LombokPost-SMAN 1 Mataram (Smansa) terus mendorong penguatan pendidikan karakter melalui, kegiatan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga menanamkan nilai moral, spiritual, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.
"Ini kita wujudkan melalui kegiatan Smansa Spiritual Camp bagi siswa beragama Hindu yang dirangkai dengan kegiatan Smansa Berdampak," terang Ketua Pelaksana Smansa Spiritual Camp Hindu I Gede Aditya Dananjaya, Senin (24/8).
Kegiatan yang mengusung tema “Pasraman Kilat SMAN 1 Mataram, Wujudkan Siswa Hindu yang Berkarakter Mulia” tersebut telah berlangsung pada 21 - 24 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Siswa Kurang Mampu Jangan Takut Masuk Smansa Mataram
Rangkaian kegiatan Pasraman Kilat diisi dengan berbagai aktivitas yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menarik sekaligus edukatif bagi para peserta.
“Ada pemaparan materi agama Hindu oleh pemateri, yoga, games yang seru dan edukatif, serta sharing session,” ujar Aditya.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, kedisiplinan, serta membentuk karakter mulia dalam diri siswa Hindu Smansa Mataram.
Rangkaian Pasraman Kilat kemudian ditutup dengan kegiatan Smansa Berdampak yang digelar pada hari terakhir, tepatnya Senin (24/8).
Berlangsung di Kelurahan Punia dengan melibatkan para peserta Pasraman Kilat secara langsung dalam aksi sosial di tengah masyarakat.
Di sini, siswa menyerahkan sebanyak 50 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Lurah Punia Lalu Suyudi Ningrat Atmanegara mengatakan bantuan tersebut ditujukan kepada kalangan lanjut usia (lansia).
Baca Juga: Juarai Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Tingkat Provinsi, SMAN 1 Mataram Wakili NTB Menuju Nasional
Pihaknya mengapresiasi kegiatan sosial yang dilaksanakan Smansa Mataram karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan nilai-nilai kepedulian kepada sesama.
"Pendidikan karakter tidak hanya dibentuk melalui proses belajar di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi dan keterlibatan langsung dengan lingkungan sekitar," jelasnya.
Pembina Kerohanian Hindu Smansa Mataram, Ni Komang Purni Marsini berharap pelaksanaan Pasraman Kilat dan Smansa Berdampak dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi siswa maupun masyarakat.
“Harapannya, siswa Hindu SMAN 1 Mataram tidak hanya memiliki pemahaman spiritual yang lebih baik, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat membentuk siswa menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama, mampu mengendalikan diri, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Baca Juga: KPP Mataram Timur Tanamkan Kesadaran Pajak ke Siswa SMAN 1 Kediri
Menurutnya, Smansa Spiritual Camp tidak hanya menjadi ruang bagi siswa untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter melalui pengalaman langsung.
"Smansa Berdampak menjadi bentuk nyata bagaimana pembelajaran spiritual diterjemahkan, ke dalam aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat," tandasnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan