LPKN Training Center Mataram Uji Kompetensi 30 Peserta PKK Platinum, 18 Siap ke Bulgaria

Jay • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 15:17 WIB
UJI KOMPETENSI: Direktur LPKN Training Center Mataram Naktika Sari Dewi foto bersama penguji dan peserta PKK Platinum di TUK PKPI Praya, Lomhok Tengah, Jumat (2/10). LPKN Training Center uji kompetensi 30 peserta PKK Platinum, 18 siap ke Bulgaria.
UJI KOMPETENSI: Direktur LPKN Training Center Mataram Naktika Sari Dewi foto bersama penguji dan peserta PKK Platinum di TUK PKPI Praya, Lomhok Tengah, Jumat (2/10). LPKN Training Center uji kompetensi 30 peserta PKK Platinum, 18 siap ke Bulgaria.

 

LombokPost- Peluang bekerja di industri perhotelan internasional kembali terbuka bagi peserta Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Platinum 2026.

Sebanyak 30 peserta mengikuti uji kompetensi perhotelan yang digelar Lembaga Pendidikan Kompetensi Nasional (LPKN) Training Center Mataram.

Program PKK Platinum tersebut merupakan program Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Uji kompetensi perhotelan dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) PKPI Praya, Lombok Tengah, Jumat (2/10).

Dari 30 peserta yang mengikuti program PKK Platinum, sebanyak 18 orang bahkan telah mengantongi kontrak kerja dengan jaringan hotel ternama di Bulgaria.

Baca Juga: Silvia Yohana Juara I FTBI Pidato Bahasa Sasak, SMPN 2 Gerung Beri Reward

Direktur LPKN Training Center Mataram Naktika Sari Dewi mengatakan, uji kompetensi perhotelan menjadi tahapan penting untuk memastikan kemampuan peserta telah sesuai dengan standar industri.

Para peserta sebelumnya telah menjalani pelatihan intensif selama 2,5 bulan dengan total 413 jam pelajaran.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan berbagai kompetensi dasar perhotelan. Mulai dari housekeeping, food and beverage (F&B) service, front office, barista hingga kitchen.

"Uji kompetensi ini menjadi evaluasi akhir setelah peserta mengikuti pelatihan selama 2,5 bulan," kata Dewi.

Dalam pelaksanaan uji kompetensi perhotelan kali ini, peserta memilih bidang yang menjadi fokus masing-masing sesuai minat dan kemampuan.

Dua bidang yang dipilih yakni housekeeping dan F&B service.

Untuk memastikan proses pengujian berjalan sesuai standar, Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) menugaskan asesor independen dari Bali I Wayan Suka. Pengujian dilakukan secara langsung di TUK PKPI Praya.

Baca Juga: CKS Kota Mataram Tinggal Tunggu Pertek BKN

Sertifikat kompetensi yang diperoleh peserta nantinya menjadi bukti pengakuan bahwa kemampuan mereka telah memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan untuk bekerja di industri perhotelan.

Dewi memastikan fasilitas dan sarana prasarana TUK PKPI Praya telah memenuhi standar industri yang dibutuhkan untuk pelaksanaan uji kompetensi perhotelan.

Prospek kerja peserta PKK Platinum juga menjadi perhatian. Setelah menyelesaikan pelatihan dan uji kompetensi, peserta akan diarahkan untuk masuk ke industri perhotelan, baik di dalam maupun luar negeri.

Khusus 18 peserta yang telah mengantongi kontrak kerja, mereka dipastikan berangkat ke Bulgaria pada awal tahun depan.

Sementara peserta lainnya masih menjalani proses penempatan untuk bekerja di luar negeri.

Baca Juga: Higienitas MBG di Mataram Diminta Diperketat, SPPG Jadi Sorotan

"Kami menargetkan 100 persen peserta dapat bekerja, baik dalam maupun luar negeri," ujar Dewi.

Target tersebut menunjukkan bahwa program PKK Platinum tidak hanya diarahkan untuk memberikan keterampilan kepada peserta.

Program tersebut juga membuka akses lebih luas bagi lulusan untuk masuk ke pasar kerja internasional.

Karena itu, uji kompetensi perhotelan menjadi salah satu tahapan penting sebelum peserta benar-benar terjun ke industri hospitality global.

Penguji LSP Perhotelan Bali I Wayan Suka mengatakan, kompetensi calon tenaga kerja perhotelan tidak hanya dilihat dari kemampuan teknis.

Menurutnya, grooming atau penampilan serta attitude atau sikap kerja menjadi fondasi utama dalam uji kompetensi perhotelan.

Baca Juga: Siswa SMAN 3 Mataram Raih Medali Perak Shorinji Kempo NTB

Pada tahap awal pengujian, asesor mencermati kerapian penampilan sekaligus kedisiplinan peserta.

Setelah itu, kemampuan teknis sesuai bidang masing-masing dinilai melalui praktik secara langsung.

"Attitude merupakan fondasi utama sebelum kemampuan atau skill spesifik sesuai jurusan dinilai secara langsung di lapangan," jelas Wayan.

Khusus peserta F&B service, penguasaan peralatan restoran menjadi salah satu materi yang dinilai.

Peserta harus memahami cutlery dan equipment, restaurant operation hingga tata cara table setup ketika melayani tamu.

Baca Juga: 41 Apoteker Baru Unram Dilantik, Diingatkan Tak Berhenti Belajar

Secara umum, Wayan menilai pelaksanaan uji kompetensi perhotelan berjalan baik. Salah satu keunggulan peserta adalah kemampuan bahasa Inggris yang dinilai sudah sangat bagus.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah catatan minor, terutama terkait presisi penempatan cutlery dalam penataan meja.

"Secara umum praktik ujian hari ini sudah luar biasa. Kelebihan utama peserta ada pada kemampuan bahasa Inggris mereka yang sudah sangat bagus," ungkapnya.

Dengan bekal keterampilan teknis, kemampuan bahasa asing, grooming dan attitude yang baik, peserta PKK Platinum diharapkan mampu memenuhi kebutuhan industri perhotelan.

Terlebih, 18 peserta telah memiliki kontrak kerja dan dipersiapkan berangkat ke Bulgaria. Sementara peserta lainnya masih diarahkan menuju proses penempatan kerja internasional.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
PKK Platinum 2026 uji kompetensi perhotelan kerja di Bulgaria Pendidikan Kecakapan Kerja LPKN Training Center Mataram