Merawat Sastra, Menguatkan Literasi: Unram Dorong Generasi Muda Mengapresiasi Karya Sastra Lokal dan

Jelo J • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 15:01 WIB
Unram melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Negeri 1 Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Agustus lalu.
Unram melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Negeri 1 Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Agustus lalu.

LombokPost-Sastra tak sekadar menjadi bacaan untuk dinikmati. Di balik puisi, prosa, maupun drama, terdapat nilai kehidupan yang dapat membentuk cara berpikir dan karakter generasi muda.

Hal itulah yang didorong Universitas Mataram (Unram) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Negeri 1 Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kemampuan Mengapresiasi Karya Sastra untuk Siswa-Siswa di SMA Negeri 1 Labuapi Lombok Barat” tersebut dilaksanakan tim dari bidang Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Bahasa Inggris FKIP Unram, Agustus lalu.

Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami sekaligus mengapresiasi karya sastra. Tidak hanya mengenalkan karya sastra lokal dan nasional, siswa juga diajak mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepekaan estetis, serta penghargaan terhadap nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga: Lahan Sempit Bukan Alasan, Unram Kenalkan Biopori untuk Tekan Risiko Banjir di Kekalik Jaya

Dalam pelaksanaannya, siswa tidak ditempatkan sekadar sebagai pembaca pasif. Mereka didorong untuk terlibat dalam proses interpretasi melalui kegiatan membaca, mengidentifikasi karakteristik karya, memahami konteks, hingga memberikan tanggapan secara kritis.

Pendekatan tersebut diterapkan dalam pembelajaran terhadap berbagai bentuk karya sastra, mulai dari puisi, prosa, hingga drama.

Pemahaman terhadap unsur intrinsik dan ekstrinsik karya juga menjadi bagian dari kegiatan. Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak berhenti pada pemahaman terhadap isi teks, tetapi mampu menangkap pesan, nilai, serta konteks sosial yang melatarbelakangi sebuah karya.

Sastra juga diposisikan sebagai ruang untuk memahami kehidupan manusia. Melalui karya sastra, siswa dapat melihat beragam pengalaman sosial, konflik, harapan, nilai kemanusiaan, hingga perspektif kehidupan yang berbeda.

Dengan demikian, apresiasi sastra menjadi proses pembelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbahasa. Lebih jauh, sastra dapat menjadi sarana melatih refleksi, empati, kreativitas, dan kemampuan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.

Kegiatan pengabdian UNRAM tersebut memiliki keterkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Penguatan literasi sastra menjadi bagian dari pengembangan kompetensi yang dibutuhkan generasi abad ke-21. Di dalamnya terdapat kemampuan komunikasi, kreativitas, berpikir kritis, sekaligus pemahaman terhadap budaya.

Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 11 tentang Sustainable Cities and Communities. Sastra dapat menjadi salah satu media untuk menjaga nilai budaya dan identitas lokal.

Karya sastra merekam pengalaman sosial masyarakat dalam berbagai bentuk. Karena itu, memperkenalkan sastra kepada generasi muda sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk mengenal nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Program tersebut juga memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam mentransfer pengetahuan secara langsung kepada masyarakat.

Unram tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga membawa keilmuan yang dimiliki dosen dan mahasiswa untuk menjawab kebutuhan di lingkungan sekolah.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi bagian penting dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, keilmuan bahasa dan sastra diterjemahkan menjadi kegiatan pembelajaran yang lebih aplikatif bagi siswa.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat pengabdian perguruan tinggi dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kemampuan mengapresiasi sastra pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa jauh siswa mampu memahami sebuah teks.

Lebih dari itu, sastra mengajak generasi muda memahami manusia, lingkungan sosial, budaya, serta berbagai persoalan kehidupan.

Ketika kemampuan literasi sastra diperkuat sejak bangku sekolah, siswa memiliki ruang untuk mengembangkan sikap kreatif, reflektif, kritis, sekaligus memiliki kepedulian terhadap budaya.

Bagi Unram, kegiatan pengabdian di SMA Negeri 1 Labuapi menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat. Sastra pun ditempatkan bukan sekadar sebagai materi pembelajaran, tetapi sebagai salah satu instrumen untuk membangun kualitas manusia dan menjaga keberlanjutan nilai budaya.

Editor : Jelo J
Sumber : Lombok Post
SMAN 1 Labuapi Unram pengabdian masyarakat