Pembelajaran Digital Bikin Siswa Baru SMPN 22 Mataram Melonjak

Jay • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 16:42 WIB
Nasrullah
Nasrullah

 

LombokPost- Digitalisasi pembelajaran mulai berdampak pada SMPN 22 Mataram. Jumlah siswa baru tahun ini melonjak. Pendaftar kelas VII mencapai 39 siswa. Angka itu melampaui jumlah siswa kelas VIII dan IX.

Kondisi tersebut membuat sekolah yang berlokasi di Jalan Gontoran Bertais, Kecamatan Sandubaya, itu membuka dua rombongan belajar (rombel) untuk kelas VII. Sementara kelas VIII hanya dihuni 30 siswa. Kelas IX bahkan lebih sedikit, yakni 23 siswa.

Kepala SMPN 22 Mataram Nasrullah mengatakan, peningkatan jumlah siswa baru tidak lepas dari pembenahan proses belajar mengajar (KBM). Sekolah lebih dulu memperkuat kualitas pembelajaran sebelum mendorong digitalisasi kelas.

Baca Juga: Unram dan Polri Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Riset

Salah satunya melalui workshop pemanfaatan platform digital. Para guru dibekali kemampuan menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran.

Materi pelajaran kemudian dikemas lebih interaktif. Siswa tidak hanya menerima materi. Mereka juga didorong lebih aktif selama proses belajar.

Perubahan suasana belajar itu rupanya ikut dirasakan siswa. Pengalaman mereka di kelas kemudian menjadi promosi bagi sekolah.

Baca Juga: JSIT Mataram Gandeng Lombok Post, Perkuat Literasi Jurnalistik Sekolah

Cerita positif tersebut disampaikan kepada keluarga hingga tetangga. Informasi itu menyebar dari mulut ke mulut. Perlahan, citra SMPN 22 Mataram sebagai sekolah yang mulai menerapkan pembelajaran digital terbentuk.

“Cerita positif dari mulut ke mulut inilah yang memicu efek domino dalam membentuk citra sekolah yang modern dan berkualitas di mata masyarakat,” ujar Nasrullah.

Menurut dia, masyarakat mulai melihat perubahan di lingkungan sekolah. Pembelajaran dinilai lebih menarik. Guru juga semakin terampil memanfaatkan teknologi.

Baca Juga: Wagub NTB Ajak Pelajar SMKN 1 Lingsar Lawan Kekerasan dan Pernikahan Dini

Kondisi tersebut ikut membangun kepercayaan orang tua. Dampaknya terlihat dari penerimaan peserta didik baru tahun ini.

Nasrullah menegaskan, digitalisasi bukan satu-satunya faktor yang dikejar sekolah. Kualitas KBM tetap menjadi perhatian utama.

Guru terus didorong meningkatkan kemampuan mengajar. Teknologi digunakan sebagai alat untuk membuat pembelajaran lebih efektif dan interaktif.

Baca Juga: SMKN 1 Jonggat Gandeng Unesa, Kompetensi Guru dan Siswa Diperkuat

“Melalui penguatan pembelajaran digital dan konsistensi menjaga kualitas KBM, kami berhasil membuktikan bahwa citra sekolah yang kuat dibentuk dari keunggulan proses belajar di dalam kelas,” katanya.

Nasrullah berharap kepercayaan masyarakat terhadap SMPN 22 Mataram terus meningkat. Lonjakan siswa baru dinilai menjadi sinyal bahwa perubahan pembelajaran mulai mendapat respons positif dari masyarakat.

Sekolah pun berkomitmen melanjutkan penguatan digitalisasi kelas tanpa mengesampingkan kualitas KBM.

 

Editor : Pujo Nugroho
Sumber : Lombok Post
Siswa baru SMPN 22 Mataram pembelajaran digital SMPN 22 Mataram digitalisasi kelas SMPN 22 Mataram digitalisasi pembelajaran