LombokPost- Alumni Universitas Mataram (Unram) Prof Asep Nana Mulyana kembali ke almamater. Bukan sekadar bernostalgia, kini dia hadir sebagai Wakil Jaksa Agung untuk menyampaikan gagasan tentang penegakan hukum dan pembangunan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Prof Asep menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Penegakan Hukum dan Pembangunan Berdampak Menuju Indonesia Berdaya Saing Global” dalam rangkaian Dies Natalis ke-64 Unram di Ruang Sidang Senat, Gedung Rektorat Unram, pekan lalu.
Kegiatan itu mengusung tema Dies Natalis “Unram Berdampak: From Local to Global Impact”. Agenda juga dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Penetapan Dosen Praktisi Program Studi Doktor Ilmu Hukum Unram kepada Prof Asep Nana Mulyana.
Baca Juga: Guru SLB di NTB Masih Kurang, Formasi Baru Mulai Diusulkan
SK itu diserahkan langsung Rektor Unram Prof Sukardi. Penetapan itu sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan institusi penegak hukum.
Prof Sukardi menyampaikan kebanggaannya atas kiprah alumni Unram yang mampu berkontribusi di tingkat nasional. Prof Asep menjadi salah satu contoh lulusan Unram yang dipercaya menjalankan tugas strategis, khususnya dalam bidang penegakan hukum.
Menurutnya, keterlibatan alumni dalam berbagai posisi strategis dapat memperkuat jejaring sekaligus membuka peluang kolaborasi bagi pengembangan Unram.
Baca Juga: 27 Tahun Jadi Guru, Kepala MTsN 2 Lobar Tuangkan Pengalaman dalam Buku
Tidak hanya berbicara soal hukum, Prof Sukardi juga memaparkan perkembangan kinerja riset kampus. Berdasarkan data Scopus/SciVal periode publikasi 2023–2026, Unram mencatat 1.166 publikasi dengan 22.757 sitasi.
Sementara itu, indikator citations per publication dan field-weighted citation impact Unram masing-masing menempati peringkat kedua secara nasional.
“Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Unram memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang memberikan dampak melalui riset dan inovasi,” ucap Prof Sukardi.
Baca Juga: 8.336 Siswa Siap SMA Ikuti TKA SMA NTB 2026, Ujian Dimulai 26 Oktober
Dalam orasinya, Wakil Jaksa Agung Prof Asep Nana Mulyana menyoroti keterkaitan antara penegakan hukum dan pembangunan. Penegakan hukum, kata dia, tidak semata-mata berhenti pada aspek penindakan. Hukum juga harus menjadi bagian dari proses pembangunan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Gagasan itu sejalan dengan arah transformasi Unram. Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan. Kampus juga dituntut memperkuat kontribusi melalui pendidikan, riset, inovasi, dan kolaborasi.
Kehadiran praktisi penegakan hukum di lingkungan akademik memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan perspektif langsung mengenai praktik hukum. Kolaborasi juga dapat dikembangkan dalam penelitian, kajian akademik, pertukaran pengetahuan, hingga penguatan kelembagaan.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post