LombokPost- Universitas Mataram (Unram) memperkuat evaluasi kinerja sekaligus mendorong peningkatan riset dan publikasi internasional. Langkah itu menjadi salah satu fokus dalam Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Unram yang digelar di Ruang Sidang Rektor Unram, Senin (5/10).
Rakorpim Unram menjadi forum untuk mengevaluasi capaian kinerja, realisasi anggaran, dan pelaksanaan program kerja setiap unit. Forum tersebut juga diarahkan untuk memastikan seluruh program yang dijalankan memberikan dampak terukur bagi kemajuan Unram.
Rapat dipimpin Rektor Unram Prof Sukardi dan dihadiri para wakil rektor, dekan, kepala lembaga, Direktur Pascasarjana, Direktur Rumah Sakit Unram, kepala biro, kepala UPA, serta Kepala BPU.
Baca Juga: Bulan Bahasa dan Sastra 2026, MAN 2 Mataram Gandeng Balai Bahasa NTB
Dalam Rakorpim Unram, evaluasi tidak hanya menyasar realisasi anggaran. Capaian indikator kinerja, kendala pelaksanaan program, hingga tindak lanjut masing-masing unit kerja turut dibahas.
“Setiap program kerja harus memiliki target yang jelas dan terukur. Termasuk program riset dan publikasi ilmiah yang menjadi salah satu perhatian utama universitas,” tegas Prof Sukardi.
Menurutnya, setiap konferensi internasional yang digelar Unram harus menghasilkan luaran yang lebih konkret. Salah satunya berupa publikasi pada jurnal internasional bereputasi yang dapat ditelusuri dan memberikan kontribusi terhadap pemeringkatan universitas di tingkat global.
Baca Juga: Bantuan Smartboard Sekolah di Mataram Belum Jelas, Masih Tunggu Pusat
Penguatan riset Unram menjadi salah satu agenda penting dalam evaluasi tersebut. Rektor mendorong agar kegiatan akademik tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan luaran yang berdampak terhadap kinerja universitas.
Upaya itu diperkuat melalui program karantina penulisan artikel ilmiah. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unram melaporkan sebanyak 37 artikel berhasil disubmit pada tahap pertama.
Sementara itu, sebanyak 80 judul penelitian akan mendapatkan pendampingan lanjutan melalui karantina penulisan artikel tahap kedua. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas publikasi ilmiah dosen Unram.
Baca Juga: 8.336 Siswa Siap SMA Ikuti TKA SMA NTB 2026, Ujian Dimulai 26 Oktober
Untuk mendukung riset Unram, LPPM juga akan meningkatkan pemanfaatan berbagai perangkat pendukung penelitian. Di antaranya Scopus AI, SciVal, dan Elsevier Pure yang telah tersedia dalam ekosistem riset universitas.
Selain riset dan publikasi internasional, Rakorpim Unram membahas penguatan kerja sama dan mobilitas internasional. Prof Sukardi mendorong program guest lecturer, adjunct professor, dan visiting professor tidak sekadar menghasilkan aktivitas akademik.
Program internasional tersebut diharapkan mampu membuka kolaborasi penelitian, meningkatkan jumlah mahasiswa internasional. Serta memberikan kontribusi terhadap indikator kinerja internasional Unram.
Baca Juga: 27 Tahun Jadi Guru, Kepala MTsN 2 Lobar Tuangkan Pengalaman dalam Buku
Universitas juga menargetkan peningkatan aktivitas dosen di luar negeri melalui penguatan program lecture mobility. Untuk mendukung target tersebut, Unram akan menyiapkan skema hibah dan pedoman khusus mulai tahun depan.
“Dengan skema tersebut, mobilitas dosen diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan perjalanan akademik. Namun, juga menghasilkan kolaborasi, publikasi, jejaring internasional, dan capaian yang dapat diukur,” terang Prof Sukardi.
Dibidang pengembangan akademik lanjutnya, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unram melaporkan persiapan pembukaan Program Studi S1 Kedokteran Gigi dan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Baca Juga: Guru SLB di NTB Masih Kurang, Formasi Baru Mulai Diusulkan
Prof Sukardi mengarahkan agar pemenuhan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta kebutuhan pembinaan dipercepat sesuai ketentuan yang berlaku.
Rakorpim Unram juga menyoroti penguatan akreditasi. Menghadapi proses reakreditasi dalam tiga tahun kedepan, universitas akan mendorong peningkatan kualifikasi dosen melalui pendidikan doktoral sesuai kebutuhan masing-masing bidang.
Sementara itu, sistem remunerasi Unram akan terus disempurnakan. Skema tersebut akan mempertimbangkan capaian kontrak kinerja hingga tingkat program studi sehingga kinerja setiap unit dapat terukur secara lebih jelas.
Baca Juga: MAN 1 Mataram Hadapi Gen Z dengan Strategi P3K
Melalui Rakorpim yang digelar secara berkala, Unram memperkuat evaluasi kinerja, pengelolaan anggaran, riset, publikasi internasional, kerja sama, dan pengembangan akademik. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Unram memastikan seluruh program kerja bergerak sejalan dengan target kinerja dan peningkatan daya saing universitas di tingkat nasional maupun internasional.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post