SMAN 2 Donggo Gelar Bimtek Digitalisasi BOS Kinerja 2026, Perkuat Tata Kelola Pendidikan

Jelo J • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 14:29 WIB
Kepala SMAN 2 Donggo Ridwan menyampaikan sambutan saat Bimtek Digitalisasi BOS Kinerja Tahun 2026, Kamis (24/9).
Kepala SMAN 2 Donggo Ridwan menyampaikan sambutan saat Bimtek Digitalisasi BOS Kinerja Tahun 2026, Kamis (24/9).

LombokPost-SMAN 2 Donggo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi BOS Kinerja Tahun 2026, Kamis (24/9). Kegiatan tersebut diikuti peserta dari Gugus 3 wilayah Kecamatan Donggo dan Kecamatan Soromandi.

Kegiatan turut dihadiri Kepala SMAN 1 Soromandi M. Rifial Akbar dan Kepala SMKN 2 Soromandi Juwaidin.

Kepala SMAN 2 Donggo Ridwan mengatakan, kepercayaan sebagai sekolah penerima BOS Kinerja 2026 merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Menurutnya, BOS Kinerja harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, pengelolaannya perlu dilakukan secara transparan, akuntabel, efektif, efisien, tepat sasaran, serta sesuai ketentuan yang berlaku.

“Bagi SMA Negeri 2 Donggo, kepercayaan sebagai sekolah terbaik/penerima BOS Kinerja Tahun 2026 bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus kami laksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Ridwan.

Baca Juga: Tingkatkan Skor Rapor Pendidikan, SMAN 1 Soromandi Bima Perkuat Kemampuan Literasi dan Numerasi

Dia menjelaskan, perkembangan teknologi menuntut satuan pendidikan beradaptasi dalam tata kelola sekolah. "Digitalisasi tidak sebatas penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga menyangkut pembentukan budaya kerja yang lebih efektif, tertib, cepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Melalui Bimtek tersebut, peserta diharapkan memahami pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dokumentasi hingga pelaporan program BOS Kinerja.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat dilanjutkan dengan praktik dan implementasi nyata di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Ridwan menyebut, keterlibatan peserta dari Gugus 3 Kecamatan Donggo dan Kecamatan Soromandi menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi antarsatuan pendidikan.

"Saya mengajak peserta menjadikan Bimtek sebagai ruang untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta memperkuat kerja sama dalam pengelolaan pendidikan," ajak dia.

SMAN 2 Donggo, lanjut Ridwan, juga berupaya beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai budaya dan kearifan lokal. Salah satu nilai yang terus dijadikan landasan moral di lingkungan sekolah adalah “Maja Labo Dahu”. Nilai tersebut dimaknai sebagai rasa malu melakukan hal yang tidak baik dan rasa takut melakukan kesalahan.

“Nilai tersebut mengajarkan kita untuk memiliki rasa malu melakukan hal yang tidak baik dan rasa takut melakukan kesalahan, sehingga dapat menjadi dasar dalam membangun integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin,” katanya.

Editor : Jelo J
Sumber : Liputan
digitalisasi bos mutu pendidikan SMAN 2 Donggo Bima Tata Kelola Pendidikan