LombokPost-Maraknya aksi tawuran antar pelajar menjadi perhatian SMAN 1 Soromandi. Kepala SMAN 1 Soromandi M Rifial Akbar mengingatkan seluruh siswa, khususnya laki-laki, agar tidak terlibat dalam aksi tawuran yang dapat merusak masa depan.
"Pembinaan dilakukan karena belakangan ini sering terjadi aksi tawuran antar pelajar. Sekolah perlu mengambil langkah pencegahan agar siswa tidak mudah terseret konflik antarpelajar," kata dia, Jumat (18/9).
Kepada siswa, dia menegaskan, tawuran hanya akan merugikan diri sendiri. Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang pelajar bukan ditentukan dari keberanian terlibat perkelahian, melainkan dari prestasi dan kontribusi positif bagi sekolah.
"Tawuran bukan menunjukkan kamu hebat. Yang hebat itu yang bisa berprestasi dan membawa nama baik sekolah," tegas dia.
Baca Juga: Gandeng Kemendagri dan UI, Pemkot Bima Perkuat Tata Kelola Keuangan BLUD
Rifial Akbar juga meminta siswa, khususnya laki-laki, agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan. "Jika terjadi masalah, siswa diminta segera menyampaikan kepada guru agar dapat diselesaikan melalui musyawarah dengan melibatkan guru maupun orang tua," jelas dia.
Dia juga mengingatkan siswa agar tidak mudah tersulut provokasi, termasuk provokasi yang muncul melalui media sosial. "Jangan mudah terprovokasi, baik di dunia nyata maupun di media sosial," pesan Rifial Akbar.
Kepala SMAN 1 Soromandi yang biasa disapa Sambolo Kala itu menekankan, lingkungan sekolah harus menjadi tempat bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan mengejar prestasi, bukan menjadi ruang munculnya konflik.
Sebagai langkah tindak lanjut, pihak sekolah akan memperketat pengawasan terutama pada jam pulang sekolah. "Kami juga koordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya tawuran," ujarnya.
Selain itu, seluruh siswa akan diwajibkan mengikuti berbagai kegiatan positif yang disiapkan sekolah. Langkah tersebut diharapkan dapat mengarahkan energi siswa pada kegiatan yang produktif. "Ini sekaligus mencegah mereka terlibat dalam aksi tawuran yang berpotensi merugikan diri sendiri, keluarga, dan nama baik sekolah," tandasnya.
Editor : Jelo JSumber : Lombok Post