MBG Mataram Dievaluasi, Waktu Pembagian Diubah agar Tak Ganggu KBM

Jay • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 16:05 WIB
Abdul Kadir
Abdul Kadir

 

LombokPost- Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah terus dievaluasi agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Sekolah diminta aktif mencatat respons siswa terhadap menu, menjaga kebersihan makanan, serta menata waktu distribusi bersama SPPG.

Pengawas Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Abdul Kadir mengatakan, evaluasi MBG perlu dilakukan secara rutin.

Salah satu caranya dengan mengoptimalkan peran Satgas MBG di masing-masing sekolah untuk mencatat respons siswa terhadap menu makanan setiap hari.

“Perlu ada respons dari anak-anak terhadap menu yang disajikan. Itu menjadi bahan evaluasi agar pihak SPPG bisa menyesuaikan olahan makanan,” kata Kadir.

Baca Juga: Siswa SMPN 2 Mataram Raih Silver Award Olimpiade English Internasional di Bangkok

Selain menu, persoalan teknis dalam pelaksanaan program MBG juga menjadi perhatian. Salah satunya kebiasaan siswa ketika menyantap makanan.

Makanan berkuah, misalnya, dinilai membutuhkan perhatian lebih karena sebagian siswa tidak terbiasa membawa sendok dari rumah. 

Aspek kebersihan makanan juga terus diperhatikan.

Buah potong seperti semangka, melon, dan buah naga kini disajikan dalam kemasan plastik per porsi. Cara itu dilakukan untuk menjaga higienitas makanan sebelum dikonsumsi siswa.

Di SMPN 12 Mataram, evaluasi MBG menyentuh waktu pembagian makanan. Jadwal yang sebelumnya dilakukan pada istirahat pertama kini dialihkan menjadi makan siang.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran Pendidikan Jangan Pangkas Waktu Guru Belajar

Perubahan itu dilakukan setelah pembagian MBG pada pagi hari sempat mengganggu proses KBM. Pengondisian siswa hingga distribusi peralatan makan membuat kegiatan belajar dapat terganggu cukup lama.

Kadir yang juga menjabat Plt Kepala SMPN 12 Mataram mengatakan, sekolah telah berkoordinasi dengan SPPG untuk mengubah waktu pengantaran makanan.

“Karena itu, kami bersurat ke SPPG agar makanan diantar di atas pukul 10.00 Wita guna mengantisipasi pengendapan makanan. Sajian makanan baru dibagikan saat jam Isoma mulai pukul 11.50 Wita dengan sistem bergantian antara siswa laki-laki dan perempuan yang menjalankan ibadah salat,” ujarnya.

Baca Juga: Cegah Kenakalan Siswa, SMPN 4 Mataram Perketat Disiplin hingga Awasi Media Sosial

Menurut Kadir, penyesuaian waktu makan menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan program MBG di sekolah. Tujuannya bukan hanya memastikan makanan diterima siswa, tetapi juga menjaga agar program itu tidak mengganggu proses pembelajaran.

Karena itu, pengawasan terhadap MBG Mataram diharapkan dilakukan secara konsisten. Respons siswa terhadap menu, kebersihan makanan, ketepatan waktu distribusi, hingga dampaknya terhadap KBM perlu terus menjadi bahan evaluasi sekolah dan SPPG.

"Ke depan, pengawasan terhadap program MBG diharapkan terus konsisten demi menjaga kesehatan siswa tanpa mengorbankan kualitas KBM di sekolah," pungkasnya.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
MBG di sekolah program MBG Mataram Makan Bergizi Gratis evaluasi MBG MBG Mataram