LombokPost-Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyambut 1.778 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 melalui Masa Ta’aruf dan Pekan Ta’aruf (MAPETA) 2026. Kegiatan berlangsung selama enam hari, 21–26 September 2026.
MAPETA menjadi tahap awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan akademik, nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, budaya kampus, organisasi kemahasiswaan, serta ruang pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, dan prestasi di UMMAT.
Ketua Panitia MAPETA UMMAT 2026 Drs Amil, M.M. mengatakan rangkaian kegiatan dibagi menjadi dua hari Masa Ta’aruf (MASTA), dua hari Pekan Ta’aruf (PETA) tingkat universitas, dan dua hari PETA tingkat fakultas.
“MAPETA dilaksanakan selama enam hari, mulai tanggal 21 sampai 26 September 2026. Dua hari pertama dilaksanakan MASTA, kemudian dua hari PETA tingkat universitas, dan dilanjutkan dua hari PETA di tingkat fakultas,” ujarnya.
Baca Juga: UMMAT Gelar Wisuda ke-63, Kukuhkan 997 Lulusan Pascasarjana, Profesi, Sarjana dan Diploma
Menurut Amil, tahapan itu dirancang agar mahasiswa baru mengenal kampus secara bertahap, mulai dari nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan, sistem pendidikan tinggi, kehidupan kemahasiswaan, hingga lingkungan fakultas dan program studi masing-masing.
MAPETA juga diharapkan membantu mahasiswa membangun kesiapan akademik, mengenali potensi diri, memperluas jejaring, serta memahami budaya dan tata kehidupan kampus.
Rektor UMMAT Dr H. Abdul Wahab, M.A. mengatakan kehadiran 1.778 mahasiswa baru menjadi bagian dari upaya universitas meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang berilmu, berkarakter, dan berprestasi.
Saat ini, UMMAT memiliki sembilan fakultas yang menaungi 38 program studi. Sebanyak sembilan program studi telah meraih akreditasi Unggul.
Menurut Abdul Wahab, kualitas perguruan tinggi tidak hanya ditentukan jumlah mahasiswa. Mutu program studi, kualitas pembelajaran, sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, dan kemampuan kampus beradaptasi dengan perkembangan zaman juga menjadi bagian penting.
Ia juga menyampaikan perkembangan internasionalisasi UMMAT. Saat ini terdapat 21 mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan di kampus itu. Empat di antaranya merupakan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.
Mahasiswa internasional juga diperkenalkan kepada peserta MAPETA saat pembukaan. Pembukaan kegiatan ditandai dengan pengibaran spanduk MASTA dan PETA.
Abdul Wahab berharap mahasiswa baru memanfaatkan masa studi untuk tidak hanya mengejar gelar akademik. Mahasiswa juga didorong membangun karakter, memperluas wawasan, meraih prestasi, mengembangkan kepemimpinan, serta mempersiapkan diri agar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.
Selama MAPETA, mahasiswa baru mendapat berbagai materi untuk membantu menghadapi kehidupan perguruan tinggi. Materi meliputi kehidupan berbangsa dan bernegara, kesadaran bela negara, penguatan karakter kebangsaan, ketahanan ideologi, serta kepemimpinan mahasiswa.
Baca Juga: FKIP UMMAT Satukan Seluruh Ormawa, Siapkan Kader Pemimpin Berdampak
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan sistem pendidikan tinggi di Indonesia dan konsep Kampus Berdampak. Materi lain mencakup literasi digital di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, etika penggunaan teknologi informasi, budaya dan etika kehidupan kampus, tata krama, norma kampus, serta layanan akademik dan administrasi mahasiswa.
MAPETA turut menghadirkan Ormawa Day untuk memperkenalkan organisasi mahasiswa dan unit kegiatan mahasiswa (UKM). Sejumlah UKM yang diperkenalkan antara lain LPM Dimensi, KSR PMI, Mapala, Formasi, UKM Olahraga, Teater Sasentra, UKM Musik, KRM, Menwa, dan SPEKTRA.
Mahasiswa baru juga mendapatkan pengenalan mengenai Unit Layanan Disabilitas (ULD) serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif.
Setelah menyelesaikan PETA tingkat universitas, mahasiswa baru melanjutkan PETA di fakultas masing-masing untuk mengenal lingkungan akademik, program studi, dan sistem pembelajaran yang akan dijalani.
Editor : Akbar Sirinawa