LombokPost- Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP di Kota Mataram tak lagi diarahkan sekadar menjadi wadah kegiatan siswa. Organisasi siswa itu didorong memiliki peran lebih besar sebagai pengawas kebijakan sekolah sekaligus penggerak pendidikan antikorupsi.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Mataram Burhanuddin mengatakan, OSIS SMP Mataram harus ditempatkan sebagai subjek aktif dalam tata kelola sekolah. Siswa perlu diberi ruang untuk menyampaikan pendapat, termasuk dalam proses penyusunan program dan anggaran sekolah.
“Jadi OSIS harus punya hak bicara di sekolah itu, bukan hanya objek semata, tapi mereka juga berpartisipasi ketika sekolah menyusun anggaran dan lain sebagainya,” jelas Burhanuddin.
Baca Juga: SNTS II 2026, UMMAT Pertemukan Riset Kampus dengan Dunia Profesional
Menurutnya, penguatan peran OSIS menjadi bagian penting dalam membangun karakter siswa. Salah satu fokus yang akan ditekankan adalah penanaman nilai-nilai antikorupsi sejak di lingkungan sekolah.
Melalui pendidikan antikorupsi, siswa tidak hanya diajarkan mengenai kejujuran. Mereka juga dibentuk agar memiliki rasa tanggung jawab, kepedulian, serta keberanian menyampaikan laporan ketika menemukan sesuatu yang dinilai janggal di lingkungan sekolah.
“Kami ingin menjadikan OSIS punya kemampuan untuk mengontrol kebijakan-kebijakan sekolah,” ujar Burhanuddin.
Baca Juga: Wamen PKP Fahri Hamzah hingga Pakar World Bank Bahas Infrastruktur Hijau di UMMAT
Dia menilai, kemampuan siswa dalam mengawasi kebijakan sekolah perlu dibangun melalui kebiasaan sederhana. OSIS SMP Mataram nantinya dapat menjadi contoh dalam menerapkan kejujuran dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Tak hanya soal antikorupsi, pengurus OSIS juga diarahkan menjadi agen edukasi bagi teman sebaya. Mereka diharapkan mampu menyampaikan informasi mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
“OSIS akan mengedukasi teman-temannya, kalau ada hal-hal yang janggal mereka bisa menjadi pelapor. Atau isu-isu yang misalnya tadi temannya ada yang dibullying,” tuturnya.
Baca Juga: SMAN 3 Mataram Borong Tiga Juara Jambore Jurnalistik NTB
Selain pendidikan antikorupsi dan pencegahan bullying, pengurus OSIS SMP di Kota Mataram juga mendapatkan pembekalan mengenai sejumlah persoalan lainnya. Di antaranya mitigasi bencana, bahaya narkoba, hingga kesadaran tertib berlalu lintas.
Pembekalan itu diharapkan semakin memperkuat peran OSIS dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif. Siswa tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan yang terjadi di sekolah.
Untuk memperkuat gerakan itu, MKKS SMP Kota Mataram berencana membentuk Forum OSIS SMP se-Kota Mataram. Forum ini diharapkan menjadi ruang komunikasi dan kolaborasi antarpengurus OSIS dari berbagai sekolah.
Baca Juga: Keren, Siswi MAN 2 Mataram Raih Emas Olimpiade Bahasa Mandarin Nasional
Melalui forum itu, OSIS SMP Mataram diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mencegah kekerasan, mengampanyekan perilaku antikorupsi, serta mengedukasi siswa melalui pendekatan teman sebaya.
Dengan penguatan peran itu, Burhanuddin berharap OSIS tidak lagi hanya menjadi penerima kebijakan sekolah. Mereka juga diberi ruang untuk ikut menyuarakan aspirasi, mengawasi kebijakan, dan bersama-sama membangun budaya sekolah yang berintegritas.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post