahasiswa internasional memiliki makna lebih luas daripada sekadar penambahan jumlah mahasiswa asing.

“Keberadaan mahasiswa internasional di UMMAT merupakan salah satu indikator penting bergeraknya proses internasionalisasi kampus. Namun, menghadirkan mahasiswa dari berbagai negara bukanlah tujuan akhir. Kehadiran mereka diharapkan menjadi pemicu terciptanya international atmosphere di lingkungan kampus sekaligus mendorong tahapan berikutnya, yaitu internationalization at home dan internationalization of the curriculum,” ujarnya.

Wakil Rektor IV UMMAT yang membidangi KUIK, Dr. H. Zaenudin, M.Pd.I., mengatakan universitas akan terus memperluas upaya menghadirkan mahasiswa internasional dari berbagai negara.

Langkah itu menjadi bagian dari strategi memperkuat kerja sama luar negeri. UMMAT juga ingin meningkatkan reputasi universitas di tingkat global.

“Kami terus mendorong agar UMMAT menjadi kampus yang semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat internasional. Kehadiran mahasiswa dari Sudan ini menjadi energi positif bagi proses internasionalisasi yang sedang kita bangun. Ke depan, tentu tidak hanya dari satu negara. Kami berharap mahasiswa dari semakin banyak negara memilih UMMAT sebagai tempat untuk belajar dan mengembangkan diri,” ungkapnya.

Zaenudin menilai keberadaan mahasiswa internasional juga memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa lokal. Interaksi sehari-hari membuka ruang pembelajaran lintas budaya yang tidak selalu diperoleh melalui pendidikan formal.

“Mahasiswa UMMAT tidak harus pergi ke luar negeri terlebih dahulu untuk memperoleh pengalaman internasional. Ketika lingkungan kampus menghadirkan keberagaman kebangsaan, bahasa, budaya, dan cara pandang, proses internationalization at home sesungguhnya sudah mulai berlangsung,” jelasnya.

Karena itu, UMMAT tidak hanya berupaya meningkatkan jumlah mahasiswa internasional. Universitas juga terus menyiapkan ekosistem kampus yang inklusif dan adaptif.

Ekosistem tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman akademik dan sosial yang berkualitas bagi seluruh mahasiswa.

Rektor UMMAT Dr. H. Abdul Wahab, M.A., turut mengapresiasi bertambahnya mahasiswa internasional yang memilih UMMAT sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi.

Menurutnya, kepercayaan mahasiswa dan keluarga dari luar negeri menjadi modal penting bagi transformasi universitas. UMMAT diarahkan menjadi perguruan tinggi yang unggul, Islami, dan berwawasan global.

“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut dengan penuh kebahagiaan mahasiswa internasional yang mempercayakan pendidikan mereka kepada Universitas Muhammadiyah Mataram. Sebelumnya, UMMAT telah memiliki 16 mahasiswa internasional, dan pada Tahun Akademik 2026/2027 ini bertambah 4 mahasiswa baru asal Sudan, sehingga secara keseluruhan jumlah mahasiswa internasional UMMAT kini menjadi 20 orang,” tutur Abdul Wahab.

Ia menilai pertambahan jumlah mahasiswa internasional menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat luar negeri terhadap UMMAT. Capaian itu juga menjadi indikator positif dalam perjalanan internasionalisasi kampus.

“Bagi kami, 20 mahasiswa internasional ini bukan sekadar angka. Kehadiran mereka merupakan bagian penting dari proses membangun lingkungan akademik yang lebih terbuka, multikultural, dan berwawasan global. Mereka bukan hanya mahasiswa, tetapi juga bagian dari keluarga besar UMMAT dan bagian penting dari perjalanan internasionalisasi universitas,” lanjutnya.

Abdul Wahab menegaskan UMMAT akan terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan akademik. Fasilitas pendukung serta kerja sama internasional juga akan diperkuat.

Langkah itu diarahkan agar mahasiswa dari berbagai negara mendapatkan pengalaman belajar berkualitas selama menempuh pendidikan di Indonesia.

“Kami ingin mahasiswa internasional tidak hanya mendapatkan ilmu di ruang kuliah, tetapi juga mengenal masyarakat Indonesia, budaya lokal, nilai-nilai Islam yang berkemajuan, serta memperoleh pengalaman hidup dalam lingkungan akademik yang beragam. Sebaliknya, kehadiran mereka juga memperkaya wawasan mahasiswa dan dosen UMMAT tentang dunia internasional,” ujarnya.

Ia berharap jumlah mahasiswa internasional di UMMAT terus bertambah setiap tahun. Mahasiswa yang datang juga diharapkan berasal dari semakin banyak negara.

Namun, menurut Abdul Wahab, peningkatan jumlah harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu akademik. Penguatan ekosistem internasional di lingkungan universitas juga harus terus dilakukan.

“Target kita bukan semata-mata menghadirkan mahasiswa dari luar negeri, tetapi membangun UMMAT sebagai kampus yang benar-benar memiliki atmosfer internasional, sehingga seluruh sivitas akademika dapat memperoleh pengalaman global di dalam lingkungan kampus sendiri,” pungkasnya.

Empat mahasiswa asal Sudan kini menambah jumlah mahasiswa internasional UMMAT menjadi 20 orang. Penambahan itu memperkuat komitmen universitas menjadikan internasionalisasi sebagai bagian integral dari pengembangan kampus.

UMMAT terus mendorong penguatan jejaring internasional serta mobilitas mahasiswa dan dosen. Pembelajaran lintas budaya dan pengembangan kurikulum berperspektif global juga terus dikembangkan.

Upaya itu berjalan bersama pembangunan international atmosphere di lingkungan kampus. UMMAT diarahkan menjadi perguruan tinggi yang semakin terbuka, inklusif, dan kompetitif di tingkat internasional.

Editor : Akbar Sirinawa
mahasiswa internasional mahasiswa Sudan Tahun Akademik 2026/2027 ummat internasionalisasi kampus