LombokPost- SMAN 3 Mataram terus menggenjot kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di sekolah menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus pelayanan pendidikan.
Upaya itu dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Tenaga Kependidikan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kemampuan, memperkuat profesionalisme, serta menyesuaikan kompetensi dengan kebutuhan pendidikan yang terus berkembang.
Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum mengatakan, peningkatan kompetensi harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di kelas, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia yang mendukung seluruh layanan sekolah.
Baca Juga: Ombudsman Temukan Sarana Dapur MBG Batukliang Belum Memadai
“Kita terus melakukan bimtek untuk peningkatan kompetensi guru dan pegawai,” kata Yuspita.
Menurutnya, Bimtek diarahkan untuk memperkuat kemampuan sumber daya manusia di lingkungan sekolah. Materi yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan juga dinilai penting karena keduanya memiliki peran yang saling berkaitan dalam penyelenggaraan pendidikan. Guru berperan dalam proses pembelajaran, sementara tenaga kependidikan menopang berbagai layanan administrasi dan kebutuhan operasional sekolah.
Baca Juga: Hasil Tes IQ SMPN 17 Mataram Ungkap Potensi Siswa, Guru Siapkan Pendampingan
Pelayanan pendidikan yang baik membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kependidikan menjadi bagian dari upaya SMAN 3 Mataram membangun layanan sekolah yang lebih efektif dan profesional.
Tak hanya berdampak pada pelayanan, penguatan kompetensi juga diharapkan mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang semakin baik. Guru dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran, sementara tenaga kependidikan memberikan dukungan layanan yang dibutuhkan siswa dan guru.
Yuspita menegaskan, peningkatan kompetensi bukan pekerjaan yang dilakukan sesaat. Penguatan kemampuan harus menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan sekolah. Semangat itu sekaligus mendorong seluruh warga sekolah untuk terus belajar dan beradaptasi. Dengan kompetensi guru dan tenaga kependidikan yang semakin kuat, sekolah memiliki modal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan.
Baca Juga: Keren, Hizkil Siswa SRMP 18 Lombok Barat Raih Juara II OSN IPS
Bagi sekolah, kata Yuspita, Bimtek menjadi salah satu langkah untuk menjaga agar kualitas sumber daya manusia terus berkembang. Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan diharapkan bermuara pada pelayanan pendidikan yang semakin profesional dan memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah.
“Kita bersama-sama meningkatkan kompetensi, memberikan pelayanan terbaik,” tegas Yuspita.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post