Guru Bahasa Inggris Lobar Didorong Ajarkan Teks Eksposisi di Era AI

Jay • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 15:11 WIB
PEMBELAJARAN TEKS EKSPOSISI: Narasumber PkM FKIP Universitas Mataram Prof Kamaludin Yusra menyampaikan materi pembelajaran teks eksposisi berbasis Deep Learning berorientasi CEFR kepada guru-guru Bahasa Inggris SMA/SMK/MA negeri dan swasta se-Lombok Barat di MAN Lombok Barat, Selasa (15/9).
PEMBELAJARAN TEKS EKSPOSISI: Narasumber PkM FKIP Universitas Mataram Prof Kamaludin Yusra menyampaikan materi pembelajaran teks eksposisi berbasis Deep Learning berorientasi CEFR kepada guru-guru Bahasa Inggris SMA/SMK/MA negeri dan swasta se-Lombok Barat di MAN Lombok Barat, Selasa (15/9).

 

LombokPost- Guru bahasa Inggris di Lombok Barat (Lobar) didorong mengubah pembelajaran teks eksposisi agar tidak berhenti pada hafalan struktur dan tata bahasa.

Di tengah penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), siswa perlu dilatih menilai informasi, menyusun argumen, dan mempertanggungjawabkan pendapat.

Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) FKIP Universitas Mataram di MAN Lombok Barat (MAN Lobar), Selasa (15/9).

Kegiatan bertema “Pembelajaran Bahasa Inggris Teks Eksposisi Berbasis Deep Learning Berorientasi CEFR” itu diikuti guru bahasa Inggris dari SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta di Kabupaten Lombok Barat.

FKIP Universitas Mataram menghadirkan tiga narasumber, yakni Prof Kamaludin Yusra, Yuni Budi Lestari, dan Ni Wayan Mira Susanti. Kepala MAN Lombok Barat Kiemas Burhan membuka kegiatan itu.

Baca Juga: Belajar Mikrobiologi Air, Siswa SMP IT Yarsi Mataram Praktik di Laboratorium Dikes NTB

Dalam kegiatan itu, para guru diajak melihat pembelajaran teks eksposisi sebagai sarana melatih kemampuan berbahasa sekaligus berpikir kritis.

Mereka diajak mengidentifikasi tiga komponen penting teks eksposisi, yakni thesis, arguments, dan recommendation/reiteration, serta memahami fungsi komunikatif setiap bagian.

Prof Kamaludin Yusra mengatakan, guru perlu membawa siswa menelaah posisi penulis, alasan yang digunakan, kekuatan bukti, kelogisan argumen, dan kemungkinan respons pembaca. Melalui pola itu, siswa tidak hanya belajar menulis dalam bahasa Inggris.

”Mereka juga belajar menyusun gagasan, memilih alasan, mengevaluasi informasi, mempertimbangkan perspektif berbeda, dan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab,” katanya.

Baca Juga: Dies Natalis ke-42, Universitas Terbuka Dorong Inovasi Pendidikan yang Berdampak

Pendekatan Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) mengarahkan guru merumuskan tujuan berdasarkan kemampuan nyata siswa.

Dalam pembelajaran teks eksposisi, siswa dapat dilatih memahami gagasan utama, mengidentifikasi argumen, menyampaikan pendapat dan alasan, membandingkan perspektif, merespons pendapat orang lain, serta menghasilkan teks sesuai tingkat kemampuan bahasa Inggrisnya.

Para guru juga diperkenalkan pada prinsip pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful sebagai bagian dari pembelajaran mendalam.

Mindful mendorong siswa belajar dengan kesadaran dan keterlibatan penuh. Meaningful menghubungkan materi dengan kehidupan siswa. Joyful menciptakan pengalaman belajar yang positif dan menarik.

Prinsip itu dapat diterapkan melalui persoalan yang dekat dengan kehidupan siswa.

Mereka dapat menulis teks eksposisi tentang penggunaan AI dalam pendidikan, lingkungan, pengelolaan sampah, pariwisata Lombok, media sosial, budaya lokal, maupun persoalan sosial sehari-hari.

Baca Juga: Kautsar Ratu Bilqis Bawa Budaya Rimpu, Raih 4 Penghargaan di GYC Kairo

Perkembangan AI turut menjadi bagian penting dalam diskusi. AI dapat membantu siswa mencari informasi, menerjemahkan bahasa, dan menghasilkan teks.

Namun, teknologi tidak boleh menghilangkan kesempatan mereka untuk berpikir.

Karena itu, guru perlu merancang pembelajaran yang menuntut siswa memeriksa informasi, mempertanyakan sumber, menyusun argumen sendiri, memberikan bukti, dan merefleksikan hasil belajar.

AI dapat menjadi alat bantu pedagogis, sedangkan guru tetap berperan sebagai pengarah, fasilitator, mentor, dan penjaga dimensi kemanusiaan dalam pendidikan.

Kegiatan PkM itu juga mempertemukan pengetahuan akademik dari perguruan tinggi dengan pengalaman guru di ruang kelas. Para peserta mendapat ruang untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan merefleksikan praktik pembelajaran.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
guru bahasa Inggris Lombok Barat guru bahasa Inggris Lobar pembelajaran bahasa Inggris teks eksposisi bahasa Inggris pembelajaran teks eksposisi