Higienitas MBG di Mataram Diminta Diperketat, SPPG Jadi Sorotan

Jay • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:02 WIB
HARUS HIGIENIS: Seorang murid di Kota Mataram saat mengambil MBG dalam omprengan, belum lama ini. SPPG Mataram diminta perketat higienitas MBG.
HARUS HIGIENIS: Seorang murid di Kota Mataram saat mengambil MBG dalam omprengan, belum lama ini. SPPG Mataram diminta perketat higienitas MBG.

 

LombokPost - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Mataram diminta memperketat higienitas produksi Makan Bergizi Gratis (MBG). Pola dan waktu memasak hingga proses penyaluran makanan ke sekolah perlu diperhatikan agar MBG aman dikonsumsi siswa.

Pengawas Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Abdul Kadir mengatakan, SPPG perlu memastikan seluruh proses produksi berjalan sistematis. Mulai dari pola memasak, waktu produksi, hingga prosedur penyimpanan makanan harus menjadi perhatian.

“Kami ingin SPPG konsisten dengan proses produksi yang higienis dan waktu masak. Tidak langsung menutup makanan yang masih panas. Memastikan penggunaan sambal dan penyedap rasa tidak kedaluwarsa,” ujarnya.

Baca Juga: LPKN Training Center Siapkan 20 Peserta SMK Go Global Jadi Room Attendant

Menurut Kadir, waktu masak MBG juga harus disesuaikan dengan jadwal makan siswa. Jarak antara makanan selesai diproduksi dan waktu disantap siswa jangan terlalu lama. Pengaturan itu penting untuk menjaga kualitas makanan bergizi gratis saat sampai di sekolah.

“Selain proses produksi yang higienis, ketepatan waktu pengantaran juga menjadi bagian dari upaya memastikan MBG tetap layak dikonsumsi,” ucapnya.

Kadir mendorong ahli gizi SPPG rutin turun ke sekolah. Kehadiran ahli gizi tidak hanya untuk memastikan pelaksanaan MBG di sekolah, tetapi juga memberikan edukasi kepada siswa mengenai pola makan yang sehat.

Baca Juga: MAN 2 Mataram Juara Umum Cortex 2026, Borong Medali Sains dan Kedokteran

“Kami ingin SPPG, termasuk ahli gizi secara berkala turun ke sekolah. Memberikan penyuluhan tentang cara sehat mengonsumsi makanan yang diberikan,” tuturnya.

Di sisi lain, penyaluran MBG ke sekolah juga menjadi perhatian. Kadir menyebutkan, distribusi selama ini relatif berjalan lancar. Meski demikian, sempat beberapa hari penyaluran terhenti karena persoalan anggaran.

Keluhan siswa terhadap MBG juga disebut mulai berkurang. Keluhan yang masih muncul lebih banyak berkaitan dengan menu yang dianggap tidak sesuai selera siswa. Sementara pengantaran makanan disebut mulai lebih tepat waktu.

Baca Juga: Buku Beda Iman Satu Tradisi, Angkat Harmoni Muslim-Hindu di Lombok

Untuk menyesuaikan distribusi dengan aktivitas belajar, jam makan siswa dimundurkan mendekati waktu istirahat, salat, dan makan (Ishoma). Pengaturan itu dilakukan dengan mempertimbangkan waktu makan siswa sekaligus efisiensi kegiatan di sekolah.

Kadir menjelaskan, jika MBG dibagikan saat istirahat pertama sekitar pukul 10.00 Wita, waktu siswa untuk makan dinilai terlalu singkat. Selain berpotensi berbenturan dengan waktu pengantaran, siswa juga tidak bisa dipaksa makan terburu-buru.

“Jam pelajaran setelah siswa makan selalu bermasalah terkait ketertiban dan kesiapan siswa. Pengumpulan dan pengembalian omprengan membutuhkan waktu. Siswa juga tidak bisa dipaksa agar makan cepat. Ada beberapa siswa yang makannya lambat. Termasuk siswa yang hari itu bertugas mengambil dan mengembalikan omprengan,” terangnya.

Baca Juga: 800 Pramuka di Lombok Timur Dapat Edukasi Keamanan Obat dan Makanan

Karena itu, Kadir meminta Satgas MBG di sekolah membangun komunikasi intensif dengan pihak dapur SPPG. Komunikasi itu diperlukan untuk mengevaluasi menu, menyesuaikan waktu pengantaran, sekaligus memastikan pelaksanaan MBG aman dan tidak mengganggu jadwal belajar.

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
keamanan makanan MBG SPPG Kota Mataram higienitas MBG Makan Bergizi Gratis MBG Kota Mataram