SDN 65 Mataram Perkuat Tata Kelola Sekolah Lewat SPMI

Jay • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 17:12 WIB
BIMTEK: Para guru mengikuti Bimtek Tata Kelola Satuan Pendidikan melalui SPMI di SDN 65 Mataram, pekan lalu.
BIMTEK: Para guru mengikuti Bimtek Tata Kelola Satuan Pendidikan melalui SPMI di SDN 65 Mataram, pekan lalu.

 

LombokPost- Tata kelola sekolah menjadi salah satu kunci menjaga mutu pendidikan. Karena itu, SDN 65 Mataram memperkuat tata kelola satuan pendidikan melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Upaya itu dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Satuan Pendidikan melalui SPMI yang digelar pekan lalu.

Kegiatan ini diarahkan untuk membangun tata kelola sekolah yang lebih akuntabel, transparan, dan berbasis data. Bimtek menghadirkan Rustam Effendi, Widyaiswara BPMP NTB sebagai narasumber tunggal. Sebanyak 17 pendidik dari tiga satuan pendidikan di Kota Mataram mengikuti kegiatan itu. Peserta berasal dari SDN 65 Mataram, SDN 5 Mataram, dan SD Aisyah I Mataram.

Dalam pemaparannya, Rustam membedah lima siklus utama dalam SPMI. Mulai dari pemetaan mutu, penyusunan rencana pemenuhan mutu, pelaksanaan pemenuhan mutu, audit atau evaluasi internal, hingga penyusunan strategi peningkatan mutu berikutnya.

Baca Juga: 80 Siswa Bentuk Forum OSIS SMP Kota Mataram, Jadi Penggerak Pendidikan Karakter

Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai konsep SPMI. Mereka juga diajak menyusun dokumen perencanaan berbasis data (PBD) serta merancang strategi implementasi yang dapat diukur. Pendekatan itu diharapkan membuat tata kelola sekolah tidak berhenti pada penyusunan dokumen.

Sebaliknya, data yang dimiliki sekolah dapat digunakan untuk menentukan persoalan prioritas dan menyusun langkah perbaikan yang lebih tepat. Dengan pola itu, SPMI menjadi bagian dari proses pengelolaan sekolah sehari-hari.

Kepala SDN 65 Mataram Gellis Deka Salaqi berharap kegiatan itu tidak berhenti sebagai pelatihan. Lebih dari itu, SPMI diharapkan mampu melahirkan budaya mutu (quality culture) yang melekat dalam keseharian pendidik dan tenaga kependidikan.

Baca Juga: Rehabilitasi Ruang Kelas SMAN 4 Mataram Capai 70 Persen, Tahap II Masih Menunggu Dana

“Dengan tata kelola yang tertata rapi berbasis SPMI, sekolah mampu merespons tantangan zaman serta memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi para murid,” harapnya.

Menurutnya, budaya mutu perlu dibangun melalui kebiasaan melakukan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan secara berkelanjutan. Karena itu, tata kelola sekolah berbasis data menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program memiliki arah dan ukuran keberhasilan yang jelas.

Melalui penguatan SPMI, SDN 65 Mataram mendorong agar proses penjaminan mutu tidak hanya menjadi kewajiban administratif. SPMI diharapkan menjadi budaya kerja yang mendukung peningkatan mutu pendidikan sekaligus memperkuat layanan kepada murid.

Baca Juga: Siswa SMPN 2 Mataram Raih Medali Perak Olimpiade Matematika Internasional

“Tata kelola sekolah, SPMI, dan budaya mutu harus berjalan beriringan. Ketiganya menjadi fondasi untuk menghadirkan sekolah yang lebih transparan, akuntabel, berbasis data, dan mampu memberikan layanan pendidikan yang terus membaik,” pungkasnya.

Editor : Pujo Nugroho
Sumber : Lombok Post
SPMI tata kelola sekolah SDN 65 Mataram Sistem Penjaminan Mutu Internal mutu pendidikan