LombokPost- Belajar tak selalu harus di ruang kelas. Di Pasar Tematik Desa Wisata Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, para siswa diajak mengenal alam sekaligus belajar kuliner tradisional melalui program edukasi agro-gastronomi.
Konsep wisata edukasi Bilebante itu menggabungkan pasar tematik dengan lanskap taman, pertanian, perkebunan, hingga peternakan. Para pelajar diajak berinteraksi langsung dengan lingkungan dan mengenal bahan pangan dari sumbernya.
“Salah satu daya tarik utama dari kegiatan edukasi agro-gastronomi ini adalah keberadaan area kebun herbal,” ujar Pembina UMKM Pasar Tematik Desa Wisata Bilebante Zaenab.
Baca Juga: Kuliah Sambil Kerja? UT Mataram Tawarkan Sistem Pendidikan Fleksibel
Salah satu lokasi yang menjadi favorit dalam wisata edukasi agro-gastronomi itu adalah kebun herbal. Para siswa dapat memetik langsung berbagai tanaman obat tradisional, di antaranya jahe merah, kunyit, serai, secang, dan lengkuas. Aktivitas itu menjadi pengalaman belajar yang berbeda karena siswa bisa mengenali tanaman sekaligus mengetahui manfaat dan penggunaannya.
Tak hanya itu, siswa juga mengikuti cooking class. Salah satu menu yang dipraktikkan adalah pelecing. Bahan utama berupa kangkung tidak didatangkan dari luar. Para siswa terlebih dahulu memetik kangkung segar dari kebun sebelum mengolahnya menjadi kuliner khas Lombok.
Pengelola tidak hanya mengajarkan cara mengolah makanan, tetapi turut menjelaskan sejarah dan filosofi di balik setiap sajian. Sejumlah kuliner khas yang diperkenalkan antara lain pelecing, ares, ebatan, hingga ayam merangkat.
Baca Juga: Pembelajaran Prima SMPN 15 Mataram, Bikin Siswa Makin Aktif dan Percaya Diri
“Pengunjung luar daerah sangat menyukai cerita dari setiap sajian kuliner tradisional ini,” aku Zaenab.
Pendekatan itu menjadi kekuatan tersendiri bagi Desa Wisata Bilebante. Wisatawan maupun pelajar tidak hanya mencicipi makanan khas Lombok, tetapi juga memahami nilai budaya yang melekat di dalamnya.
Program wisata edukasi Bilebante dikembangkan untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Khusus jenjang SMK, pengelola telah menjalin kerja sama praktik kerja lapangan (PKL) dengan lima sekolah, yakni SMKN 2 Sekotong, SMKN 2 Lingsar, SMKN 1 Sakra, SMKPPN Mataram, dan SMKN 1 Kuripan.
Baca Juga: Enam Guru Besar Unram Dikukuhkan, Diminta Perkuat Peran untuk Masyarakat
“Banyak sekolah yang datang untuk mengenal langsung lingkungan dan aktivitas yang ada di kawasan wisata,” ujarnya.
Editor : Pujo NugrohoSumber : Lombok Post