LombokPost- Peluang kerja ke luar negeri kembali terbuka bagi lulusan SMK dan masyarakat umum di NTB. Melalui program SMK Go Global, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB bersama LPKN Training Center Mataram menyiapkan calon tenaga kerja untuk menembus pasar kerja internasional.
Program SMK Go Global tidak sekadar memberikan pelatihan. Peserta disiapkan melalui konsep link and match antara kompetensi yang dimiliki dengan kebutuhan tenaga kerja di luar negeri.
Pada gelombang pertama tahun ini, LPKN Training Center Mataram mendapat alokasi 20 peserta.
Mereka menjalani pelatihan intensif bidang perhotelan dengan spesialisasi housekeeping dan target posisi room attendant.
Pelatihan berlangsung selama 45 hari. Pembiayaan pelatihan ditanggung negara sehingga peserta memperoleh pembekalan kompetensi tanpa terbebani biaya.
Baca Juga: Nurhidayati Terpilih Pimpin IGI NTB, Raih 29 Suara
Kepala BP3MI NTB Kadir mengatakan, proses seleksi peserta dilakukan secara ketat.
Tahapannya dimulai dari pendaftaran, verifikasi berkas hingga wawancara untuk melihat komitmen peserta.
Seleksi tersebut dilakukan untuk memastikan peserta SMK Go Global memiliki kesiapan sebelum mengikuti proses kerja di luar negeri.
“Muara dari program SMK Go Global ini adalah solusi konkret dalam menekan angka pengangguran di dalam negeri. Napas utama program ini berpatokan pada kesiapan kandidat, kesiapan pelatihan, hingga kepastian penempatan kerja luar negeri,” ujarnya.
Selain keterampilan teknis, peserta mendapatkan pembekalan soft skill dan character building.
Materi tersebut diharapkan memperkuat kemampuan lulusan SMK NTB untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional.
Baca Juga: Lombok Post Raih Penghargaan dari IGI NTB, Komitmen Pendidikan Terus Diperkuat
Direktur LPKN Training Center Mataram Naktika Sari Dewi mengatakan, kesempatan bagi lulusan vokasi NTB untuk mendapatkan kerja ke luar negeri terbuka melalui program tersebut.
LPKN Training Center Mataram menjadi salah satu mitra penyelenggara SMK Go Global yang bekerja sama dengan BP3MI NTB. Penunjukan tersebut dilakukan setelah lembaga melewati proses verifikasi dan tahapan administrasi.
LPKN Training Center Mataram dinyatakan memenuhi kualifikasi sebagai mitra vokasi dan resmi terdaftar dalam E-Katalog.
“Melalui kemitraan ini, para pemuda daerah mendapatkan akses pelatihan terstruktur agar mampu bersaing dan bekerja di luar negeri secara profesional,” katanya.
Baca Juga: Dies Natalis ke-64 Unram Resmi Dibuka, Siap Perluas Dampak hingga Global
Untuk memastikan kualitas peserta, pelatihan SMK Go Global diberikan sebanyak 360 jam pelajaran (jampel).
Materinya meliputi soft skill, character building, praktik teknis housekeeping hingga penguasaan bahasa asing.
Peserta juga mendapatkan tambahan 40 jampel untuk pembekalan sertifikasi teknis dan bahasa.
Pembekalan ini menjadi bagian dari persiapan agar lulusan SMK NTB memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pemberi kerja internasional.
Setelah menyelesaikan pelatihan dan memenuhi persyaratan kompetensi, peserta akan mendapatkan sertifikat kompetensi melalui lembaga sertifikasi.
Sertifikat tersebut menjadi salah satu bekal dalam proses penempatan pekerja migran Indonesia.
Baca Juga: SMAN 3 Mataram Juara II B-BRAVE BRIN di IRIFair 2026
Untuk membuka akses peluang kerja luar negeri, LPKN Training Center Mataram bekerja sama dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang memiliki jejaring dengan pemberi kerja di luar negeri.
Sejumlah negara telah disiapkan sebagai tujuan penempatan.
Diantaranya Turki, Yunani, Bulgaria dan Albania.
Penempatan dilakukan melalui mekanisme resmi sesuai ketentuan yang berlaku. Jalur tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses kerja di luar negeri berlangsung melalui prosedur yang telah ditetapkan.
Program SMK Go Global sekaligus memperluas akses peluang kerja luar negeri bagi tenaga kerja asal NTB.
Peserta tidak hanya disiapkan untuk bekerja, tetapi juga dibekali sejak tahap seleksi, pelatihan hingga sertifikasi.
Dengan pembekalan tersebut, lulusan SMK NTB diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja internasional, khususnya sektor perhotelan.
Baca Juga: Tari Kontemporer Lombok “Cracked” Tembus Panggung Internasional di Malaysia
“Posisi room attendant menjadi salah satu bidang yang disiapkan melalui pelatihan ini,” pungkas Dewi.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post