Mendikdasmen Minta Pembelajaran Tetap Berjalan Saat Siswa SMK Jalani PKL

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 14:48 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. (Zalzilatul Hikmia/Jawa Pos)

 

 

LombokPost-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meminta kegiatan pembelajaran tetap berjalan saat siswa SMK menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kemampuan dasar siswa, terutama literasi dan numerasi, tetap perlu diperkuat selama berada di dunia kerja.

Menurut Mu'ti, pembelajaran selama PKL dapat dilakukan secara fleksibel dengan menyesuaikan kegiatan siswa. Salah satu pendekatan yang bisa diterapkan adalah pembelajaran asinkron.

Melalui model itu, murid dapat mengakses materi dan menyelesaikan tugas secara mandiri tanpa harus mengikuti pembelajaran pada waktu yang sama dengan guru.

"Pembelajaran tidak berhenti ketika anak-anak kita melaksanakan PKL. Justru pengalaman di dunia kerja harus menjadi bagian dari proses pembelajaran," ujar Mu'ti dalam keterangan tertulis, Senin (14/8).

Baca Juga: SMAN 2 Praya Dapat Bantuan Rp 1,6 Miliar, Mendikdasmen Pantau Rehabilitasi dan MPLS

Pimpinan PP Muhammadiyah itu mengatakan, selama PKL siswa menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di sekolah dalam situasi kerja nyata.

Selain keterampilan teknis, murid juga belajar disiplin, tanggung jawab, komunikasi profesional, budaya kerja, keselamatan kerja, hingga tuntutan kompetensi di dunia usaha dan dunia industri.

Namun, penguatan kemampuan dasar tetap diperlukan. Karena itu, pembelajaran tidak boleh berhenti selama siswa mengikuti PKL.

"Literasi dan numerasi merupakan kemampuan fundamental. Keduanya diperlukan bukan hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja," imbuhnya.

Kemampuan literasi dibutuhkan saat murid membaca prosedur kerja, memahami petunjuk penggunaan peralatan, menafsirkan informasi teknis, menyusun laporan, mengisi formulir, hingga berkomunikasi dengan pembimbing dan rekan kerja.

Sementara numerasi digunakan dalam berbagai aktivitas pekerjaan. Di antaranya menghitung kebutuhan bahan, menentukan ukuran, membaca tabel dan grafik, menghitung waktu pengerjaan, memperkirakan biaya, menghitung persentase, hingga membandingkan hasil pekerjaan.

Data tersebut menunjukkan kompetensi akademik murid SMK masih perlu diperkuat. Salah satu tantangannya adalah memastikan dukungan pembelajaran tetap tersedia ketika murid berada di lokasi PKL.

Mu'ti menegaskan fleksibilitas pembelajaran selama PKL tetap membutuhkan arahan dari guru.

"Fleksibilitas bukan berarti tanpa arahan. Guru tetap memiliki peran penting dalam menetapkan tujuan pembelajaran, memberikan instruksi, memantau perkembangan, dan memberikan umpan balik kepada murid," pungkasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
Pembelajaran Asinkron praktik kerja lapangan siswa smk literasi dan numerasi abdul mu'ti