Unram Dampingi UMKM Kelapa Lombok Utara Benahi Rantai Pasok, Perkuat Daya Saing

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 20:10 WIB
Tim PKM FEB Unram menyerahkan modul materi pelatihan kepada perwakilan UMKM pengolah kelapa di UD Al-Amin, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, belum lama ini. (IST/LOMBOK POST)
Tim PKM FEB Unram menyerahkan modul materi pelatihan kepada perwakilan UMKM pengolah kelapa di UD Al-Amin, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, belum lama ini. (IST/LOMBOK POST)

Lombokpost–Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pengolah kelapa di Lombok Utara, didorong memperkuat tata kelola bahan baku untuk meningkatkan daya saing usaha. 

Pengelolaan yang lebih terstruktur dinilai penting untuk menjaga kelancaran produksi sekaligus memastikan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.  Upaya tersebut menjadi fokus kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mataram (Unram) yakni Adhitya Bagus Singandaru, Muhamad Bai'ul Hak, Jaka Anggara, dan Satrio Mahdi Janggleng, di UD Al-Amin, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang. 

Ketua Tim PKM FEB Unram Adhitya Bagus Singandaru mengatakan, kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu UMKM mengatasi persoalan operasional yang selama ini masih dikelola secara konvensional.

Baca Juga: 15 Pendaftar, 3 Lolos PPDS Jantung dan Pembuluh Darah FKIK Unram

Salah satunya dalam pengelolaan bahan baku yang belum didukung sistem manajemen dan pencatatan secara terdokumentasi. “Persoalan ini perlu dibenahi karena pengelolaan bahan baku menjadi salah satu bagian penting dalam keberlangsungan operasional UMKM,” kata Adhitya. 

Penguatan kapasitas manajerial tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, tetapi juga bagaimana pelaku usaha dapat mengatur kebutuhan bahan baku secara lebih terencana. 

Dengan tata kelola yang jelas, pelaku UMKM dapat mengetahui kebutuhan produksi, ketersediaan bahan baku, serta melakukan pencatatan yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan usaha. 

Pendampingan diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha UMKM pengolah kelapa di wilayah tersebut. 

Adhitya menjelaskan, Lombok Utara memiliki potensi komoditas kelapa yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah. 

Kelapa tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk turunan seperti Virgin Coconut Oil (VCO), minyak goreng kelapa, hingga santan. 

“Penguatan pengelolaan usaha menjadi bagian penting agar potensi bahan baku tersebut dapat diikuti dengan kemampuan UMKM dalam mengelola produksi secara lebih efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Baca Juga: Tim PKM Unram Salurkan Teknologi Pascapanen Cabai ke Poktan Desa Jurit

Anggota Tim PKM FEB Unram Muhamad Bai'ul Hak menegaskan, ketiadaan sistem pengelolaan bahan baku yang baik berpotensi memengaruhi konsistensi mutu produk, efisiensi operasional, hingga keberlanjutan usaha. 

"Oleh karena itu, penguatan kapasitas manajerial berbasis dokumen operasional sangat diperlukan agar ketersediaan, mutu, dan penggunaan bahan baku kelapa dapat dikelola secara lebih sistematis seiring dengan perkembangan usaha," jelas Hak.

Dalam kegiatan pendampingan tersebut, tim akademisi menghadirkan pendekatan Participatory Action Research (PAR), untuk mengidentifikasi persoalan rantai pasok secara langsung bersama mitra UMKM. 

Luaran utama dari kegiatan ini berupa penerapan empat instrumen penting, yakni Dokumen Pemetaan dan Penguatan Rantai Pasok Bahan Baku Kelapa, Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Bahan Baku, Buku Kontrol dan Monitoring, serta Dokumen Skema Kemitraan Bahan Baku Berkelanjutan.

Lebih lanjut, tim pengabdian juga menekankan bahwa pendekatan manajerial ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan kearifan lokal atau hubungan kepercayaan dengan para petani kelapa yang sudah berkembang.

Baca Juga: Tak Lagi Kewalahan Tarik Perahu, Dosen Unram Modifikasi Perahu Nelayan Pakai Lunas Pipa PVC

Sebaliknya, penerapan SOP dan skema kemitraan justru akan memperkuat tata kelola hubungan antara UMKM dengan pengepul agar lebih terarah, terdokumentasi, dan saling menguntungkan.

Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, seluruh dokumen pedoman tersebut dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh mitra UD Al-Amin. Dokumen-dokumen operasional ini juga telah disepakati untuk diterapkan sebagai pedoman baku dalam mengelola bahan baku harian.

Melalui implementasi dokumen-dokumen manajerial ini, UMKM pengolah kelapa diharapkan mampu membentuk sistem operasional yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. 

Ke depannya, program pengabdian ini ditargetkan menjadi fondasi yang kuat bagi peningkatan daya saing UMKM lokal. 

“Sehingga produk unggulan daerah dari Lombok Utara mampu memenuhi standar mutu yang diminta oleh pasar yang lebih luas,” tandasnya.

 

Editor : Pujo Nugroho
UMKM Pengabdian kepada masyarakat standar operasional prosedur (SOP) Unram Lombok Utara