LombokPost- Peluang kerja ke Eropa mulai dibuka lebih lebar bagi tenaga kerja asal NTB. Melalui program SMK Go Global, LPKN Training Center Mataram bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB menyiapkan tenaga kerja terampil yang diproyeksikan mengisi kebutuhan pasar kerja internasional.
Program yang merupakan direktif Presiden tersebut menargetkan 100 persen lulusan terserap dalam penempatan kerja luar negeri. Karena itu, pelatihan tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi sejak awal disusun berdasarkan kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan.
Strategi tersebut diterapkan dengan terlebih dahulu membangun kemitraan dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Melalui skema itu, kebutuhan tenaga kerja, bidang keahlian, hingga negara tujuan penempatan telah dipetakan sebelum pelatihan dimulai.
Baca Juga: Guru SLB di NTB Masih Kurang, Formasi Baru Mulai Diusulkan
Untuk angkatan saat ini, LPKN Training Center Mataram memfokuskan pelatihan pada bidang housekeeping. Keahlian tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di Bulgaria dan sejumlah negara Eropa Timur.
Pada gelombang kedua, LPKN Training Center Mataram mendapat alokasi 20 peserta. Jumlah peserta dibatasi 20 orang dalam setiap kelas agar proses pelatihan berlangsung lebih terfokus.
Hingga saat ini, program tersebut telah berjalan dua angkatan dengan total 40 peserta. Mereka dipersiapkan untuk mengikuti seluruh tahapan sebelum nantinya masuk proses penempatan kerja ke Eropa.
Baca Juga: 27 Tahun Jadi Guru, Kepala MTsN 2 Lobar Tuangkan Pengalaman dalam Buku
Direktur LPKN Training Center Mataram Naktika Sari Dewi mengatakan, kepastian kebutuhan pasar menjadi salah satu keunggulan program SMK Go Global. Dengan adanya demand tenaga kerja yang sudah dipetakan, peserta memiliki tujuan yang lebih jelas setelah menyelesaikan pelatihan.
“Dengan ketersediaan demand pasar yang pasti serta pelatihan yang terarah, keberadaan SMK Go Global menjadi jembatan nyata bagi penempatan kerja luar negeri,” ujar Dewi, Senin (5/10).
Ia berharap seluruh peserta dapat lolos tahapan yang dipersyaratkan dan langsung mengisi posisi kerja di sektor housekeeping.
Baca Juga: Aisyah, Siswi MAN 2 Mataram Borong Dua Medali Shorinji Kempo NTB 2026
Ketua Tim Kelembagaan dan Pemasyarakatan Program BP3MI NTB Made Setyaningrum mengatakan, peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK kini semakin terbuka. Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar internasional.
Melalui program SMK Go Global, peserta dibekali keterampilan teknis dan kemampuan bahasa. Pelatihan tersebut dirancang berdasarkan permintaan tenaga kerja dari negara tujuan.
“Melalui program pelatihan kerja SMK Go Global, para alumni dibekali keterampilan teknis serta penguasaan bahasa agar siap bersaing di pasar kerja internasional,” katanya.
Baca Juga: 8.336 Siswa Siap SMA Ikuti TKA SMA NTB 2026, Ujian Dimulai 26 Oktober
Made menjelaskan, sejumlah paket pelatihan teknis telah dan sedang berlangsung di beberapa lokasi. Untuk wilayah Mataram dan Praya, pelatihan difokuskan pada sektor housekeeping yang dilaksanakan LPKN Training Center Mataram dan Poltekpar.
“Khusus sektor housekeeping, terdapat tiga angkatan atau batch dengan total 60 peserta,” ujarnya.
Sektor housekeeping menjadi salah satu bidang yang banyak dibutuhkan di sejumlah negara Eropa. Selain Bulgaria, kebutuhan tenaga kerja juga terdapat di Hungaria hingga Turki.
Baca Juga: Bantuan Smartboard Sekolah di Mataram Belum Jelas, Masih Tunggu Pusat
Kondisi tersebut membuat pelatihan tenaga kerja ke Eropa menjadi salah satu fokus dalam program SMK Go Global. Peserta diarahkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar pekerjaan di negara tujuan.
Tak hanya keterampilan teknis, peserta program SMK Go Global juga wajib mengikuti asesmen dan uji kompetensi. Tahapan tersebut menjadi syarat untuk mendapatkan sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Durasi pelatihan disesuaikan dengan kurikulum dan kebutuhan teknis masing-masing sektor. Khusus bidang housekeeping, pelatihan berlangsung selama 45 hari atau 360 jam pelajaran.
Baca Juga: Kimiliya, Siswi MAN 1 Mataram Bawa Pulang Emas Lombok Arisaka Championship
Pelatihan housekeeping juga dibundel dengan Bahasa Inggris. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi calon pekerja yang akan berhadapan dengan lingkungan kerja internasional. Pola pelatihan berbasis demand membuat peserta tidak hanya mengejar sertifikat. Mereka dipersiapkan sejak awal untuk memenuhi kebutuhan perusahaan di negara tujuan sekaligus mengikuti tahapan penempatan kerja luar negeri.
Made mengatakan, seluruh rangkaian program SMK Go Global pada akhirnya diarahkan pada penempatan kerja nyata. Sekitar 80 persen skema penempatan dilakukan melalui Person to Person (P2P) dengan menggandeng P3MI berizin resmi yang memiliki Surat Izin Penempatan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI).
Selain skema P2P, tersedia pula jalur Government to Government (G2G). Salah satunya melalui pelatihan bahasa untuk penempatan tenaga kerja ke Jepang. Penyiapan dokumen penempatan juga dilakukan beriringan dengan masa pelatihan. Dengan pola tersebut, lulusan diharapkan dapat langsung melanjutkan ke tahapan penempatan setelah seluruh persyaratan terpenuhi.
Baca Juga: Mahasiswa Unram Bawa TuChips dan Tekembung, Pangan Lokal Lombok Tembus KMI Expo
Melalui SMK Go Global, LPKN Training Center Mataram dan BP3MI NTB terus memperkuat kesiapan tenaga kerja terampil NTB untuk bersaing di pasar internasional. Pelatihan housekeeping, Bahasa Inggris, sertifikasi BNSP, serta dukungan mitra penempatan menjadi modal untuk membuka jalan kerja ke Eropa bagi lulusan yang memenuhi persyaratan.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post