LombokPost- Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengajak pelajar SMKN 1 Lingsar berani bersuara saat melihat kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pelajar juga didorong ikut memutus mata rantai pernikahan dini dengan mempersiapkan masa depan melalui pendidikan.
Pesan itu disampaikan wagub saat sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan Menuju NTB Emas di SMKN 1 Lingsar, Senin (21/9). Materi yang dibahas mencakup pencegahan kekerasan fisik dan seksual, perlindungan perempuan dan anak, serta kesiapan sebelum memasuki kehidupan perkawinan.
Indah menegaskan, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta pernikahan dini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Pelajar dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam mencegahnya.
Baca Juga: Unram Olah Daun Sukun Jadi Sabun Herbal di Desa Gontar
Menurut dia, penanganan persoalan sosial harus dimulai dari akar masalah. Bukan dengan saling menyalahkan.
"Tentunya ini salah satu pekerjaan rumah yang mengharuskan kita semua turun langsung untuk mencari tahu akar permasalahan yang ada,” katanya.
“Tidak boleh saling menyalahkan, karena kita semua terlahir sebagai anak, menjadi remaja, dewasa, dan kelak menjadi orang tua," tambah wagub yang juga menjabat ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi NTB.
Baca Juga: MBG Mataram Dievaluasi, Waktu Pembagian Diubah agar Tak Ganggu KBM
Indah juga meminta siswa memiliki cita-cita tinggi dan memanfaatkan kesempatan pendidikan. Dia menegaskan perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan.
"Perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama, di mana pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota memberikan ruang seluas-luasnya kepada perempuan untuk menempati berbagai jabatan strategis guna mewakili kesetaraan gender yang ada," katanya.
Dia juga mendorong pelajar menjadi agen perubahan. Siswa laki-laki diminta menjadi pelindung perempuan dan anak. Seluruh pelajar diminta tidak diam ketika mengetahui adanya kekerasan.
Baca Juga: Hasil Tes IQ SMPN 17 Mataram Ungkap Potensi Siswa, Guru Siapkan Pendampingan
"Anak-anak harus menjadi duta untuk meyakinkan diri agar tidak pernah menjadi sosok laki-laki yang melakukan kekerasan terhadap perempuan dan anak," pesannya.
Selain kekerasan, Indah menekankan pentingnya pendewasaan usia perkawinan. Menurutnya, kesiapan menikah tidak hanya berkaitan dengan usia. Kesiapan psikologis, fisik, dan kesehatan juga harus diperhatikan.
"Pencegahan usia pernikahan dini mungkin terdengar sebagai kata klise, tetapi ini sangat penting ditanamkan karena kesiapan psikis dan fisik kita jauh lebih utama saat menghadapi jenjang pernikahan," jelasnya.
Baca Juga: Ombudsman Temukan Sarana Dapur MBG Batukliang Belum Memadai
Kepala SMKN 1 Lingsar Ahmad Sabli menyambut baik edukasi tersebut. Menurutnya, siswa membutuhkan penguatan wawasan dan karakter sebagai bekal melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
"Melalui dialog dengan ibu wakil gubernur, kami berharap kolaborasi ini mampu menambah wawasan anak-anak, membekali mereka dengan fondasi pengetahuan yang kuat sebelum kelak meneruskan ke bangku kuliah atau memasuki dunia kerja," harapnya.
Editor : Pujo NugrohoSumber : Lombok Post