Program PEREMPUAN Poltekkes Kemenkes Mataram Dorong Remaja SMPN 1 Batulayar Cegah Anemia

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:22 WIB
BELAJAR: Para siswi SMPN 1 Batulayar mengikuti kegiatan Program PEREMPUAN melalui edukasi pencegahan anemia dan minum tablet tambah darah (TTD) secara berjamaah.
PENGABDIAN: Para siswi SMPN 1 Batulayar mengikuti kegiatan Program PEREMPUAN melalui edukasi pencegahan anemia dan minum tablet tambah darah (TTD) secara berjamaah.

 

LombokPost–Upaya meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya anemia terus dilakukan melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan di lingkungan sekolah.

Salah satunya melalui program Pemberdayaan Remaja Peduli dan Atasi Anemia (PEREMPUAN) yang dilaksanakan di SMPN 1 Batulayar, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut melibatkan sebanyak 50 siswi SMPN 1 Batulayar. Program ini didampingi tim pengabdi dari dosen Jurusan Kebidanan, yakni Yunita Marliana, SSiT., M.Keb., Desi Rofita, M.Keb., dan Ni Nengah Arini Murni, M.Kes.

"Program PEREMPUAN dirancang sebagai wadah bagi para remaja untuk mendapatkan informasi yang benar dan mudah dipahami mengenai anemia," jelas Yunita Marliana, SSiT., M.Keb mewakili tim pengabdi.

Edukasi diberikan untuk meningkatkan wawasan sekaligus membangun kesadaran mengenai dampak anemia terhadap kesehatan dan aktivitas remaja.

Melalui kegiatan tersebut, para siswi didorong memahami pentingnya menerapkan pola makan bergizi, melakukan aktivitas fisik serta mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) secara rutin. 

Baca Juga: Poltekkes Mataram Serahkan Alat Skrining PTM ke Desa Sigar Penjalin

Para remaja juga diberikan pemahaman mengenai anjuran konsumsi TTD, yakni satu tablet sekali minum setiap pekan.
Rangkaian kegiatan berlangsung secara interaktif dan komprehensif.

Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai anemia, mulai dari dampaknya terhadap remaja, pentingnya asupan makanan bergizi, aktivitas fisik, hingga manfaat konsumsi TTD.

Selain edukasi, dilakukan pula screening kesehatan remaja. Pemeriksaan meliputi pengukuran indeks massa tubuh (IMT), tanda-tanda vital serta pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran kondisi kesehatan para siswi.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah minum TTD secara berjamaah. Para siswi sasaran pengabdian diajak mengonsumsi satu butir TTD secara serentak bersama-sama.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk membangun kebiasaan positif dalam mencegah anemia sejak usia remaja.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para siswi mengikuti setiap sesi dengan semangat dan terlibat aktif. Mereka juga tidak ragu mengklarifikasi berbagai informasi, terutama mengenai pengalaman maupun mitos tentang anemia yang selama ini beredar di masyarakat.

Baca Juga: Poltekkes Mataram Kembangkan Rajalom untuk Ibu Nifas di Lombok Barat

Tim pengabdi menilai pendekatan edukasi dan pemberdayaan menjadi salah satu kekuatan utama program PEREMPUAN. "Pengetahuan yang baik diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku positif dalam menjaga kesehatan," tambah Yunita.

Dengan demikian, remaja tidak hanya diharapkan sehat dan aktif, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang mandiri serta berdaya guna bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
SMAN 1 Batulayar pengabdian ke masyarakat Poltekkes Kemenkes Mataram Anemia