LombokPost- Dua tim mahasiswa Universitas Mataram (Unram) membawa inovasi pangan lokal Lombok ke ajang KMI Expo XVII 2026 di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Inovasi yang ditampilkan yakni TuChips berbahan jaje tujak dan Tekembung berbahan udang rebon serta ikan kembung.
Keikutsertaan dua tim mahasiswa Unram itu menjadi bagian dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tahun ini, sebanyak 395 kelompok usaha mahasiswa dari 219 perguruan tinggi terpilih mengikuti KMI Expo XVII.
Bagi mahasiswa Unram, KMI Expo XVII bukan sekadar ajang memamerkan produk. Panggung nasional itu menjadi ruang untuk menguji inovasi, memperluas jejaring, sekaligus memperkenalkan potensi pangan lokal Lombok dalam kemasan produk yang lebih modern.
Baca Juga: LPKN Training Center Mataram Uji Kompetensi 30 Peserta PKK Platinum, 18 Siap ke Bulgaria
Tim TuChips digawangi Citra Bela Qur'ani dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Nayla Azzra Syafitri dari Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri (FATEPA), serta Indi Abida Firdaus dari FEB. Tim itu berada di bawah bimbingan Rini Nofrida.
TuChips berangkat dari salah satu kuliner tradisional Lombok, yakni jaje tujak. Jajanan itu memiliki cita rasa khas, tetapi teksturnya yang lembap membuat daya simpannya relatif pendek. Kondisi itu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi mahasiswa Unram. Melalui TuChips, jaje tujak diolah menjadi keripik dengan tekstur renyah dan daya simpan lebih panjang.
Sementara itu, tim Tekembung menghadirkan inovasi dari bahan pangan hasil perikanan. Tim ini terdiri atas Laela Ardo, Fitri Idayanti, Nurfatin Zalila, Yatmi Hijayanti dari FATEPA, serta Heni Sepira dari FEB. Tim itu dibimbing Firman Fajar Perdhana.
Baca Juga: MBG SMAN 3 Mataram Dibagikan Usai Salat Duhur, Siswa Diminta Langsung Makan di Kelas
Tekembung merupakan inovasi terasi yang memadukan udang rebon dan ikan kembung. Produk itu dikembangkan dengan memperhatikan aspek higienitas, kandungan protein, serta penggunaan bahan tanpa pengawet.
Potensi hasil perikanan yang tersedia di Lombok menjadi salah satu dasar pengembangan Tekembung. Bahan yang sebelumnya dimanfaatkan atau dijual dalam bentuk segar diolah menjadi produk pangan dengan nilai tambah.
Tidak hanya mengembangkan cita rasa, mahasiswa Unram juga memperhatikan kandungan gizi dan desain kemasan. Melalui terasi ikan kembung, mahasiswa berupaya memperkenalkan produk pangan khas dengan tampilan yang lebih modern kepada pasar yang lebih luas.
Baca Juga: Higienitas MBG di Mataram Diminta Diperketat, SPPG Jadi Sorotan
Plt Rektor Unsoed Prof Dr Ali Rokhman mengatakan, KMI Expo menjadi sarana untuk melahirkan inovasi bernilai tambah dengan memanfaatkan sumber daya serta kearifan lokal. Menurutnya, pengembangan kewirausahaan mahasiswa juga perlu ditopang kemampuan manajerial, sistem informasi, dan literasi digital agar mampu mengikuti kebutuhan masa depan.
“Insan Indonesia harus tetap berakar lokal budayanya, tetapi kita harus berkiprah global dan berdampak secara global,” ujarnya.
Bagi mahasiswa Unram, TuChips dan Tekembung menjadi contoh bagaimana pangan lokal Lombok dapat dikembangkan melalui inovasi dan kewirausahaan. Jaje tujak dan terasi ikan kembung tidak hanya dibawa sebagai produk, tetapi juga sebagai bagian dari cerita potensi lokal yang diperkenalkan di panggung nasional.
Baca Juga: Siswa SMAN 3 Mataram Raih Medali Perak Shorinji Kempo NTB
Lewat KMI Expo XVII, mahasiswa Unram membawa inovasi pangan lokal Lombok untuk bersaing dan membuka jejaring lebih luas. Dari TuChips jaje tujak hingga Tekembung terasi ikan kembung, kreativitas mahasiswa menjadi jalan untuk memberi nilai tambah pada potensi daerah.
Editor : Pujo NugrohoSumber : Lombok Post