Lima Mahasiswa Sudan Bergabung, Mahasiswa Internasional UMMAT Jadi 21 Orang

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 13:15 WIB
Internasionalisasi mahasiswa di UMMAT.
Internasionalisasi mahasiswa di UMMAT.

 

LombokPost-Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menerima lima mahasiswa internasional baru asal Sudan pada Tahun Akademik 2026/2027. Kehadiran mereka menambah jumlah mahasiswa internasional UMMAT dari sebelumnya 16 orang menjadi 21 orang.

Lima mahasiswa asal Sudan itu tersebar di tiga program studi. Abualgassim Khaled Elias Omar menempuh pendidikan di Program Studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL).

Mohamed Ali Elzain Mohamed dan Ali Ibrahim Ali Elhaj bergabung di Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam (FAI). Sementara Safa Hamid Mohammadin Qatar dan Omnia Ibrahim Adam Musa menempuh pendidikan di Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK).

Baca Juga: UMMAT Sambut 1.778 Mahasiswa Baru melalui MAPETA 2026

Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) UMMAT Asbah, M.Hum. mengatakan kehadiran mahasiswa internasional tidak hanya berkaitan dengan penambahan jumlah mahasiswa asing, tetapi juga menjadi bagian dari proses internasionalisasi kampus.

“Keberadaan mahasiswa internasional di UMMAT merupakan salah satu indikator penting bergeraknya proses internasionalisasi kampus. Namun, menghadirkan mahasiswa dari berbagai negara bukanlah tujuan akhir. Kehadiran mereka diharapkan menjadi pemicu terciptanya international atmosphere di lingkungan kampus sekaligus mendorong tahapan berikutnya, yaitu internationalization at home dan internationalization of the curriculum,” ujarnya.

Menurut Asbah, internasionalisasi perlu masuk ke ruang akademik melalui kurikulum berperspektif global, pembelajaran lintas budaya, penggunaan bahasa internasional, collaborative learning, serta interaksi akademik antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa internasional.

“Dengan demikian, internasionalisasi tidak hanya terlihat dari siapa yang datang dari luar negeri, tetapi juga dari bagaimana pengalaman global itu hidup dalam kurikulum, pembelajaran, dan budaya akademik UMMAT,” tambahnya.

Wakil Rektor IV UMMAT Dr H. Zaenudin, M.Pd.I. mengatakan universitas akan terus memperluas jejaring internasional dan mendorong mahasiswa dari berbagai negara untuk menempuh pendidikan di UMMAT.

Baca Juga: UMMAT Gelar Wisuda ke-63, Kukuhkan 997 Lulusan Pascasarjana, Profesi, Sarjana dan Diploma

“Kami terus mendorong agar UMMAT menjadi kampus yang semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat internasional. Kehadiran lima mahasiswa baru dari Sudan ini menjadi energi positif bagi proses internasionalisasi yang sedang kita bangun. Ke depan, kami berharap mahasiswa dari semakin banyak negara memilih UMMAT sebagai tempat untuk belajar dan mengembangkan diri,” ungkapnya.

Menurut Zaenudin, mahasiswa internasional juga dapat menghadirkan pengalaman belajar lintas budaya bagi mahasiswa Indonesia.

“Mahasiswa UMMAT tidak harus pergi ke luar negeri terlebih dahulu untuk memperoleh pengalaman internasional. Ketika lingkungan kampus menghadirkan keberagaman kebangsaan, bahasa, budaya, dan cara pandang, proses internationalization at home sesungguhnya sudah mulai berlangsung,” jelasnya.

Rektor UMMAT Dr H. Abdul Wahab, M.A. mengatakan lima mahasiswa asal Sudan menambah jumlah mahasiswa internasional menjadi 21 orang.

“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut dengan penuh kebahagiaan mahasiswa internasional yang mempercayakan pendidikan mereka kepada Universitas Muhammadiyah Mataram. Sebelumnya UMMAT memiliki 16 mahasiswa internasional, dan pada Tahun Akademik 2026/2027 bertambah lima mahasiswa baru asal Sudan, sehingga saat ini jumlah mahasiswa internasional UMMAT menjadi 21 orang,” tutur Abdul Wahab.

Menurut Abdul Wahab, penambahan mahasiswa internasional menjadi salah satu indikator kepercayaan terhadap UMMAT. Namun, internasionalisasi kampus tidak cukup hanya diukur dari jumlah mahasiswa asing.

“Bagi kami, 21 mahasiswa internasional ini bukan sekadar angka. Kehadiran mereka merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan akademik yang lebih terbuka, multikultural, dan berwawasan global. Mereka adalah bagian dari keluarga besar UMMAT sekaligus bagian penting dari perjalanan internasionalisasi universitas,” lanjutnya.

Baca Juga: Wamen PKP Fahri Hamzah hingga Pakar World Bank Bahas Infrastruktur Hijau di UMMAT

UMMAT juga akan meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan akademik, fasilitas pendukung, dan kerja sama internasional untuk mendukung mahasiswa dari berbagai negara.

“Kami ingin mahasiswa internasional tidak hanya mendapatkan ilmu di ruang kuliah, tetapi juga mengenal masyarakat Indonesia, budaya lokal, nilai-nilai Islam yang berkemajuan, serta kehidupan akademik yang beragam. Sebaliknya, kehadiran mereka juga memperkaya wawasan mahasiswa dan dosen UMMAT mengenai dunia internasional,” ujarnya.

UMMAT menargetkan jumlah mahasiswa internasional terus bertambah dan berasal dari semakin banyak negara, sejalan dengan penguatan jejaring global, mobilitas mahasiswa dan dosen, pembelajaran lintas budaya, serta pengembangan kurikulum berperspektif internasional.

Editor : Akbar Sirinawa
mahasiswa internasional mahasiswa Sudan KUIK UMMAT ummat internasionalisasi kampus