LombokPost- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA NTB semakin dekat. Sebanyak 8.336 calon peserta dari 43 SMA negeri dan swasta di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB dipastikan siap mengikuti TKA SMA 2026.
TKA dijadwalkan mulai bergulir pada 26 Oktober mendatang. Pelaksanaan ujian akan berlangsung dalam dua gelombang untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti tes sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Koordinator Teknis TKA Dikpora NTB Lalu Aksa Suhendra mengatakan, gelombang pertama TKA SMA 2026 berlangsung pada 26-29 Oktober. Selanjutnya, gelombang kedua digelar pada 2-5 November.
Baca Juga: Bantuan Smartboard Sekolah di Mataram Belum Jelas, Masih Tunggu Pusat
Selain dua gelombang utama itu, panitia juga menyiapkan gelombang khusus pada akhir pekan bagi peserta Paket C. Skema itu disiapkan untuk mengakomodasi peserta yang telah bekerja sehingga tetap memiliki kesempatan mengikuti TKA.
“Pelaksanaan TKA SMA diadakan dalam dua gelombang,” kata Aksa.
Menjelang TKA SMA NTB, kesiapan infrastruktur menjadi perhatian utama. Sebelumnya, simulasi uji infrastruktur pusat telah dilaksanakan pada 21-27 September. Selanjutnya, gladi bersih dijadwalkan berlangsung pekan depan. Tahapan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan jaringan sekaligus membiasakan peserta menggunakan berbagai fitur dalam aplikasi TKA.
Baca Juga: Bulan Bahasa dan Sastra 2026, MAN 2 Mataram Gandeng Balai Bahasa NTB
Aksa mengatakan, kesiapan sarana dan infrastruktur sekolah relatif baik jika mengacu pada pengalaman pelaksanaan TKA tahun sebelumnya. Meski begitu, sejumlah potensi gangguan teknis tetap diantisipasi. Salah satunya gangguan listrik dan koneksi internet di lokasi pelaksanaan TKA. Sekolah diminta menyiapkan genset sebagai sumber listrik cadangan. Langkah itu diperlukan untuk meminimalkan risiko gangguan selama pelaksanaan TKA.
Apabila gangguan teknis terjadi melebihi batas toleransi waktu, peserta tidak langsung dinyatakan gagal mengikuti ujian. Peserta akan dialihkan ke gelombang susulan.
“Apabila terjadi kendala teknis yang melampaui toleransi waktu, peserta akan dialihkan ke gelombang susulan sehingga dipastikan tidak ada siswa yang dirugikan,” ujarnya.
Baca Juga: Kimiliya, Siswi MAN 1 Mataram Bawa Pulang Emas Lombok Arisaka Championship
Aksa menegaskan, TKA SMA bukan menjadi syarat maupun penentu kelulusan siswa. Tes itu memiliki fungsi berbeda dalam proses pendidikan dan penerimaan murid baru.
Dalam pelaksanaan SPMB, hasil TKA SMA 2026 akan digunakan sebagai validator nilai rapor bagi calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur prestasi. Karena itu, meski bukan penentu kelulusan, hasil TKA tetap memiliki arti penting bagi siswa yang akan mengikuti proses seleksi masuk sekolah melalui jalur prestasi.
Aksa menyebutkan, tingkat partisipasi TKA SMA NTB 2026 menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk jenjang SMA, tingkat kepesertaan tahun ini mencapai sekitar 87 persen. Angka itu meningkat dibandingkan tahun lalu yang berada di kisaran 80 persen. Kenaikan partisipasi bahkan lebih tinggi terjadi pada jenjang Madrasah Aliyah (MA) di bawah Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) NTB, yang sebelumnya hanya 72,43 persen kini melesat hingga 90 persen.
Baca Juga: SMAN 1 Labuapi Gelar Uji Coba TKA Pekan Depan
“Dengan persiapan infrastruktur, simulasi, dan gladi bersih yang dilakukan sebelum pelaksanaan, kami berharap TKA berjalan lancar,” pungkasnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post