LombokPost- Pemutakhiran data pendidikan nasional kembali dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kemendikdasmen juga telah meluncurkan sistem pendataan pendidikan terbaru, yakni dalam versi 2027.a.
Peluncuran Dapodik 2027 tak hanya menyangkut pembaruan aplikasi. Kompetensi operator sekolah juga menjadi perhatian. Mereka dituntut lebih cermat melakukan input dan sinkronisasi agar data pendidikan tetap valid dan hak administrasi siswa tidak terganggu.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Naufal Aldian mengatakan, salah satu fokus penerapan Dapodik 2027.a adalah mengantisipasi munculnya data residu baru.
Baca Juga: SMKN 1 Lingsar Galang Donasi untuk Korban Gempa NTT
Menurut pria yang akrab disapa Dion itu, persoalan data residu sebelumnya sempat menjadi perhatian. Salah satunya berupa data ganda ketika satu siswa tercatat memiliki dua Dapodik aktif. Kondisi itu biasanya terjadi ketika siswa pindah sekolah, tetapi data Dapodik di sekolah asal belum dicabut. Akibatnya, data siswa masih tercatat aktif di sekolah lama sekaligus masuk ke sekolah baru.
“Penerapan sistem Dapodik 2027 menjadi jaminan agar kasus serupa tidak terulang kembali di kemudian hari,” ujar Dion di sela-sela memberikan Bimbingan Teknis aplikasi Dapodik versi 2027.a jenjang SD se-Kota Mataram di SMPN 16 Mataram..
Ia menjelaskan, persoalan data residu Dapodik telah dituntaskan dalam dua tahun terakhir. Karena itu, penerapan Dapodik versi terbaru lebih diarahkan pada langkah pencegahan agar persoalan serupa tidak kembali muncul.
Baca Juga: Patroli Rinjani Presisi Polda NTB Sasar Jalan Pemuda Mataram, Antisipasi 3C
Selain data residu, kata Dion, sinkronisasi Dapodik dengan Dukcapil juga menjadi perhatian. Data pendidikan harus selaras dengan data kependudukan agar siswa tidak mengalami kendala administratif.
Beberapa persoalan di lapangan menunjukkan ketidaksesuaian data keluarga dapat berdampak pada proses pendataan siswa. Salah satunya ketika perubahan kondisi keluarga, seperti perceraian orang tua, belum sepenuhnya sinkron dalam sistem administrasi kependudukan.
“Karena itu, operator sekolah memiliki peran penting dalam memastikan data Dapodik siswa sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ujarnya.
Baca Juga: Sade Terbakar, Kapolda dan Gubernur NTB Turun Langsung Pastikan Kondisi Warga
Dion menegaskan, kehadiran Dapodik 2027 bukan karena sistem Dapodik versi sebelumnya mengalami kerusakan. Pembaruan itu merupakan bagian dari pemutakhiran sistem yang dilakukan Kemendikdasmen secara berkala.
Peningkatan kompetensi operator dinilai penting agar proses penginputan dan sinkronisasi data berjalan tanpa kendala. Operator juga diharapkan tidak sekadar mengejar proses sinkronisasi. Ketelitian saat melakukan input menjadi kunci agar tidak muncul persoalan data di kemudian hari.
“Yang terpenting adalah bagaimana operator meningkatkan kompetensi dalam penginputan pada platform terbaru,” kata Dion.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post