Unram Kerahkan 61 Personel dan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Jay • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:16 WIB
KEPEDULIAN SOSIAL: Rektor Unram melalui Kepala LPPM Unram sekaligus Koordinator Konsorsium Trilateral Indonesia Timur (KTIT) Dr. Andi Chairil Ichsan, M.Si didampingi dosen, nakses, dan mahasiswa menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa NTT, Selasa (25/8).
KEPEDULIAN SOSIAL: Rektor Unram melalui Kepala LPPM Unram sekaligus Koordinator Konsorsium Trilateral Indonesia Timur (KTIT) Dr. Andi Chairil Ichsan, M.Si didampingi dosen, nakses, dan mahasiswa menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa NTT, Selasa (25/8).

LombokPost- Universitas Mataram (Unram) menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tak hanya menyalurkan bantuan kemanusiaan, Unram juga mengerahkan tenaga kesehatan, dosen, dan mahasiswa untuk membantu penanganan masyarakat di wilayah terdampak.

Sebanyak 61 personel Unram diterjunkan dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Mereka terdiri atas tenaga kesehatan (nakes), dosen, dan mahasiswa yang terlibat langsung dalam mendukung penanganan serta pemulihan masyarakat pascagempa.

Respons kemanusiaan Unram difokuskan di dua wilayah terdampak, yakni Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kampung Lehot, Kabupaten Manggarai Tengah.

Baca Juga: Dosen Unram Bawa Nama Indonesia ke Forum Global Pencegahan Tenggelam

Bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas sivitas akademika Unram terhadap masyarakat NTT.

Selain bantuan logistik dan obat-obatan, kehadiran 61 personel Unram di lapangan diharapkan dapat memberikan dukungan langsung bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa pemulihan pascabencana.

Untuk mendukung penanganan korban gempa NTT, Unram menghimpun donasi dengan total mencapai Rp 110 juta. Bantuan tersebut berasal dari berbagai unsur di lingkungan kampus.

Rinciannya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) memberikan dukungan Rp 30 juta.

Rektorat Unram menyumbang Rp 35 juta, bantuan dalam bentuk obat-obatan senilai Rp 28 juta, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unram sebesar Rp 17 juta.

Donasi tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk kebutuhan pokok, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan mendesak lainnya. Bantuan Unram untuk korban gempa NTT disalurkan secara langsung ke lokasi terdampak agar dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Siswi SMAN 3 Mataram Raih Perunggu Voli Indoor Porprov NTB 2026

Keterlibatan Unram tidak berhenti pada bantuan darurat. Perguruan tinggi tersebut juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa asal NTT yang terdampak bencana. Sebanyak 138 mahasiswa asal NTT mendapatkan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari Unram. Kebijakan ini menjadi bentuk dukungan agar kondisi bencana tidak menghambat mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan.

Pembebasan UKT tersebut menjadi bagian dari langkah Unram mendukung pemulihan jangka panjang masyarakat terdampak.

Artinya, respons Unram terhadap gempa NTT tidak hanya menyasar kebutuhan darurat, tetapi juga keberlangsungan pendidikan mahasiswa.

Kebijakan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perguruan tinggi dapat mengambil peran dalam berbagai tahapan penanganan bencana, mulai dari bantuan kemanusiaan hingga pemulihan masyarakat.

Rektor Unram melalui Kepala LPPM Unram sekaligus Koordinator Konsorsium Trilateral Indonesia Timur (KTIT) Dr. Andi Chairil Ichsan, M.Si., mengatakan keterlibatan sivitas akademika dalam respons kebencanaan merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi dan kolaborasi Unram dalam Konsorsium Trilateral Indonesia Timur.

Baca Juga: Kasek Mataram Segera Diisi, Pengawas Sekolah Juga Dibidik

“Universitas Mataram berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana dan peran serta Unram dalam keterlibatannya di Konsorsium Trilateral Indonesia Timur,” ujar Dr. Andi dalam kegiatan penyaluran bantuan, Selasa (25/8).

Menurutnya, kehadiran tenaga kesehatan, dosen, dan mahasiswa di lokasi gempa NTT merupakan bentuk solidaritas sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban warga dan mendukung proses pemulihan pascabencana.

Keterlibatan 61 personel Unram juga menjadi bagian dari pembelajaran kemanusiaan bagi mahasiswa.

Mereka tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah, tetapi juga belajar membangun kepedulian, empati, kemampuan bekerja sama, dan tanggung jawab sosial.

Baca Juga: TKA 2027, MKKS SMP Kota Mataram Siapkan Strategi Baru

Pengalaman terjun langsung dalam penanganan bencana memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami persoalan masyarakat secara nyata. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari pendidikan di perguruan tinggi.

Unram berharap sinergi antara sivitas akademika, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terus diperkuat untuk mendukung pemulihan korban gempa NTT.

Bagi Unram tambah Dr. Andi, bantuan kemanusiaan tersebut bukan sekadar penyaluran logistik.

Kehadiran Unram untuk korban gempa NTT menjadi bentuk nyata semangat Unram Hadir untuk Masyarakat, sekaligus komitmen perguruan tinggi untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam situasi kebencanaan.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
korban gempa NTT Gempa NTT bantuan Unram Unram Universitas Mataram