Cegah Kenakalan Siswa, SMPN 4 Mataram Perketat Disiplin hingga Awasi Media Sosial

Jay • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 18:16 WIB
OLAHRAGA: Sejumlah siswa SMP di Kota Mataram saat melaksanakan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di halaman sekolah setempat, belum lama ini.
OLAHRAGA: Sejumlah siswa SMP di Kota Mataram saat melaksanakan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di halaman sekolah setempat, belum lama ini.

 

LombokPost - Upaya pencegahan kenakalan siswa di SMPN 4 Mataram dimulai sejak pagi. Sekolah memperkuat pembiasaan disiplin sebagai langkah awal menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Setiap hari, siswa diwajibkan sudah berada di sekolah pukul 07.00 Wita. Rutinitas itu kemudian dilanjutkan dengan kegiatan keagamaan.

Kepala SMPN 4 Mataram Lalu Jinade mengatakan, pembiasaan disiplin itu menjadi bagian dari strategi pencegahan kenakalan remaja di sekolah. Sekolah ingin membangun kebiasaan positif sekaligus memperkuat karakter siswa.

Pencegahan tidak berhenti pada rutinitas pagi. Sekolah juga memperkuat peran guru Bimbingan Konseling (BK) untuk merespons cepat setiap indikasi perilaku negatif yang muncul di kalangan siswa.

Baca Juga: Kepala SMAN 1 Soromandi Ingatkan Siswa: Hebat Itu Berprestasi, Bukan Tawuran!

“Melalui peran aktif guru BK, setiap gejala kenakalan atau potensi perselisihan langsung diproses hari itu juga tanpa menunda hingga esok hari,” ujar Jinade.

Menurutnya, penanganan sejak dini menjadi bagian penting dalam pencegahan kenakalan siswa. Setiap gejala perselisihan maupun perilaku yang berpotensi mengganggu ketertiban diupayakan segera mendapatkan perhatian.

Pendekatan itu membuat guru BK tidak hanya bertugas ketika pelanggaran sudah terjadi. Guru juga diharapkan mampu mengenali gejala awal dan melakukan pembinaan sebelum persoalan berkembang.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran Pendidikan Jangan Pangkas Waktu Guru Belajar

Upaya pencegahan juga diperluas ke ruang digital. Sekolah memberikan perhatian terhadap aktivitas media sosial siswa berdasarkan laporan dari teman sebaya. Jika ditemukan indikasi aktivitas yang berpotensi memicu perkelahian atau perkumpulan yang mencurigakan, orang tua siswa akan dipanggil ke sekolah. Komunikasi dengan keluarga menjadi bagian dari penanganan agar persoalan dapat diselesaikan sejak awal.

Jinade menggandeng unsur lintas sektor untuk memperkuat pencegahan kenakalan siswa. Koordinasi dilakukan dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah hingga kepala lingkungan (kaling) di wilayah tempat tinggal siswa. Kolaborasi itu diarahkan untuk mencegah tawuran pelajar maupun perkelahian kelompok.

“Dengan keterlibatan lingkungan, penanganan siswa tidak hanya kita lakukan ketika berada di sekolah,” ucapnya.

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
SMPN 4 Mataram kenakalan siswa pencegahan kenakalan siswa kenakalan remaja tawuran pelajar