LombokPost- Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MAN 2 Mataram mendapat pengawalan langsung melalui program Supervisi Kolaboratif Madrasah yang digelar Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Kota Mataram.
Supervisi Kolaboratif Madrasah tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan KBC tidak sekadar menjadi konsep, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas. Pendampingan juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kualifikasi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih humanis dan menyenangkan.
Ketua Pokjawas Madrasah Kota Mataram Rusnan mengatakan, supervisi kolaboratif melibatkan 10 pengawas lintas jenjang serta kepala MAN 2 Mataram dan tim kurikulum. Model tersebut dinilai lebih komprehensif dibandingkan supervisi yang dilakukan secara mandiri.
Baca Juga: Kasus Korupsi Rektor Unsoed Dinilai Jadi Momentum Audit Menyeluruh PTN
“Supervisi ini untuk melihat langsung bagaimana implementasi KBC di kelas. Kami juga memberikan contoh kepada guru bagaimana memulai dan menutup pembelajaran dengan pendekatan kasih sayang," kata Rusnan.
Menurutnya, latar belakang akademis para pengawas yang beragam menjadi salah satu kekuatan dalam Supervisi Kolaboratif Madrasah. Para pengawas berasal dari berbagai bidang, mulai Fisika, Kimia, IPA, Matematika, Bahasa Inggris, Pendidikan Agama, hingga Bimbingan Konseling (BK). Keragaman kompetensi tersebut memungkinkan proses observasi pembelajaran dilakukan secara lebih detail. Setiap pengawas dapat memberikan masukan sesuai bidang keahliannya sekaligus melihat penerapan KBC dari berbagai aspek.
Setelah observasi kelas, tim pengawas langsung menyampaikan refleksi hasil temuan kepada guru. Evaluasi dilakukan secara terbuka agar berbagai catatan supervisi dapat segera ditindaklanjuti.
Baca Juga: Banyak Kasek Masih Plt, Disdik Mataram Jelaskan Kendalanya
"Setelah observasi, kami memberikan refleksi langsung kepada guru. Dengan begitu, guru bisa segera melakukan perbaikan," jelas Rusnan.
Tidak berhenti pada evaluasi guru, hasil supervisi juga akan dianalisis Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum. Catatan tersebut menjadi bahan bagi kepala madrasah dalam melakukan pembinaan guru secara berkelanjutan.
Rusnan menegaskan, penguatan merupakan bagian dari upaya menyukseskan program prioritas Kementerian Agama. Supervisi tidak hanya diarahkan untuk mencari kekurangan, tetapi juga menjadi ruang pendampingan bagi guru dan madrasah.
Baca Juga: OBA ke-9 NTB Diikuti 116 Siswa, Bahasa Arab Diperkuat di Era AI
Sementara itu, Kepala MAN 2 Mataram Sumber Hadi mengatakan, pembelajaran yang menyenangkan menjadi salah satu prioritas madrasah. Karena itu, penerapan KBC MAN 2 Mataram terus diperkuat untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi siswa.
Pelaksanaan Supervisi Kolaboratif Madrasah dari Pokjawas Kemenag Kota Mataram pun mendapat apresiasi dari pihak MAN 2 Mataram. Menurut Sumber, tim pengawas menilai proses pembelajaran di MAN 2 Mataram sudah berjalan dengan sangat baik. Meski demikian, pihak madrasah tetap terbuka terhadap berbagai masukan. Salah satu catatan yang diberikan tim pengawas adalah perlunya penguatan aspek ekoteologi dalam ekosistem pembelajaran.
"Kita tidak bisa mengedepankan ego sektoral untuk menolak atau mengabaikan masukan dari luar. Ini adalah langkah percepatan perbaikan agar siswa selalu nyaman belajar di MAN 2 Mataram," tegas Sumber.
Baca Juga: 125 Guru di NTB Ikuti UKBI, IGI Dorong Ada Standar Kemahiran Bahasa
Sebagai salah satu madrasah yang terpilih menjadi piloting project KBC, MAN 2 Mataram bergerak cepat melakukan berbagai persiapan. Pelatihan intensif telah dilaksanakan sebanyak dua kali dengan menghadirkan pemateri tingkat nasional dan provinsi. Selain itu, ketua Pokjawas Kemenag Kota Mataram juga memberikan pendampingan secara berkala kepada para guru.
Pendampingan tersebut membuat guru lebih siap menerapkan KBC dalam pembelajaran. Para guru juga telah menyusun perangkat pembelajaran yang disesuaikan dengan alur KBC.
“Dengan supervisi kolaboratif madrasah yang dilakukan secara terjadwal dan komprehensif, implementasi KBC di MAN 2 Mataram semakin kuat. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga membentuk siswa yang berkarakter mulia dan mendapatkan pengalaman belajar yang nyaman,” pungkasnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post