LombokPost--Kuman tidak terlihat oleh mata.
Namun, bagi 26 siswa kelas V SDN 2 Ampenan, Mataram, mikroorganisme yang selama ini hanya mereka dengar dalam pelajaran menjadi lebih nyata setelah melihatnya melalui mikroskop.
Suasana belajar pun berubah menjadi lebih menyenangkan. Para siswa diajak mengenal dunia mikroorganisme sekaligus belajar menjaga kebersihan diri melalui alat peraga dan permainan edukatif.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram (FKIK Unram), 4 Juni 2026.
Tim pengabdian diketuai Nurmi Hasbi, bersama anggota Rosyunita, Azizatul Adni, Eskani Tri Pratiwi, dan Bayu Tirta Dirja. Kegiatan juga melibatkan dua mahasiswa, Syahrani Febriyanti dan Muthiah Rahmahdani.
Edukasi diarahkan untuk meningkatkan literasi kesehatan siswa sekaligus mengenalkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak usia sekolah.
Ketua tim pengabdian Nurmi Hasbi mengatakan, edukasi kesehatan kepada anak perlu disampaikan dengan metode yang sesuai dengan karakteristik mereka.
Baca Juga: Pegadaian Praya Salurkan Bantuan Material untuk Dua Musala
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan siswa tentang mikroorganisme, tetapi juga mendorong mereka untuk menerapkan kebiasaan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Materi mengenai mikroorganisme disampaikan secara sederhana dan interaktif. Tim menjelaskan bahwa bakteri dan kuman tidak dapat dilihat secara langsung dengan mata sehingga diperlukan alat bantu untuk mengenalnya.
Mikroskop kemudian menjadi salah satu media pembelajaran yang menarik perhatian siswa.
Dalam sesi bertajuk “Petualangan ke Dunia Kecil”, mereka diperkenalkan dengan mikroskop, cara penggunaannya, hingga mendapat kesempatan melakukan pengamatan secara langsung.
Selain mikroorganisme, siswa mendapatkan materi tentang higiene perseorangan, kebersihan diri dan lingkungan, serta pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dengan teknik yang benar.
Sebelum materi diberikan, tim terlebih dahulu melakukan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal siswa.
Edukasi kemudian dikemas dalam permainan “Misi Pahlawan Kebersihan”.
Melalui simulasi tersebut, siswa diajak memahami bagaimana kuman dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Mereka kemudian mempraktikkan langkah sederhana untuk mencegah penyebaran kuman, termasuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Metode tersebut membuat siswa lebih aktif mengikuti kegiatan. Penggunaan alat peraga, mikroskop, dan permainan membantu menjelaskan materi yang sebelumnya terasa abstrak menjadi lebih mudah dipahami.
Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mendapat kesempatan menggunakan mikroskop dan mengikuti permainan simulasi.
Baca Juga: Nelayan Pare Mas Kini Punya ‘Mata’ di Bawah Laut, Fishfinder Bantu Cari Ikan Lebih Efisien
Mereka juga aktif menjawab pertanyaan serta terlibat dalam berbagai aktivitas yang diberikan tim pengabdian.
Pada akhir kegiatan, tim kembali melakukan evaluasi melalui post-test.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai mikroorganisme dan higiene perseorangan.
Tim FKIK Unram berharap pengetahuan tersebut tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Edukasi kesehatan sejak usia sekolah dinilai penting untuk membantu membentuk kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan secara berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui skema Kemitraan Karya Dosen yang Dimanfaatkan dengan dukungan pendanaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Universitas Mataram Tahun 2026.
Baca Juga: RSUD Ruslan Mataram Matangkan Akreditasi, Keselamatan Pasien Jadi Fokus
Tim Pengabdian FKIK Unram juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Mataram dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan atas dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada kepala sekolah, dewan guru, staf, dan seluruh siswa SDN 2 Ampenan atas partisipasi serta kerja sama selama kegiatan berlangsung.
Editor : Kimda FaridaSumber : siaran pers