Hasil Tes IQ SMPN 17 Mataram Ungkap Potensi Siswa, Guru Siapkan Pendampingan

Jay • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 20:37 WIB
TES KEMAMPUAN: Siswa kelas VII SMPN 17 Mataram melaksanakan tes IQ di sekolah setempat, belum lama ini.
TES KEMAMPUAN: Siswa kelas VII SMPN 17 Mataram melaksanakan tes IQ di sekolah setempat, belum lama ini.

 

LombokPost - Potensi siswa SMPN 17 Mataram ternyata cukup mengejutkan. Hasil tes IQ (Intelligence Quotient) siswa SMPN 17 Mataram menunjukkan kemampuan yang tidak kalah dibandingkan siswa dari sekolah yang berada di kawasan pusat kota.

Temuan itu terungkap dalam kegiatan diseminasi hasil tes kemampuan minat dan bakat berbasis diagnostik nonkognitif yang digelar SMPN 17 Mataram. Kegiatan itu menghadirkan Praktisi Pendidikan Kristian Pake Seko sebagai narasumber.

Sebanyak 174 siswa kelas VII mengikuti tes IQ pada Juli lalu. Hasil asesmen kemudian dipaparkan kepada pihak sekolah sebagai bahan untuk memahami potensi siswa secara lebih menyeluruh.

Baca Juga: Tiga Medali Emas KS2N Nasional Diborong Santri MA Qamarul Huda Bagu

Kristian mengaku cukup terkejut melihat hasil tes IQ siswa SMPN 17 Mataram. Sebab, mayoritas peserta didik SMPN 17 Mataram berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Namun, kondisi sosial ekonomi itu tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan akademik dan potensi intelektual yang dimiliki.

“Dari empat kelas yang mengikuti tes IQ, ada 20 persen yang mendapatkan hasil superior, 30 persen di atas rata-rata, 40 persen rata-rata, dan 10 persen di bawah rata-rata,” ujar pria yang pernah aktif sebagai guru Bimbingan Konseling (BK) itu.

Kepala SMPN 17 Mataram Hartatati Panca Mardikawati mengatakan, tes IQ SMPN 17 Mataram menjadi pengalaman pertama bagi sekolah. Asesmen itu tidak semata-mata digunakan untuk melihat kemampuan intelektual siswa. Lebih dari itu, sekolah ingin memperoleh gambaran mengenai kondisi psikososial, gaya belajar, serta minat dan bakat siswa.

Baca Juga: Unram-Massey University Perkuat Kerja Sama Internasional, Bidik Food Safety hingga Student Mobility

Menurut Hartati, pemetaan potensi siswa penting dilakukan sejak awal. Dengan begitu, guru dan orang tua dapat memberikan pendampingan yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing anak.

“Kami ingin memastikan proses pembelajaran di sekolah tidak hanya berfokus pada aspek kognitif semata, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan mental dan kecenderungan potensi unik anak,” katanya.

Sekolah menyiapkan sejumlah langkah tindak lanjut agar hasil asesmen benar-benar memberikan manfaat bagi proses pembelajaran. Hasil diagnostik nonkognitif akan diintegrasikan dengan layanan Bimbingan Konseling. Guru bersama wali kelas akan memetakan strategi pendekatan belajar yang lebih sesuai dengan profil minat dan potensi setiap siswa.

Baca Juga: Rehabilitasi Ruang Kelas SMAN 4 Mataram Capai 70 Persen, Tahap II Masih Menunggu Dana

Tidak hanya guru, orang tua siswa juga akan mendapatkan hasil asesmen. Langkah itu dilakukan agar pola pendampingan siswa di sekolah dan di rumah dapat berjalan searah.

Hartati menilai, pemahaman terhadap minat dan bakat siswa sejak dini dapat membantu anak mengenali dirinya sendiri. Potensi yang dimiliki pun diharapkan bisa dikembangkan melalui proses pendidikan yang lebih tepat.

“Melalui asesmen ini, kami berharap anak-anak bisa mengenali diri mereka lebih dini. Dengan pemahaman minat dan bakat yang matang, mereka bisa tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan memiliki motivasi belajar tinggi,” jelasnya.

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
tes IQ SMPN 17 Mataram hasil tes IQ siswa potensi siswa SMPN 17 Mataram asesmen siswa Minat dan Bakat Siswa