LombokPost--Dua residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Kedokteran Kelautan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram (FKIK Unram) mendapat pengalaman internasional melalui International Student Mobility Program in Maritime Medicine di Vietnam.
Program yang berlangsung pada 14–18 September 2026 itu digelar di Vietnam National Institute of Maritime Medicine (VINIMAM), Hai Phong, Vietnam.
Dua residen yang mengikuti program tersebut yakni dr. Anita Valencia dan dr. Nurul Ridha Muttaqiin.
Kegiatan ini mendapat dukungan Rektorat Universitas Mataram sebagai bagian dari penguatan pengalaman belajar dan jejaring internasional peserta didik.
PPDS Kedokteran Kelautan FKIK Unram merupakan program pendidikan dokter spesialis kedokteran kelautan pertama di Indonesia.
Bidang ini berkaitan dengan berbagai persoalan kesehatan manusia yang bekerja maupun beraktivitas di lingkungan maritim.
Baca Juga: Fraksi PKS Minta APBD Perubahan Berdampak Nyata
Cakupannya antara lain kesehatan penyelam dan kedokteran hiperbarik, kesehatan pelaut dan pekerja maritim, kesehatan kerja di lingkungan laut, hingga kesehatan masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan.
Dalami Kedokteran Hiperbarik
Pemilihan VINIMAM sebagai lokasi program memiliki relevansi dengan pengembangan pendidikan kedokteran kelautan di Indonesia.
Institusi tersebut telah berdiri lebih dari 25 tahun dan memiliki pengalaman dalam pelayanan, pendidikan, serta penelitian kedokteran maritim.
Selama berada di VINIMAM, kedua residen mengikuti kuliah, observasi fasilitas, diskusi akademik, serta pengalaman klinis terarah.
Salah satu materi utama yang dipelajari adalah kedokteran penyelaman dan hiperbarik.
Peserta mendalami prinsip dan penerapan terapi oksigen hiperbarik, pengelolaan pasien di ruang hiperbarik, prosedur keselamatan, hingga pemantauan pasien selama terapi.
Residen juga mengamati pelayanan pasien secara langsung dan berdiskusi mengenai sejumlah kasus yang berkaitan dengan penyelaman dan terapi hiperbarik.
Dalam sesi pertukaran pengalaman, Anita dan Ridha turut membagikan pengalaman penanganan pasien, termasuk kasus dekompresi yang ditemui selama menjalani pendidikan di Mataram.
Selain kedokteran hiperbarik, mereka mempelajari kesehatan kerja dan kesehatan pelaut. Materinya mencakup pemeriksaan kesehatan pelaut, penilaian kelayakan medis untuk bekerja di laut, serta sistem pelayanan kesehatan bagi pelaut dan pekerja maritim.
Baca Juga: Nanang Samodra Sosialisasi 4 Pilar MPR RI VII, Bahas Wawasan Nusantara sebagai Landasan Visional
Program tersebut juga membuka ruang diskusi mengenai pengelolaan institusi kedokteran maritim, penelitian, pengembangan pelayanan, serta tantangan kesehatan di lingkungan pesisir dan maritim.
Belajar dari Pelayanan Pasien Kritis
Bagi dr. Nurul Ridha Muttaqiin, pengalaman di VINIMAM tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan klinis, tetapi juga pelajaran mengenai nilai kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.
“Kami berdua mendapatkan kesempatan yang luar biasa untuk berkunjung ke VINIMAM. Satu makna mendalam yang kami dapatkan dari pelayanan hiperbarik intensif adalah bahwa mereka tidak berfokus pada keterbatasan, melainkan pada upaya terbaik untuk menolong sesama, terutama dalam kondisi kritis,” ungkap Ridha.
Menurutnya, pengalaman berada di depan hyperbaric chamber memberikan makna lebih dari sekadar mengenal teknologi medis.
“Dari sana, kami belajar bahwa sejatinya manusia hidup untuk memanusiakan manusia lainnya,” lanjutnya.
Seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari rotasi klinik mandiri residen di bidang penyelaman dan kedokteran hiperbarik.
Buka Peluang Kerja Sama Akademik
Kunjungan ke VINIMAM juga membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas antara kedua institusi.
Kerja sama tersebut dapat mencakup pendidikan, penelitian bersama, publikasi ilmiah, hingga pertukaran dosen dan peserta didik.
Keikutsertaan Anita dan Ridha diharapkan memperluas wawasan sekaligus memperkuat kompetensi klinis dan akademik. Pengalaman tersebut juga diharapkan membawa perspektif baru bagi pengembangan pendidikan dan pelayanan kedokteran kelautan di Indonesia.
Bagi Universitas Mataram, penguatan jejaring internasional menjadi penting karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan aktivitas maritim yang luas.
Baca Juga: Gubernur Terbitkan Kode Register 26 Desa Persiapan KLU
Kolaborasi dengan institusi kedokteran maritim seperti VINIMAM diharapkan mendukung pengembangan sumber daya manusia, penelitian, dan pelayanan kesehatan bagi pelaut, penyelam, pekerja maritim, serta masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan.
Ke depan, PPDS Kedokteran Kelautan FKIK Unram dan VINIMAM berpeluang mengembangkan kerja sama secara berkelanjutan melalui student exchange, pertukaran akademisi, penelitian bersama, serta pengembangan pendidikan kedokteran maritim yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia.
Editor : Kimda FaridaSumber : siaran pers