Mahasiswa Unram Berangkat ke NTT, Lanjutkan Misi Kemanusiaan

Jay • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 16:22 WIB
Mahasiswa Unram Berangkat ke NTT, Lanjutkan Misi Kemanusiaan
Mahasiswa Unram Berangkat ke NTT, Lanjutkan Misi Kemanusiaan

 

LombokPost- Universitas Mataram (Unram) kembali mengirim relawan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi. Sebanyak 12 mahasiswa dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unram diberangkatkan menuju NTT, Rabu (26/8).

Keberangkatan relawan Unram ke NTT tersebut menjadi bagian dari misi kemanusiaan sekaligus upaya mendukung pemulihan masyarakat pascabencana. Tim relawan batch ketiga akan menjalankan tugas selama 26 Agustus hingga 4 September 2026. Mereka dilepas Rektor Unram Prof Sukardi di Lobby Rektorat Unram. Pengiriman batch ketiga ini melanjutkan aksi kemanusiaan Unram yang sebelumnya telah mengirimkan tim medis serta relawan batch pertama dan kedua ke wilayah terdampak.

Prof Sukardi mengatakan, keputusan Unram mengirim relawan ke NTT tidak terlepas dari pengalaman masyarakat NTB menghadapi gempa 2018. Pengalaman tersebut membuat sivitas akademika Unram memahami beratnya situasi yang harus dihadapi masyarakat ketika bencana terjadi.

Baca Juga: Kepala Sekolah di Mataram Banyak Masih Plt, PGRI Soroti Lemahnya Perencanaan

“Adik-adik semua, kita tahu tahun 2018 kita juga merasakan hal yang sama. Kita tahu betul bagaimana musibah gempa ini, kita hidup di jalan, di tenda karena situasi dan keadaan,” ujar Prof Sukardi.

Menurut Prof Sukardi, kedekatan geografis NTB dan NTT menjadi salah satu alasan Unram bergerak membantu lebih awal. Sebagai perguruan tinggi yang berada di kawasan Indonesia Timur, Unram memiliki tanggung jawab moral untuk hadir membantu masyarakat NTT.

“Untuk itu NTB, Unram, kita berada di kawasan Indonesia Timur yang berdekatan dengan NTT menjadi pionir yang paling utama membantu saudara-saudara kita,” lanjutnya.

Baca Juga: 47 Dokter Baru FK Unizar Diambil Sumpah, 14 Raih Cumlaude

Misi kemanusiaan Unram di NTT dilakukan secara bertahap. Sebelum keberangkatan relawan batch ketiga, tim medis Unram telah lebih dahulu bergerak membawa obat-obatan dan memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak gempa. Langkah tersebut kemudian dilanjutkan relawan batch pertama dan kedua. Setiap kegiatan relawan juga dilaporkan sebagai bagian dari pemantauan dan evaluasi aksi kemanusiaan Unram.

Kepedulian Unram terhadap masyarakat terdampak gempa tidak hanya diwujudkan melalui pengiriman relawan. Kampus juga memberikan dukungan kepada mahasiswa asal NTT yang terdampak bencana. Sebanyak 138 mahasiswa asal NTT mendapatkan pembebasan sementara Uang Kuliah Tunggal (UKT). Selain itu, Unram menghimpun donasi yang kemudian disalurkan melalui LLDikti.

“Sebagai bentuk komitmen kepedulian Unram, selain pembebasan UKT sementara 138 orang mahasiswa kita yang berasal dari NTT yang terdampak bencana ini, donasi terus kita kumpulkan dan sudah kita salurkan melalui LLDikti,” ungkap Prof Sukardi.

Baca Juga: Unram Kerahkan 61 Personel dan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian Unram terhadap korban gempa NTT dilakukan melalui berbagai lini. Tidak hanya membantu masyarakat di lokasi bencana, Unram juga berupaya memastikan mahasiswa asal NTT tetap mendapatkan dukungan selama masa pemulihan.

Dalam menjalankan misi kemanusiaan di NTT, Prof Sukardi mengingatkan para relawan agar tidak hanya memperhatikan kebutuhan fisik masyarakat. Pemulihan psikologis, khususnya anak-anak, juga menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana.

“Penanganan seperti trauma setelah kejadian menjadi perlu untuk kita perhatikan. Anak-anak, terutama pemulihan psikisnya, menjadi fokus kita juga,” tuturnya.

Baca Juga: Dosen Unram Bawa Nama Indonesia ke Forum Global Pencegahan Tenggelam

Karena itu, keberadaan relawan mahasiswa Unram di NTT diharapkan tidak sekadar membantu secara fisik. Para mahasiswa juga dapat memberikan pendampingan dan menghadirkan dukungan moral bagi masyarakat yang sedang melewati masa sulit setelah gempa.

Prof Sukardi mengapresiasi mahasiswa, dosen dan seluruh elemen Unram yang ikut bergerak dalam aksi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa menjadi bentuk nyata kepedulian sebagai sesama manusia dan sesama warga negara.

“Ini bentuk kepedulian kita sebagai sesama manusia, sesama warga negara,” ujarnya.

Baca Juga: Siswi SMAN 3 Mataram Raih Perunggu Voli Indoor Porprov NTB 2026

Prof Sukardi juga berpesan kepada relawan Unram untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama berada di NTT. Perjalanan dan tugas kemanusiaan membutuhkan kondisi fisik yang prima. Namun, pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sosial.

Menurut Prof Sukardi, aktivitas mahasiswa di lapangan juga dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran. Kegiatan kemanusiaan tersebut bahkan dapat dikonversi melalui skema Kuliah Kerja Nyata (KKN), sehingga pengalaman mahasiswa di tengah masyarakat dapat memperoleh pengakuan akademik.

“Belajar itu tidak harus di ruang kelas, tetapi di masyarakat,” tegasnya.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya Unram memperluas pembelajaran mahasiswa. Selain kompetensi akademik, mahasiswa diharapkan memiliki empati, kepedulian dan tanggung jawab sosial. Keberangkatan relawan batch ketiga Unram ke NTT kembali menegaskan komitmen kampus untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

Baca Juga: Kasek Mataram Segera Diisi, Pengawas Sekolah Juga Dibidik

Dukungan diberikan melalui berbagai lini, mulai dari tenaga medis, mahasiswa, dosen hingga dukungan institusi. Seluruh elemen tersebut mengambil bagian dalam membantu masyarakat melewati masa pemulihan pascabencana. Setelah misi kemanusiaan di NTT, Unram juga tengah menyiapkan tim untuk memberikan dukungan kepada masyarakat Desa Sade yang baru terdampak musibah kebakaran.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Unram dalam aksi kemanusiaan. Kampus tidak hanya hadir melalui kegiatan akademik, tetapi juga bergerak ketika masyarakat membutuhkan dukungan. Keberadaan relawan Unram di NTT diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat terdampak gempa sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung tentang kepedulian, solidaritas dan tanggung jawab sosial.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
12 mahasiswa Unram relawan Unram relawan Unram ke NTT mahasiswa Unram ke NTT Unram