Simulasi TKA di KCD Dikpora Wilayah I Tembus 90 Persen, Sekolah Diminta Siapkan Komputer Cadangan

Jay • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 17:25 WIB
SIMULASI: Siswa SMAN 3 Mataram saat mengikuti simulasi TKA di sekolah setempat, Senin (5/10).
SIMULASI: Siswa SMAN 3 Mataram saat mengikuti simulasi TKA di sekolah setempat, Senin (5/10).

 

LombokPost- Persiapan sekolah menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) mulai menunjukkan hasil positif. Pelaksanaan simulasi TKA di lingkup Cabang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (KCD) Dikpora Wilayah I mencatat kesiapan sarana dan prasarana sudah menembus lebih dari 90 persen.

Kepala KCD Dikpora Wilayah I Purni Susanto mengatakan, simulasi TKA menjadi bagian penting untuk memastikan sekolah maupun siswa benar-benar siap menghadapi ujian berbasis komputer. Tidak hanya dari sisi perangkat, tetapi juga kesiapan peserta didik dalam mengikuti seluruh tahapan ujian.

“Selain mematangkan pemahaman teknis, uji coba ini memberikan gambaran langsung mengenai model-model soal yang diprediksi akan muncul pada ujian TKA yang sebenarnya,” tutur Purni, Selasa (6/10).

Baca Juga: Analisis TKA Jadi Bekal SMPN 8 Mataram Hadapi TKA 2026/2027

Dengan simulasi itu, siswa diharapkan tidak lagi gagap ketika mengikuti TKA sesungguhnya. Kesiapan teknis peserta menjadi penting karena pelaksanaan TKA menuntut siswa mampu mengikuti sistem ujian berbasis komputer secara mandiri.

Di tengah pelaksanaan simulasi TKA, KCD Dikpora Wilayah I juga menemukan persoalan administratif yang dialami seorang siswa. Siswa itu berpindah dari sekolah negeri ke sekolah swasta.

Persoalan muncul karena proses penguncian dan sinkronisasi data di sekolah tujuan telah selesai. Kondisi itu membuat nama siswa tidak dapat dimasukkan ke dalam sistem peserta didik baru tanpa berpotensi mengganggu keselarasan data.

Baca Juga: LPKN Training Center Mataram Siapkan Tenaga Kerja Terampil NTB untuk Kerja ke Eropa

Purni kemudian mengambil langkah cepat. Pelaksanaan simulasi hingga TKA utama bagi siswa itu difasilitasi dan dialihkelola melalui kantor KCD Dikpora Wilayah I. “Prinsipnya adalah kemanusiaan dan pemerataan akses pendidikan. Menyelamatkan hak pendidikan satu orang siswa sama berharganya dengan menyelamatkan seluruh siswa,” tegasnya.

Selain memastikan kesiapan perangkat dan peserta, Purni menyiapkan pengawasan silang. Sistem itu akan diterapkan untuk menjaga pelaksanaan simulasi TKA maupun ujian utama tetap jujur dan transparan.

Meski secara umum kesiapan simulasi TKA sudah berada di atas 90 persen, sejumlah sekolah masih melaporkan kendala teknis. Di antaranya komputer rusak serta keterbatasan perangkat bantuan dari kementerian.

Baca Juga: 8.336 Siswa Siap SMA Ikuti TKA SMA NTB 2026, Ujian Dimulai 26 Oktober

Mengantisipasi persoalan itu, Purni telah meminta setiap sekolah menyiapkan komputer cadangan. Langkah ini penting agar kerusakan perangkat tidak mengganggu pelaksanaan simulasi maupun TKA utama.

Sekolah juga didorong memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara akuntabel untuk memenuhi kebutuhan perangkat. Pengadaan komputer baru maupun penyewaan perangkat dapat menjadi pilihan sesuai kebutuhan dan kemampuan sekolah.

Purni berharap seluruh sekolah segera menuntaskan persiapan sebelum pelaksanaan TKA utama. Dengan kesiapan sarana di atas 90 persen, ditambah pengawasan silang dan ketersediaan komputer cadangan, simulasi TKA diharapkan menjadi pijakan untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar.

Baca Juga: 8.336 Siswa Siap SMA Ikuti TKA SMA NTB 2026, Ujian Dimulai 26 Oktober

“Solusi ini diharapkan dapat memastikan seluruh rangkaian simulasi TKA dan ujian utama berlangsung tanpa hambatan teknis,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan TKA jauh hari sebelumnya. Selain simulasi, siswa kelas XII mendapatkan pengayaan untuk menghadapi TKA yang dijadwalkan akhir Oktober.

“Simulasi TKA di SMAN 3 Mataram tidak ada kendala,” kata Yuspita.

Baca Juga: Bantuan Smartboard Sekolah di Mataram Belum Jelas, Masih Tunggu Pusat

Menurutnya, pengayaan diberikan melalui latihan soal. Langkah itu dilakukan untuk membiasakan siswa menghadapi model soal sekaligus mengukur kesiapan sebelum mengikuti TKA.

“Kita ada pengayaan dengan melakukan latihan soal,” pungkasnya.

Persiapan lebih awal di SMAN 3 Mataram menjadi bagian dari upaya sekolah memastikan siswa tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga dari sisi akademik. Simulasi TKA dan latihan soal menjadi dua langkah yang berjalan beriringan sebelum ujian utama.

Editor : Pujo Nugroho
Sumber : Lombok Post
1. simulasi TKA 2. TKA 3. Tes Kemampuan Akademik 4. KCD Dikpora Wilayah I kesiapan simulasi TKA