Undikma dan La Laguna University Rancang Riset Ketangguhan Masyarakat Hadapi Bencana

Jay • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 16:22 WIB
SEMINAR NASIONAL: Rektor Undikma Prof Basuki Widodo (paling kanan/duduk) foto bersama narasumber dari University of La Laguna, Spanyol dan  kepala prodi, dosen, serta mahasiswa Undikma usai kegiatan seminar nasional di Aula Undikma, Selasa (22/9).
SEMINAR NASIONAL: Rektor Undikma Prof Basuki Widodo (paling kanan/duduk) foto bersama narasumber dari University of La Laguna, Spanyol dan kepala prodi, dosen, serta mahasiswa Undikma usai kegiatan seminar nasional di Aula Undikma, Selasa (22/9).

 

LombokPost- Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) bersama La Laguna University, Spanyol, memperkuat penelitian kebencanaan melalui riset tentang ketangguhan masyarakat menghadapi bencana. Kedua perguruan tinggi menyusun instrumen penelitian untuk mengukur kemampuan masyarakat menghadapi dampak bencana alam.

Penyusunan instrumen riset ketangguhan masyarakat itu dibahas melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan dosen dari Undikma dan La Laguna University. Kegiatan berlangsung di Aula Undikma, Selasa (22/9).

Rektor Undikma Prof Basuki Widodo mengatakan, FGD menjadi bagian penting dalam penyusunan dan penyempurnaan instrumen penelitian kolaboratif. Riset tersebut diarahkan untuk memahami bagaimana masyarakat menghadapi berbagai dampak bencana alam.

Baca Juga: SMKN 1 Jonggat Gandeng Unesa, Perkuat Kompetensi Guru dan Pendidikan Vokasi

"Penelitian ini tidak hanya melihat kesulitan dan kerentanan masyarakat saat menghadapi bencana. Tetapi juga melihat kekuatan individu dan kolektif yang muncul dalam situasi krisis," ujarnya.

Fokus ketangguhan masyarakat menghadapi bencana mencakup sejumlah aspek. Di antaranya solidaritas, daya bangkit atau resilience, rasa kebersamaan, serta keteguhan masyarakat untuk kembali menjalani kehidupan setelah mengalami bencana.

Aspek tersebut menjadi penting dalam penelitian kebencanaan karena kemampuan masyarakat menghadapi bencana tidak hanya ditentukan oleh tingkat kerentanan. Ada pula kekuatan individu dan kelompok yang membantu masyarakat bertahan serta memulihkan diri setelah bencana.

Baca Juga: Ombudsman Temukan Sarana Dapur MBG Batukliang Belum Memadai

Melalui riset tersebut, Undikma dan La Laguna University ingin mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi krisis sekaligus proses pemulihan pascabencana.

Dalam FGD, tim peneliti kedua universitas membahas berbagai komponen instrumen penelitian. Pembahasan meliputi kesesuaian konstruk dan indikator, kejelasan redaksi pertanyaan, relevansi dengan konteks sosial dan kebencanaan, hingga keterukuran setiap instrumen.

Setiap butir pertanyaan ditelaah agar dapat merepresentasikan pengalaman masyarakat secara tepat. Langkah ini juga dilakukan untuk meminimalkan perbedaan interpretasi ketika instrumen penelitian digunakan kepada responden. Instrumen tersebut mencakup persetujuan partisipasi, pengalaman dan dampak setelah bencana, hingga berbagai indikator ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.

Baca Juga: SMAN 3 Mataram Genjot Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan

Kerahasiaan dan anonimitas partisipan juga menjadi perhatian dalam penyusunan instrumen. Data yang diperoleh nantinya diharapkan dapat digunakan secara bertanggung jawab untuk kepentingan penelitian, pengajaran, serta pengembangan ilmu pengetahuan.

Kolaborasi Undikma dan La Laguna University sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional. Penelitian tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan kontribusi akademik, tetapi juga menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat ketika bencana terjadi.

"Melalui penelitian ini, kami berharap hasilnya dapat memberikan kontribusi akademik sekaligus menjadi dasar dalam merancang dukungan dan intervensi yang lebih sesuai bagi masyarakat terdampak bencana," kata Prof Basuki.

Baca Juga: 97 Peserta Pelatihan di SMKPPN Mataram Lulus Sertifikasi, Siap Jadi Plantation Worker di Malaysia

Penguatan kolaborasi internasional Undikma dengan La Laguna University juga terlihat melalui Studium Generale bertema Crisis and Emergency Intervention yang digelar di Aula Undikma. Kegiatan tersebut menghadirkan empat narasumber dari University of La Laguna, Spanyol, yakni Amanda Negrin Plata, Marta García Ruiz, Elena Pérez Jerónimo, dan Natalia del Pino Brunet.

Studium Generale dibuka Rektor Undikma dan diikuti Wakil Rektor, dekan, kepala program studi, dosen, serta ratusan mahasiswa. Para narasumber memaparkan perspektif mengenai penanganan krisis dan intervensi darurat dari sudut pandang psikologi global. Sesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta.

Rangkaian kegiatan ini memperluas ruang penelitian kebencanaan Undikma, sekaligus mempertemukan perspektif akademik Indonesia dan Spanyol dalam memahami krisis serta ketangguhan masyarakat.

Baca Juga: Unram Dampingi UMKM Kelapa Lombok Utara Benahi Rantai Pasok, Perkuat Daya Saing

Melalui penyusunan instrumen riset ketangguhan masyarakat, Undikma dan La Laguna University diharapkan dapat menghasilkan data yang menggambarkan kemampuan individu maupun masyarakat menghadapi situasi ekstrem. Hasil penelitian tersebut nantinya diharapkan dapat memperkuat pemahaman tentang ketangguhan masyarakat menghadapi bencana. Sekaligus mendukung pengembangan strategi penanggulangan dan pemulihan pascabencana.

"Terima kasih kepada para narasumber dan seluruh peserta yang telah menyukseskan acara ini. Sampai jumpa di kegiatan internasional selanjutnya," pungkas Prof Basuki.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
La Laguna University riset kebencanaan penelitian kebencanaan Undikma universitas pendidikan mandalika